Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 47


__ADS_3

Laura menatap kesal ke arah Leo yang saat ini sedang menjemput dirinya untuk pergi kuliah. Laki-laki tersebut sama sekali tidak ada rasa bersalah setelah membuat dirinya dimarahi oleh sang ibu habis-habisan. Leo sendiri menyadari perubahan Laura yang tampak tengah mendiamkan dirinya. Namanya Leo maka ia tidak akan berubah dan malah menertawakan orang yang sedang menderita gara-gara dirinya tersebut.


“Sayang maafin aku. Kamu sih pakai segala ketiduran, andai aja kamu nggak ketiduran pasti mamamu tidak akan memarahimu.” Laura menatap sinis ke arah Leo yang bisa-bisanya malah menyalahkan dirinya untuk saat ini. Padahal jelas-jelas bahwa laki-laki itulah yang telah membuat masalah.


Masih tidak ingin mengakuinya dan malah menyalahkan orang lain. Tampaknya gen dari orang tuanya memang bisa menurun kepada anaknya. Mereka sama-sama gengsi untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat masing-masing dan malah menyalahkan orang lain balik.


Laura lantas memukul belakang Leo menggunakan buku yang ada di tangannya. Pukulan tersebut cukup kencang hingga menghasilkan bunyi renyah. Saat itu juga Leo terpekik dan tahu bahwa itu salah dirinya dan meminta maaf kepada Laura.


“Kan tadi aku udah bilang minta maaf. Tetap salah juga? Oke deh, Laura yang cantik dan yang paling manis sedunia Leo pacarmu ini meminta maaf.” diam-diam sebenarnya Laura Tengah tersenyum akan tetapi ia berusaha untuk menyembunyikan senyuman yang ada di wajahnya tersebut karena malu jika dilihat oleh laki-laki tersebut.


Sebenarnya laki-laki itu juga sudah menebak bahwasanya Laura tampak salah tingkah dari gelagatnya ia bisa melihatnya. Kemudian laki-laki itu pun menarik nafas panjang dan mengusap kepala Laura dengan penuh kasih sayang. Ia mengambilkan helm dan lalu langsung memakaikannya ke kepala Laura. Laura pun menghela nafas dan kemudian naik ke boncengan laki-laki itu.


“Cepat bawa aku, nanti ketinggalan lagi kelas gara-gara telat. Ingat nanti kamu jangan lagi kayak tadi malam. Yang dimarahin bukan kamu tapi aku,” ucap Laura dengan kesal. Sementara itu Leo yang sudah pasrah hanya bisa menganggukkan-anggukan kepalanya.


“Hm baiklah,” ucap Leo yang terdengar malah seperti seseorang yang sedang tertekan.


“Awas aja mengulangi kesalahan yang sama.”


Leo pun tidak jadi meng-gas motornya saking muaknya dengan ucapan Laura tersebut yang tiada habisnya menyalahkan dirinya. Tapi tidak apa mungkin ia harus lebih bersabar lagi karena tahu bahwa yang ia bonceng adalah seorang wanita yang mana manusia yang paling repot di muka bumi ini. Seharusnya wajar saja jika Laura bersikap seperti itu.


“Iya sayangku dan cintaku,” ucap Leo yang sudah terdengar sangat-sangat pasrah.


Laura pun menarik nafas lega. Kemudian ia memukul kepala Leo yang menggunakan helm tersebut dengan bukunya.


“Ayo jalan,” perintah wanita tersebut kepada laki-laki itu.

__ADS_1


Leo pun akhirnya bisa bernapas dengan lega dan kemudian menjalankan motor tersebut.


“Dari tadi kek nyuruhnya.”


“Nyalahin orang aja,” ucap Laura yang bisa-bisanya mendengar gumaman Leo.


••••••••


Laura baru saja selesai kelas. Wanita itu akan pulang dan tidak sabar menunggu jemputan Leo. Akan tetapi sampai sekarang saya juga belum sampai dan ia benar-benar khawatir kepada laki-laki tersebut. Namun di sisi lain Ia juga begitu geram kepada Leo yang tak kunjung datang tersebut.


Apakah Leo ketiduran hingga ia melupakan janjinya untuk menjemput dirinya? Laura benar-benar kesal dan menelepon laki-laki tersebut beberapa kali tapi malah tidak diangkat sama sekali oleh laki-laki itu. Hingga pada akhirnya Laura menundukkan kepalanya. Ia mencoba untuk menunggu Leo kembali dan berjam-jam ia duduk di depan kampusnya akan tetapi tidak ada jumputan dari laki-laki tersebut.


Ia benar-benar merasa khawatir dan mencoba untuk menghubungi laki-laki itu kembali. Ia meraih ponselnya dan melihat nomor Leo yang tiba-tiba menghubunginya. Ia menarik nafas panjang dan sedikit kesal pada pria itu dan tampak Laura mengangkat telepon tersebut sangat tidak sabaran.


“Maaf mbak ini dengan salah satu anggota kepolisian ingin melaporkan kepada mbak bahwa telah terjadi kecelakaan kepada pemilik ponsel ini di sebelah kampus universitas Indonesia.”


Laura langsung membulatkan matanya dan menatap ke arah orang yang sedang beramai-ramai di sana. Dari tadi ia merasa heran kenapa orang ramai-ramai di sana dan ia sama sekali tidak peduli dan rupanya terjadi sebuah kecelakaan yang mana orang tersebut adalah Leo.


Laura tidak bisa berkutik dan handphone yang ada di tangannya pun terjatuh begitu saja. Ia menundukkan kepalanya dan kemudian terjatuh ke tanah saking tidak berdayanya ketika mendengar kabar buruk itu. Ia benar-benar lemah sehingga ada orang yang datang menghampiri dirinya untuk menanyakan keadaannya.


“Laura lo kenapa? Lo baik-baik aja kan?”


“Nggak, gue nggak baik-baik aja. Di sana terjadi kecelakaan, kan?” Tanya Laura kepada wanita tersebut yang diangguki olehnya.


Laura langsung meneteskan air matanya. Ia menangis dan wanita itu yang telah menolong dirinya tidak mengerti sama sekali hingga pada akhirnya ia mengetahui bahwa orang tersebut yang mengalami kecelakaan itu adalah pacar dari Laura. Laura menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan kabar buruk itu. Namun apa yang harus ia lakukan sekarang?

__ADS_1


Ia benar-benar sangat syok dan bahkan berjalan pun tidak sanggup lagi. Hingga pada akhirnya Laura pingsan di tempat. Wanita yang ada di dekat Laura segera memanggil bantuan untuk membawa Laura ke rumah sakit.


“Kenapa sama si Laura?”


“Please bantuin gue buat bawa ke rumah sakit, dia lagi ngalamin shock gara-gara pacarnya kecelakaan.”


“Jadi itu yang kecelakaan si Leo?”


“Mungkin, gue kurang tahu.”


•••••••


Laura membuka matanya dan bahkan tidak ada lagi gairah hidup yang ada di bola mata wanita itu. Orang tuanya Laura telah bersama dengan wanita tersebut untuk menjenguk anaknya sekaligus menjenguk Leo. Leo tidak bisa berbuat apapun selain bersedih. Rasa kehilangannya begitu sangat mendalam dan bahkan ia tidak bisa hidup dengan tenang.


“Bagaimana keadaan Leo? Dia baik-baik saja, kan? Tidak terjadi sesuatu yang sangat serius padanya kan?”


Tapi ibunya sama sekali tidak ingin menjawabnya dan malah menundukkan kepalanya. Laura yang benar-benar sudah sangat pasrah itu juga menangis dalam diam. Ia tidak menyangka bahwa Leo akan mendapatkan musibah yang begitu mengerikan seperti ini.


“Kenapa harus dia?” gumamnya dengan suara sedikit serak.


•••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2