
Meski sangat jelas bahwasanya mereka telah dilarang bersamaan oleh orang tua Leo akan tetapi pria itu sama sekali tidak ingin mendengarnya. Ia ingin bersama dengan Laura dan pada kenyataannya Leo lebih dekat dengan Laura dan bahkan pria itu lebih memilih mendengarkan Laura dari pada orang tuanya.
Mereka menghabiskan waktu di Transmart dan bermain salju. Tidak peduli dengan uang Leo yang terkuras habis lagipula ia adalah anak tunggal kaya raya dan memiliki harta warisan yang sangat banyak.
Laura menarik napas panjang dan menatap ke arah Leo yang saat ini ngos-ngosan karena terus dilempari salju oleh Laura. Laki-laki itu berusaha untuk tetap berdiri walaupun tenangnya telah habis terkuras karena terus dilempari oleh Laura. Rasanya Leo ingin menyerah saja.
“Sudah aku mengaku kalah,” ucap laki-laki itu dengan suara serak dan mulai kelelahan. Laura menarik napas panjang dan ia juga sejujurnya sangat lelah dan ingin berhenti sejenak.
Ia pun berjalan mendekati Leo dan kemudian duduk di samping pria itu. Mereka saling bersandar dengan tubuh yang penuh dengan peluh. Padahal di dalam lumayan dingin karena dipenuhi dengan salju. Tapi mereka berusaha untuk beristirahat sejenak sebelum akhirnya akan melanjutkan permainan tersebut.
“Sekarang sudah main salju sekarang kita akan kemana lagi?” tanya Leo kepada wanita tersebut yang ngos-ngosan.
Laura menggelengkan kepalanya karena pada dasarnya Ia juga tidak mengetahui akan pergi ke mana. Akan tetapi ia sangat berharap bisa beristirahat sejenak dahulu sebelum akhirnya akan melanjutkan destinasi mereka. Mereka saling berpegangan tangan dan menjadi pasangan yang paling romantis yang ada di dalam sana. Semua orang yang melihat kedekatan mereka merasa sangat iri.
Bahkan sampai ada yang mengabaikan moment mereka dengan cara divideokan. Padahal ia sendiri tidak ingin divideokan karena itu merupakan salah satu cara melanggar privasi orang.
Akan tetapi Leo begitu baik dan menahan Laura agar membiarkan mereka mengambil video. Laki-laki tersebut mengatakan bahwasanya itu merupakan hal yang baik apalagi orang-orang mengetahui hubungan mereka yang sangat dekat dan tentunya menjadi sensasi yang sangat menggairahkan.
Leo menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia mencoba menenangkan Laura yang marah kepadanya. Tapi sebisa mungkin ia merayu Laura hingga pada akhirnya wanita itu luluh juga dan menikmati waktu istirahat dengan di videokan oleh beberapa orang.
Setelah selesai beristirahat, mereka pun mencoba untuk mencari permainan yang lain. Tentunya merupakan permainan yang sangat menyenangkan dan penuh dengan tantangan. Setelah pusing berpikir akhirnya Leo mengusulkan untuk pergi ke rumah hantu.
Laura tentunya sangat terkejut mendengar kabar itu dan ia tak mampu untuk berkata-kata karena dirinya memang sangat takut dengan hantu. Tapi ia akan berusaha semaksimal mungkin menurunkan gengsi dan rasa takutnya demi membuat suatu hiburan yang sangat menyengat bersama dengan Leo.
Kapan lagi ia bisa memiliki waktu luang seperti ini. Tentunya sekarang menjadi hal yang paling spesial untuk Laura dan juga Leo.
Leo menarik napas panjang dan kemudian menggenggam tangan Laura sembari mempersiapkan keberanian penuh untuk masuk ke dalam rumah hantu.
Awalnya Laura sangat takut dan bahkan meminta kepada Leo agar mereka tidak menghadapi ujian yang mengerikan dalam hidupnya yakni masuk ke dalam rumah hantu.
Laura menarik napas panjang dan kemudian menghembuskannya perlahan. Apakah dirinya berani? Ia sangat berharap bahwasanya bisa meredakan ketakutannya tersebut.
__ADS_1
“Jangan sampai kamu tinggalin aku, kalau ninggalin aku kita putus,” ucap Laura yang langsung membuat mata Leo melotot. Ia menarik napas panjang dan mengerti bahwasanya pacarnya ini sangat takut dengan makhluk semacam itu.
Ia pun memiliki ide yang sangat cemerlang yaitu mengikat tangannya dengan tangan Laura hingga mereka tidak bisa berpisah walaupun orang-orang berkenan ingin memisahkan mereka. Tapi mereka tidak akan pernah terpisah satu sama lain karena ada ikatan di antara keduanya.
Sementara itu Laura tidak menyangka bawa laki-laki tersebut sampai melakukan hal itu. Ia ingin mengumpat kepada laki-laki tersebut yang masih saja memiliki ide yang tidak masuk akal. Entah datang dari mana ide tersebut akan tetapi Laura tidak habis pikir kepada laki-laki itu dan menatap ke arah Leo dengan pandangan memperingati.
“Kenapa masih ada aja sih pikiran kamu. Aku aja sampai gak kepikiran,” ucap Laura dengan kalimat yang terdengar kesal dan sementara itu orangnya malah cengengesan.
Laura merasa malu dengan ikatan tersebut akan tetapi di satu sisi yang merasa Dengan hadirnya ikatan di antara tangan keduanya merupakan salah satu tindakan yang begitu romantis. Karena pikirannya memiliki sisi seperti itu maka Laura membiarkan Leo melakukan hal tersebut dan kemudian ia mulai masuk ke dalam rumah hantu bersama-sama.
Jantungnya tidak bisa dideskripsikan seperti apa lagi rasanya. Laura benar-benar ingin pingsan di tempat. Ia berharap jika tidak sedang berada di tempat ini dan membayangkan sedang masuk ke dunia impiannya.
Leo yang melihat hal tersebut terkekeh dan kemudian menarik napas panjang. Ia berusaha untuk membuat Laura melihat dunia yang mengerikan yang saat ini mereka tengah hadapi. Tidak ada dunia khayalan yang ada di otaknya.
Maka dari itu Leo kemudian membuka mata Laura dengan lebar. Laura dengan jelas melihat suasana yang begitu mengerikan dan hawa horor di rumah hantu itu. Baru saja ia melangkahkan kakinya tiba-tiba seseorang menarik bajunya hingga membuat Laura langsung berteriak dan memeluk Leo.
Di sini orang yang paling diuntungkan adalah Leo. Laki-laki tersebut kemudian mendapatkan keuntungan yang banyak. Sementara itu Laura benar-benar kesal kepada laki-laki tersebut. Ia memukul dada Leo yang menertawakan dirinya.
Leo menarik nafas panjang dan kemudian menganggukkan kepalanya. Kali ini ia tahu bahwasanya ia salah tapi kesalahan tersebut sangat menguntungkan dirinya jadi ia tidak boleh merasa sangat bersalah dan kemudian mengusap kepala Laura.
Laura menarik napas panjang dan kemudian menatap ke arah Leo dengan pandangan memperingati agar laki-laki tersebut tidak membuat dirinya merasa jantungan.
“Sudah-sudah, tidak usah khawatir. Aku pasti akan membantu mu menjadi orang yang berani mulai hari ini. Makanya buka mata mu dan jangan takut sama sekali.”
Laura menghela napas panjang dan menganggukkan kepalanya. Ia melewati lorong-lorong yang penuh dengan darah kuntilanak, pocong dan jenis hantu lainnya membuatnya pada akhirnya tidak tahan dan pingsan sebelum menyelesaikan tantangan.
Leo yang melihat hal tersebut lantas terkejut. Ia mengedipkan matanya beberapa kali saking tidak percayanya bahwa saat ini Laura Tengah tidak sadarkan diri dan bahkan jatuh ke dalam pelukannya. Bahkan pocong tersebut juga merasa terkejut dan langsung menjauh dari Leo.
Leo menarik nafas panjang dan kemudian membawa Laura keluar dari wahana rumah hantu itu. Ia melihat orang-orang ke arah dirinya yang pernah menggendong Laura. Beberapa dari mereka tertawa melihat dirinya karena pemandangan bahwa Laura begitu ketakutan sampai tulisan di dalam wahana rumah hantu adalah sebuah lelucon yang sangat lucu bagi mereka.
Leo menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan cara perlahan.
__ADS_1
••••••
Saat ini Leo dan Laura tengah duduk di depan mall sembari beristirahat. Leo mencoba untuk memberikan air mineral kepada Laura yang baru saja sadarkan diri.
Wanita itu menatap orang-orang yang berjalan sementara dirinya seperti orang bodoh yang tidak tahu malu saja. Laura menarik napas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan cara perlahan.
“Kenapa aku jadi orang yang penakut?”
“Penakut apanya?” tanya Leo sengaja untuk menyemangati Laura yang tampak sangat putus asa. Laura tersenyum tipis dan tahu bahwa kata-kata tersebut tidak untuk dirinya karena ia adalah orang yang begitu lemah. “Kamu adalah orang yang hebat, jadi tidak ada yang berani sama kamu.”
Mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba Laura menatap ke arah Leo dengan pandangan sangat berbeda. Leo tidak mengerti sama sekali dengan pandangan tersebut dan apa maksud dari tujuan Laura memandang seperti itu. Ia sudah ketakutan karena takut salah bicara.
“Laura, ada apa?” tanya Leo pada wanita itu.
“Tidak ada apa-apa. Oh iya, aku mau kasih tau ke kamu aku gak bisa bercanda oke.”
“Leo,” ucap seseorang dan membuat mereka berdua saling menoleh.
Leo mengerutkan keningnya sementara itu Laura tersenyum ke arah wanita tersebut yang tidak lain adalah Nisa. Ia mengenal wanita itu yang dulunya merupakan sahabat Leo pada saat SMP dan sering bersama dengan wanita tersebut.
“Nisa?”
“Kak Laura,” ucap Nisa dengan pandangan malu.
Sementara itu Leo menarik napas panjang dan ia tidak masalah Leo bertemu dengan Laura tapi ia sekali melihat Nisa bertemu dengan Laura ia terkejut karena mengingat perjodohan itu.
•••••••••
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1