Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 35


__ADS_3

Laura bahkan tidak ingin diantarkan oleh Leo pulang. Menurutnya iya bisa pulang sendiri dan tidak perlu laki-laki tersebut repot-repot mengantarkannya ke rumah. Laura menarik nafas panjang, akan sampai kapan Ia seperti ini? Ia tahu bahwa nyalinya tidak sekuat Nisa. Apalagi orang tua Leo jelas-jelas menolak kehadiran dirinya. Sementara itu ia juga tidak ingin memiliki seorang mertua yang seperti orang tuanya Leo.


Tapi rasa cintanya yang sudah terlalu buta kepada Leo membuat ia tidak bisa berpikir apapun. Merelakan pria itu entah keputusan yang begitu sulit untuknya. Apalagi Laura tahu dengan jelas perkembangan Leo dari ia kecil hingga ia sudah dewasa seperti ini. Ia kira telah melupakan bocah ingusan tersebut, nyatanya ya tidak pernah melupakan Leo apa lagi laki-laki tersebut terus menggoda dirinya sehingga terkadang ia tidak bisa menanti bahwa dirinya merasa malu dengan godaan tersebut.


Air matanya pun menetes. Sementara itu wanita tersebut tidak menyadari bahwa di belakang ada Leo yang menggunakan motor Vespa miliknya mengikuti Laura diam-diam di belakang. Melihat Laura yang berjalan tak tentu arah dengan pandangan kosong serta hujan lebat yang mengguyur wanita tersebut membuat Leo yang melihatnya merasa tidak tega.


Tapi ia berusaha untuk tidak mendekati Laura. Apalagi saat ini Laura dalam keadaan sedih, jika dikatakan dirinya pengecut maka Leo akan mengakuinya sebab Ia tidak bisa menghentikan orang tuanya yang jelas-jelas menyinggung perasaan Laura. Apakah yang ia lakukan salah? Tapi mau bagaimana lagi dia berusaha untuk mendamaikan antara kubu Laura dengan ibunya.


Laura membuka telapak tangannya dan kemudian merasakan air hujan yang menetes di telapak tangannya tersebut. Bersamaan dengan itu pula air matanya turut luruh. Kenapa ya bisa jatuh cinta dengan bocah ingusan tersebut, jelas-jelas dia adalah orang yang hanya terobsesi dengannya. Padahal masih banyak pria lain di muka bumi ini.


Laura sudah tidak sanggup berjalan lagi. Pada akhirnya wanita itu terjatuh dan kemudian tersungkur. Leo yang melihat dari kejauhan merasa sangat tidak tega. Ia mencoba melajukan Vespanya. Kemudian laki-laki tersebut berhenti di samping Laura.


Laura terkejut ketika mendengar suara motor Vespa yang mirip dengan motornya Leo. Ia menatap ke arah laki-laki tersebut dan kemudian tersenyum kecut.

__ADS_1


“Kenapa kau ada di sini? Aku bisa pulang sendiri.”


Tampak di wajah Leo sangat tidak setuju. Bagaimana mungkin wanita itu meminta pulang sendiri padahal kondisinya dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja. Haruskah ia tutup mata dengan semua ini?


“Jangan biarkan aku menjadi seorang bajingan melihat orang yang dicintainya terjatuh tapi malah membiarkannya. Apakah kau mengerti bagaimana perasaanku saat ini? Aku sakit hati Laura, kau sama sekali tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku.”


Laura menarik napas panjang. Mau bagaimana lagi semuanya sudah terlanjur terjadi seperti ini. Laura menarik napas panjang dan membiarkan Leo membantunya berdiri. Dengan air hujan yang mengguyur tubuhnya, wanita tersebut mencoba untuk mengangkat tubuhnya yang begitu lemah.


Wanita itu menarik napas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Entahlah apa yang saat ini ia rasakan, namun jiwanya benar-benar bercampur aduk.


“Kenapa kau harus datang?”


“Karena aku adalah kekasih ku, aku tidak membiarkanmu pulang sendiri dengan hujan yang begitu deras seperti ini. Aku mencintaimu Laura, benar-benar mencintaimu. Yang aku mau hanyalah kau.”

__ADS_1


“Apakah kau sama sekali tidak ada memiliki rasa malu saat mengatakan kalimat seperti itu?” Laura tertawa, “kau begitu berani karena aku adalah orang yang pernah mengajarimu.”


“Apa salahnya menikahi guru sendiri? Aku ingin menikah dengan ibu, aku tidak peduli lagi restu orang tuaku. Kita akan menikah, Jika dia tidak setuju maka aku akan membawamu lari.”


Laura benar-benar terkejut dengan keinginan gila Leo. Ia tidak pernah berpikir dalam hidupnya menikah dengan orang seperti Leo yang akan membawanya lari. Laura tidak akan pernah membiarkan hal tersebut, karena ia juga masih memikirkan keluarga yang membesarkannya.


“Kenapa kau memiliki keinginan gila seperti ini? Tidak, Aku tidak akan pernah setuju.”


•••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2