Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 12


__ADS_3

Di sekolah sama sekali Laura tidak berbicara kepada Leo. Bahkan tidak menanggapinya sedikitpun hingga membuat Leo frustasi. Sebenarnya Leo juga belum siap untuk berbicara dengan wanita itu dan makanya Ia hanya diam dan akhirnya mereka seperti orang yang tidak saling mengenal di dalam kelas.


Bahkan ketika Leo melakukan kesalahan yang sengaja oleh laki-laki tersebut namun Laura hanya memperingatinya dengan tatapan tajam dan melemparkan penghapus ke arah pria itu dan setelahnya tidak ada pembicaraan sama sekali di antara mereka.


Naufal dan Alex serta orang-orang yang berada di dalam satu kelas mereka sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di antara Leo dan Laura. Karena biasanya Leo pasti akan menggoda Laura dengan segala cara namun sudah sangat berbeda dengan hari ini entah kenapa pria itu berubah menjadi laki-laki yang jaim dan kalem.


Sungguh sangat berbeda dengan sifat Leo yang asli. Mereka juga menyadari bahwasanya Leo tampak sangat sedang bersedih dan orang-orang yang ada di dalam kelas hanya bisa menduga-duga. Setelah seperti ini barulah ia menyadari bahwasanya mereka mereka semua memang sangat menyebalkan karena ketika ia sedang diam pasti akan dikati dan ketika ia membuat heboh sekolah dirinya juga sama dikejar oleh mereka semua dan tidak dianggap.


Laura telah menyelesaikan jam mengajarnya yang membuat ia harus segera pergi dari ruangan tersebut. Setelah itu ia pergi ke ruangan Pak Andra dan kebetulan Leo melihatnya. Sebenarnya hatinya sangat panas melihat hal tersebut namun ia tidak bisa berbuat apapun takut membuat Laura semakin marah kepadanya.


Mengingat bagaimana iya dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya adalah pacar dari Laura di depan orang tua Laura dan lalu kemudian Ia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Laura yang ditolak oleh keluarganya. Leo benar-benar sangat bersalah kepada Laura dan ingin meminta maaf untuk menghindari kecanggungan tersebut.


“Laura, kenapa kau sama sekali tidak bisa memikirkan bagaimana perasaan laki-laki tampan ini? Aku tahu dengan sangat jelas bahwa aku sangat bersalah kepadamu, tapi buk Laura, Leo memang sangat mencintai ibu!” Ia mengatakannya dengan cukup kencang hingga anak IPS yang tak sengaja melintasi dirinya mendengar apa yang ia katakan. Seketika itu juga ia ditertawakan oleh teman-temannya.


“Yang benar saja orang kaya Lo menyukai buk Laura. Kalau lo nikah sama ibu Laura, gue jamin lu dihukum setiap hari! Ibu Laura emang cantik, tapi dia juga kasar dan tidak punya hati!” Wajar saja jika Laura sangat dibenci di hadapan para murid. Karena sikap tegasnya membuat beberapa orang kesal kepadanya.


“Lo ngomong apaan! Lo mau kaya Lukas? Gak jelas emang!” Leo sengaja mengeluarkan tangannya yang berurat membuat mereka merasa minder dan langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Apalagi mengingat Leo yang sangat kebal hukum dan pasti sangat tidak mudah untuk melawan pria itu. Apalagi dia memiliki kehebatan yang di atas rata-rata dan sangat jarang ada yang bisa mengalahkan kehebatan yang dimilikinya. Baik dari segi jabatan, keuangan maupun keahlian, Leo memiliki nilai paling atas semuanya.


Laki-laki itu dengan sangat berani menatap ke arah Pak Andra yang baru saja keluar dari dalam ruangannya bersama dengan Laura. Melihat mereka saling berbincang dan bahkan tersenyum membuat hatinya panas dan tidak bisa dikontrol. Yang ada di dalam dirinya adalah bagaimana caranya untuk membalas semua ini dengan balasan yang setimpal.


“Bapak!” teriak Leo dengan lantang dan bahkan dapat didengar oleh siapapun yang melewati tempat itu.


Semuanya mengalihkan pandangan ke arah Leo yang malah dengan seenaknya memanggil gurunya. Pak Andra pun menarik napas panjang dan menatap ke arah Ibu Laura memintanya guru BK itu untuk mendisiplinkan anak ini. Memang pria ini sangat susah dididik dan bahkan Pak Andra sudah angkat tangan.


“Kepala sekolah terlalu menyayangi dirinya. Wajar saja dia bersikap seenaknya dan tidak bisa dididik dengan baik. Seandainya kepala sekolah mengizinkan untuk memukulnya!”


Laura menarik napas panjang dan menatap ke arah Andra yang tidak mengetahui apapun mengenai sekolah ini. Bagaimana mungkin kepala sekolah menghukum laki-laki itu yang pasti akan kebal dengan hukum.


Leo tersenyum ke arah Laura. Laura membuang pandangannya.


“Ada apa kamu mencari saya?”


“Bapak, jauhi Ibu Laura karena dia jodoh saya.” Tentunya Andra sangat syok berat saat mendengar apa yang diucapkan oleh Leo. Laki-laki ini apakah tidak pernah diajarkan tentang adab? Bahkan ia berani mengatakan tentang jodoh d depan Laura sendiri.

__ADS_1


“Kau! Siapa yang mengajari mu berbicara seenaknya saja dan tidak menghormati ibu guru mu!”


“Kenapa? Fakta kok.”


Laura menarik napas dan kemudian menenangkan Andra dengan memegang tangan pria itu. Leo melihatnya dan dirinya makin lagi terbakar.


“Sudahlah tidak usah menanggapi dia. Kau hanya akan membuang tenaga mu!”


Andra mencoba untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Laura. Karena di satu sisi ja merasa jika Laura ada benarnya juga dan meladeni orang yang setiap harinya membuat ulah sama sekali tidak memiliki arti apapun.


“Bentar apa yang kau katakan. Tapi, apakah kau sama sekali tidak marah ketika dia mengatakan dengan lancang kau adalah jodohnya.”


“Dia sudah tidak bisa dididik lagi jadi jangan heran.”


Laura pergi begitu saja meninggalkan Andra. Ia menarik napas panjang dan menyadari kenapa Leo bersikap seperti itu kepada Andra. Pasti Andra menyukainya dan Leo cemburu. Karena sudah mengetahui masalahnya seperti itu sebaiknya Laura memang tidak usah mendekati Andra karena ia tidak ingin memberikan harapan kepada Andra.


••••••

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA


__ADS_2