
Laura menatap ke arah mata Leo yang ada di depannya. Air matanya jatuh karena tidak menyangka bahwa Leo akan melamarnya di depan banyak orang. Pria itu begitu menggemaskan di matanya dan bahkan ia tidak menyangka bahwa laki-laki tersebut memiliki effort yang begitu besar.
“Leo, apakah kamu....”
Leo tidak membutuhkan jawaban dari Laura lagi dan kemudian menyelipkan cincin tersebut ke tangan Laura. Laura yang melihat keberanian Leo tersebut hanya tertawa pelan. Air matanya yang menetes tersebut membuat dirinya begitu terharu.
“Laura, aku sangat mencintaimu dan sebenarnya aku tidak membutuhkan jawaban mu lagi karena aku yakin kamu juga mencintai ku.”
Laura menganggukkan kepalanya. Duhai apakah ini benar-benar Leo yang dikenalnya? Begitu sangat romantis, bahkan Laura sendiri merasa malu dan wajahnya memerah seketika. Membayangkan betapa dirinya sangat dihargai oleh Leo membuat jantungnya terus berdetak.
“Karena kau telah mengetahui jawabannya, aku sangat senang. Laura dan Leo adalah pasangan sekali seumur hidup yang tidak akan pernah terpisahkan.”
Para hadirin yang menyaksikan kisah cinta tersebut bertepuk tangan. Sebenarnya Leo telah pernah melamar dirinya dan kali ini laki-laki tersebut melakukannya di depan umum dan secara resmi di depan orang tua Laura.
Kedua pihak keluarga juga telah menyetujui hubungan tersebut. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hubungan mereka. Laura menundukkan kepalanya seraya tertawa. Ia menatap ke sekitar teman-temannya yang begitu sangat senang.
“Aku bahkan masih tidak menyangka bahwa hari ini begitu nyata.”
“Jangan pernah menganggapku sebagai haluan, Aku nyata ada di depanmu sayang. Sekarang apa yang kau khawatirkan? Aku telah memiliki segalanya dan hanya belum memilikimu seutuhnya.”
Aulia menganggukkan kepalanya. Benar apa yang dikatakan oleh Leo. Leo sekarang bukanlah laki-laki yang terus mengejarnya dan bahkan selalu bercanda tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. Leo adalah orang yang memiliki skalanya dan bahkan Ia merupakan CEO yang terkenal. Sifatnya jauh lebih dewasa dari sebelumnya.
“Selamat bro,” ucap Alex dan Naufal yang datang dan memeluk dirinya.
Laura yang melihat persahabatan mereka kembali lagi hanya bisa menyunggingkan senyum. Masih teringat di benaknya bagaimana saat itu ia masih seorang guru di sekolah mereka dan mengajari mereka yang begitu bandel dan tiap hari harus masuk ke ruang BK.
“Ibu Jika ada salah kata dari teman kami yang satu ini mohon dimaafkan. Maklum saja dia adalah orang yang emang sensitifitas tinggi.”
__ADS_1
“Tenang saja Naufal dia sudah berubah.”
“Cieh ibu,” ucap Alex yang sengaja menggoda Laura. Tentu saja Laura langsung memerah dan membuang pandangannya.
“Apaan sih kamu Alex, gini-gini kamu pernah saya ajari.”
“Oke siap bos.” Setelahnya laki-laki itu tertawa yang tampak sedang mengejek dirinya.
••••••••
Laura menatap ke arah Leo yang saat ini tengah menikmati liburan mereka di Pulau Bali. Laura tidak bisa mengalihkan pandangannya sama sekali dari pria tersebut. Leo benar-benar tampan dan bahkan ia tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata saking tampannya pria itu.
Laura meletakkan kepalanya di pundak laki-laki tersebut seraya menikmati sunset.
“Sekarang kita sudah menikah. Saat ini juga adalah honeymoon kita, apakah kamu pernah berpikir bahwa akan bersama di jenjang ini? Aku bahkan berpikir bahwa sekarang kita seperti di dalam mimpi.”
Laura tersenyum lebar. Laki-laki ini pandai sekali menggoda dirinya. Baiklah ia akan selalu ada di samping laki-laki tersebut sampai kapanpun untuk menemani hari tuanya. Siapa sangka dulunya Laura selalu menganggap aneh Leo sekarang dia malah menjadi istri dari pria itu.
Semuanya benar-benar di luar dugaan dan tidak pernah diperkirakan oleh wanita tersebut.
•••••••
Laura berlari dengan cukup kencang ke arah Leo yang sedang berada di ruangan pribadinya dan berkutik dengan komputernya. Jujur saja dia sangat lelah tapi ia berusaha untuk meneladani Laura yang akhir-akhir ini memang sangat manja.
Terkadang sikap orang yang seperti itu malah membuat dirinya merasa gemas kepada wanita tersebut. Segala hal ingin ia lakukan kepada wanita itu hingga pada akhirnya mereka akan berakhir di ranjang.
“Ada apa? Kayaknya senang banget?”
__ADS_1
“Aku ada hadiah buat kamu,” ucap Laura dan memberikan senyum yang sangat misterius. Tentunya Leo tidak tahu apa yang ingin dikatakan oleh wanita itu.
“Misterius sekali,” jujur Leo sambil menyipitkan matanya.
“Iya dong,” ucap wanita itu dan kemudian mengeluarkan alat tes kehamilan yang menandakan ia positif hamil.
Leo benar-benar kaget dan langsung beranjak dari tempat duduknya dan menggendong Laura. Ia sangat bahagia dan ini adalah titik paling bahagia setelah ia berhasil menikahi wanita itu. Sekarang ia telah memiliki keturunan dari wanita tersebut.
“Laura, aku benar-benar mencintaimu. Memang tidak salah aku memilih mu dan menikahi mu hingga sampai sekarang aku mengakui bahwa aku bahagia hidup bersama dengan mu.” Laura tertawa dan merasakan bibirnya terus dikecup oleh laki-laki tersebut.
•••••••
Saat ini Laura berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anak dari Leo dan dirinya. Segala daya upaya agar bisa melihat buah hatinya yang sudah lama ia tunggu. Ia tidak peduli lagi bagaimana nyawanya karena yang paling utama adalah anaknya.
“Bu tarik nafasnya, dikit lagi bayinya keluar.”
Laura pun menuruti apa yang dikatakan oleh suster tersebut sehingga ia berteriak dengan kencang dan pada akhirnya perjuangannya tersebut berhasil. Leo yang mendampingi dirinya pun tersenyum lebar dan mengacu kening Laura.
“Terima kasih. Aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu.”
Laura menatap ke arah anak mereka yang sedang digendong oleh suster.
“Wellcome baby Aca,” ucapnya pada anak perempuannya.
•••••••
TAMAT
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.