
Laura menatap ke arah Nisa dan Leo bergantian. Kenapa ia merasa ada yang aneh dengan kedua orang ini. Ia tidak ingin mengada-ngada terlebih dahulu dan melihat tatapan mereka yang menyimpan sejuta kata-kata.
Sementara itu di wajah Nisa terdapat rasa bersalah yang cukup besar kepada mereka. Laura tidak mengerti sama sekali dengan tatapan seperti itu. Ia menarik napas panjang dan menatap ke arah Leo yang juga sama teridam.
Seolah-olah sedang ada dirahasiakan oleh mereka berdua. Wanita itu pun menepuk bahu Leo untuk menyadarkan laki-laki itu yang malah hanyut dalam perasaan kelamnya.
Laura menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia meraih tangan Leo dan menatap penuh dengan pandangan yang pengertian kepada laki-laki itu.
“Ada apa? Kalau ada masalah cerita aja,” ucap Laura dengan lembut dan kemudian menatap ke arah Nisa yang menundukkan kepalanya. Apakah saat ini mereka tengah bertengkar sehingga terlihat sangat canggung seperti ini. “Nisa, ada apa denganmu apakah kamu memiliki masalah?” tanya wanita itu untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua.
Nisa menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah Laura dengan tatapan rasa bersalah. Apa yang harus ia lakukan? Ia sendiri tidak tahu kesalahan apa yang dilakukan Nisa kepada dirinya. Ia rasa wanita itu sangat baik dan begitu peduli kepada orang lain.
Bahkan di pandangan Laura misa adalah sosok yang begitu penting dalam kehidupan Leo dan perkembangannya. Tampaknya wanita itu mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Leo maka dari itu ia berusaha untuk menjadi teman pria itu.
“Kenapa tiba-tiba suasananya menjadi aneh seperti ini ya? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kalian tidak ingin menceritakannya?”
Leo menarik nafas panjang dan kemudian menggenggam tangan Laura. Ia tidak bisa mengatakannya sekarang dan akan tetapi ia sama sekali tidak memiliki masalah dengan Nisa. Hanya saja hubungan mereka berdua menjadi canggung Setelah orang tua mereka memutuskan untuk menjodohkan mereka mereka. Walaupun ini kabar baik untuk Nisa akan tetapi wanita itu tidak bahagia sama sekali karena Ia mengerti bahwa yang paling utama adalah kebahagiaan Leo.
__ADS_1
Ia tahu betul bahwasanya Leo dari dulu sangat menyukai Laura. Terbukti dari laki-laki itu selalu menceritakan Laura kepada dirinya dan meminta cara untuk mendapatkan Laura.
“Tenang saja, sama sekali tidak ada masalah. Kamu tidak usah khawatir.”
Nisa menganggukkan kepala yang membenarkan apa yang dikatakan oleh Leo tersebut. Ia adalah orang yang paling semangat menganggukan kepala. Laura menghela napas sejenak dan kemudian menatap ke arah Nisa yang begitu cantik.
“Aku tahu seperti ada tengah dirahasiakan oleh kalian. Seandainya kalian bisa mengatakan yang sebenarnya. Aku lagi senang.”
“Tapi beneran nggak ada apa-apa kak.”
“Bagus deh,” ucap Laura dan kemudian diangguki oleh Leo.
•••••••
“Benar-benar laki-laki tidak memiliki aturan,” ucap Laura seraya menggelengan kepalanya.
Akan tetapi ia terhibur dengan tingkah laku laki-laki tersebut. Entah kenapa dia merasa bahwa laki-laki itu begitu manis dan bahkan dipandangnya Leo adalah sosok yang begitu sempurna. Entah hanya pemikirannya saja atau di pandangan orang lain juga sama seperti dirinya.
__ADS_1
“Kenapa masih diam aja? Ayo cepat masuk. Kayak aku aja tuan rumahnya,” ucap Leo yang membuat Laura tertawa.
Laki-laki itu pintar sekali membuat mod-nya menjadi baik. Ia menghilangkan nafas dan menatap ke arah depan dan sudah melihat Leo yang berhadapan dengan ibunya. Naura menutup mulutnya tidak percaya takut terjadi masalah di antara mereka berdua.
Akan tetapi entah kenapa rasanya sangat seru untuk menontonnya. Apalagi ia melihat pandangan ibunya yang begitu serius ke arah Leo.
“kamu sudah jadi bodyguard-nya Laura?”
“Eh enggak Tante,” ucap Leo seraya menggaruk punggung lehernya.
“Harus, supaya Tante yakin kamu bakal jagain Laura.”
Mata Leo lantas terbuka. Sementara itu Laura di belakang laki-laki tersebut menertawakannya.
•••••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.