Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 39


__ADS_3

Keadaan berubah menjadi hening, setelah Leo mengatakan kata-kata yang begitu berani membuat Laura sendiri sampai terdiam tidak percaya menatap ke arah pria itu.


Tentu saja orang yang tengah dibicarakan oleh Leo adalah dirinya. Ia saja belum sanggup untuk menikah muda, akan tetapi laki-laki itu begitu ngebet ingin menikahinya padahal tamat sekolah saja belum. Pandangan Laura berubah menjadi meremehkan Leo. Sementara pria itu hanya bisa menghadirkan matanya dan memohon kepada ayahnya Laura.


Sang ayah pun hanya diam tidak bisa berbuat apapun. Sementara itu Laura gugup setengah mati ketika ayahnya akan menyetujui hal tersebut. Di sisi lain Laura memang sangat mencintai Leo tapi ia belum sanggup untuk menikah secepatnya. Ia kalau bisa hanya ingin berpacaran terlebih dahulu apalagi dirinya belum menyelesaikan studinya dan tidak ingin membebani Leo yang masih SMA.


“Apa yang kau katakan Leo? Kamu tahu dengan ucapanmu itu akan bisa membuat orang lain sedikit takut?” tanya Laura yang membuat Leo tidak menyangka dengan reaksi wanita itu bisa seperti itu.


Padahal jelas-jelas Ia melakukan semua itu adalah untuk membantu Laura. Leo juga memang tidak bisa diremehkan karena dia merupakan orang yang cukup cerdas dan mampu belajar berbisnis karena memiliki darah sang ayah dan juga ibunya. Maka dari itu ia juga cukup pandai dalam mengelola perusahaan.


Ayahnya juga akan perlahan-lahan membantu Leo untuk belajar di bisnis miliknya. Hitung-hitung Leo membantu pekerjaannya sebelum ia benar-benar menyerahkan seluruh harta warisannya kepada laki-laki tersebut.


Sementara itu sampai sekarang Laura masih tidak percaya. Ia menarik nafas panjang dan menyadarkan diri sendiri bahwasanya mereka pasti akan tetap bersama akan tetapi tidak dengan sekarang.


“Kenapa memangnya? Kau tidak ingin? Padahal aku sudah tidak sabar untuk membuat mu menjadi orang satu-satunya yang ada di sisi ku.”


“Jangan pikirkan itu dulu karena kau masih terlalu sangat muda.”


Ayahnya Leo pun tertawa. Meskipun sekarang Laura adalah pacar dari Leo akan tetapi aura gurunya masih melekat pada diri Laura karena terlihat jelas bahwa Laura juga masih menganggap Leo sebagai murid yang harus Ia didik. Maka dari itu terkadang ia juga merasa aneh Jika meresturi hubungan itu karena terlihat jelas bahwa Laura belum siap.


“Memangnya kenapa? Apa salahku jika menginginkan semua itu? Papa dan Mama pasti setuju.”


Ayahnya Laura yang menyadari hal tersebut lantas menenangkan Laura. Ia juga tidak akan menyerahkan Laura secepat itu dan membuat Laura sampai ketakutan seperti itu. Ia pasti akan memikirkan nasib anaknya ke depannya dan memberikan anaknya kebebasan terlebih dahulu. Menikah terlalu cepat bukanlah pilihan yang baik karena mereka sama-sama masih sangat muda dan harus menikmati masa masa muda tersebut sebelum akhirnya mereka akan menjalani hidup yang sesungguhnya.


“Benar apa yang dikatakan oleh Laura. Jika kamu ingin menikahinya maka jangan sekarang. Om setuju saja jika kamu bersama dengan dia, apalagi Om telah mengenal kamu jadi Om harap kamu bisa menikahinya setelah Laura benar-benar siap dan juga kalian telah berumur yang matang untuk berumah tangga. Bagaimanapun rumah tangga bukanlah hal yang main-main dan kalian butuh belajar lebih banyak lagi.” Nasehat yang diberikan oleh ayahnya Laura membuat Leo terdiam. Ia memandang ke arah ayahnya seolah-olah meminta bantuan kepada pria itu akan tetapi sayangnya ayahnya pun berada di pihak yang sama dengan ayahnya Laura.

__ADS_1


“Entah kenapa aku berpikir bahwa yang dikatakan oleh ayahnya Laura itu benar. Ingat kamu itu masih sekolah dan masih bersifat seperti anak-anak dan belum dewasa sama sekali jadi jangan pernah memikirkan hal tersebut. Memangnya kamu bisa melewati Restu mamamu? Kamu tidak tahu apa yang terjadi di rumah?”


Tentunya ayahnya Laura sangat terkejut dengan pernyataan yang diberikan oleh temannya tersebut. Apakah ibunya Leo tidak menyetujui Laura? Tentu saja ia sangat terkejut dan berharap bahwasanya anaknya bisa diterima dengan sangat ramah di rumah.


“Ada apa dengan anak ku? Apakah dia tidak bisa menjadi orang yang terpilih dari keluargamu?”


“Kamu tahu sendirilah mamanya seperti apa, nanti saya akan membujuknya.”


Leo bernapas lega ketika ayahnya berusaha untuk membujuk ibunya walaupun ia masih ragu karena ia tahu betul bagaimana ibunya.


“Mama tidak akan pernah mengerti,” gumam Leo dan kemudian ayahnya langsung menyinggung tubuh Leo untuk berhenti memakai ibunya.


•••••


“Kamu benar-benar marah kepadaku?” tanya Leo kepada Laura yang saat ini meninggalkannya begitu saja.


“Apaan sih, ribet banget sih hidup. Baiklah aku akan meminta maaf dan berjanji kepadamu aku kan melamarmu ketika telah menjadi orang yang hebat dan sukses seperti yang kau harapkan.”


Laura menarik nafas panjang dan diam-diam tersenyum. Ia merasa lucu dengan Leo yang berusaha meminta maaf dirinya sambil mengejar.


Akhirnya Laura bertemu dengan temannya si Sasa dan Anwar. Tentunya Anwar sangat terkejut melihat Laura yang bersama dengan Leo. Hal itu tidak pernah disangka-sangka olehnya dan kemudian ia menutup mulutnya. Apakah yang ia lihat itu benar? Kenapa dirinya masih saja tetap tidak percaya.


“Oh Tuhan, ini benar-benar nyata yang ada di depan gue.” Anwar lantas mendekati Laura dan langsung merangkul pundak wanita itu di depan Leo yang hanya bisa ternganga melihat pacarnya digandeng oleh laki-laki lain. “Hebat juga lo Lau,” ucap Anwar tidak percaya.


“Kenapa?”

__ADS_1


“lu bisa-bisanya gaet anak donatur itu. Gue kira isu tentang lo cuman bohongan, ternyata beneran anjir.”


Leo yang sudah tidak tahan melihat pacarnya berbisik-bisik dengan Anwar lantas memisahkan Anwar dan menarik laki-laki itu menjauh dari Laura. Anwar terkejut begitupun dengan Laura. Namun ujung-ujungnya wanita itu mengerti dengan sikap Leo yang seperti itu.


“Apa-apaan sih Lo,” ujar Anwar yang tidak terima. “Lo mah orang baru, mentang-mentang tampan dan anak donatur Lo bebas buat godain anak di sini.”


Sasa yang sudah tahu bahwa Leo adalah pacarnya Laura hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kemudian merangkul pundak Laura untuk menghentikan wanita itu menghadang mereka. Sasa mengajak Laura untuk menyaksikan pertandingan antara dua belah pihak yang merebutkan Laura.


“Tenang aja nggak kenapa-kenapa kok.”


“Nggak kenapa-napa gimana? Jelas-jelas mereka bisa kelahi.”


“Biarin aja kali kalau mereka kelahi.”


Mata Laura membulat dan tidak akan pernah membiarkan Leo terlibat dengan permasalahan semacam ini.


“Anwar, stop dia pacar gue.”


Anwar pun terkejut dan memandang ke arah Laura. Sementara itu Sasa menghampiri Anwar dan menertawakan laki-laki tersebut.


“Makanya cari info dulu kalau mau kelahi. Nggak malu sendiri kan.”


••••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2