
Seketika ruangan menjadi hening dan orang tua Leo benar-benar tidak mengangkat anaknya memilih Laura yang merupakan gurunya dahulu yang suka menghukum Leo. Kenapa pria itu malah menyukai orang garang seperti itu, apakah ia tidak takut sama sekali dengan konsekuensi hubungan rumah tangga yang akan ia terima? Ibunya yakin jika dengan watak Laura yang seperti itu pasti keluarganya susah sekali untuk harmonis.
Ia menatap ke arah sang anak yang tidak bisa dinegosiasi sama sekali. Ia tidak bisa berbuat apapun selain bertanya kepada anaknya atas dasar apa yang menyukai ibu guru Laura yang dinilainya sangat pemarah tersebut.
“Aku tidak yakin kau bisakah bertahan dengan orang yang seperti itu. Apakah kau sama sekali tidak ingin mengatakan atas dasar apa kau menyukai orang seperti itu?” tanya sang ayah kepada anak semata wayangnya tersebut.
Leo menarik napas panjang. Kenapa mereka tidak bisa menghargai pilihannya ini. Tentu saja karena cinta dan seharusnya orang tuanya tidak akan terkejut ketika memiliki hubungan dengan Laura. Tapi apakah mereka lupa hubungan seperti apa yang terjalin dahulu antara dirinya dan ibu Laura.
“Kenapa seakan aku melihat kalian sangat terkejut? Tidak ada yang perlu dikagetkan, bukannya kalian juga tahu kalau Laura anak teman Papa itu mantan pacar ku.” Sang ayah menarik napas panjang. Ia mengetahui berita tersebut dan sempat ibunya Laura marah besar karena anaknya berpacaran dengan anak SMP yang telah lain adalah Leo pada saat itu.
Laki-laki tersebut menerima tas panjang dan menatap ke arah sang anaknya yang tidak bisa dibantah sama sekali. Tampaknya dari dulu Leo sampai sekarang tidak pernah melupakan sosok Ibu Laura. Iya pikir hubungan anaknya tersebut hanyalah cinta monyet belaka Dan tidak menyangka bahwa Leo akan mengejar ibu guru Laura sampai ke tahap ini.
__ADS_1
Apalagi ia telah mendengar kabar bahwasanya Leo dengan lancang mencium Laura. Berita itu hingga mengakibatkan orang tuanya tidak bisa tidur dan saling bermusuhan. Buntut dari permasalahan tersebut mereka beberapa kali bolak-balik ke kantor polisi.
“Tapi jika itu yang kau inginkan, papa tidak bisa melarang mu dan aku yakin ibumu pasti akan paham dengan ini semua,” ucap ayahnya dan Leo menganggukkan kepalanya mengedipkan matanya ke arah sang ibu.
Tampak ibunya sangat marah dan kemudian menarik napas panjang. Tidak memiliki pilihan lain dan ia pernah terlibat amarah dengan Laura beberapakali yang itu membuat dirinya merasa canggung jika Laura adalah menantunya.
“Terserah kalian, jika merasa senang aku tidak bisa berbuat apapun. Tapi aku akan berusaha tetap menjodohkan mu dengan Nisa. Keputusan ku bulat, boleh kalian merasa menang untuk sekarang.” Setelahnya sang istri pergi begitu saja membuat raungan menjadi hening.
Leo menarik napas panjang dan menatap ke arah sang ayah yang malah mengangkat bahu seakan tidak peduli dengan masalahnya.
“Membujuk ibu mu tidak mudah. Jika ingin mendapatkan apa yang diinginkan maka harus ada perjuangan dan pantang menyerah,” nasehat sang ayah dan kemudian menepuk pundak Leo beberapa kali.
__ADS_1
Leo kembali ke dalam kamarnya dengan keadaan yang urak-urakan. Entah apa yang membuat ayahnya begitu gengsi untuk mengatakan yang sebenarnya. Ia tahu betul bahwa ayahnya itu juga menginginkan menantunya adalah Laura. Tapi tampaknya sama dengan Laura Ibunya pun sulit untuk menerimanya di awal.
“Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan hati Mama seperti Laura yang bisa membujuk ibunya, kenapa jika aku sulit sekal,” ucap laki-laki tersebut dan tampak di wajahnya ada rasa putus asa yang sangat mendalam. Tapi karena keadaan ia pun harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan restu dari orang tuanya.
Ia mencoba menghubungi Laura meminta pendapat wanita tersebut. Tapi entah kenapa sampai sekarang Laura belum juga mengangkat teleponnya.
Leo menarik napas panjang dan kemudian meletakkan ponselnya. Ia merebahkan tubuhnya dengan mata menatap lurus ke langit-langit kamar.
•••••••
Tbc
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.