Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 36


__ADS_3

Leo membuang wajahnya karena ia sendiri sudah sangat frustasi tidak bisa menemukan jalan untuk tetap bersama dengan Laura. Ia begitu sabar menunggu Laura untuk menerima dirinya dan tidak mungkin ia melepaskan wanita itu begitu saja ketika mereka telah bersama. Leo adalah orang yang memiliki tekad yang begitu besar sehingga ia berani mengambil sebuah keputusan walaupun itu akan berdampak buruk ke depannya untuk dirinya. Ia akan melakukan berbagai cara untuk menahan Laura tetap ada di sampingnya.


“Laura, bagaimana mungkin aku tidak memikirkan hal tersebut ketika kau berusaha untuk melupakanku. Ketika kau berjalan di bawah hujan aku terus memantau diri mu. Hatiku sakit ingin mendekatimu tapi aku tidak bisa,” ucap Leo dengan perasaan yang begitu menggebu-gebu. Ia berusaha untuk meyakinkan mereka semua bahwasanya ia begitu mencintai Laura dan rela menjadi babu wanita tersebut.


Laura yang melihat tanda cinta Leo yang begitu besar tidak bisa berbuat apapun. Apa yang harus ia lakukan untuk membalas perasaan cinta yang dimiliki oleh Leo? Yang ada rasa bersalah yang begitu dalam. Ia adalah orang yang pengecut tidak seperti Leo. Sementara itu Leo begitu berani mengambil sebuah keputusan untuk membawa dirinya kabur demi perasaan cintanya.


“ Leo,” ucap Laura kemudian mengusap wajah laki-laki tersebut dengan senyum yang tidak pernah luntur di wajahnya. Leo yang melihat hal itu hatinya tentu saja berbunga-bunga dan tidak bisa berkata-kata lagi saking bahagianya.


Laki-laki tersebut menarik nafas panjang. Ia mungkin akan mendengarkan Laura untuk kali ini dan memang keinginan dirinya sangat di luar dugaan.


“Jadi apa yang harus aku lakukan? Tampaknya kau membenciku setelah aku mengatakan keinginan tersebut.”


Hujan terus mengguyur tubuh mereka tanpa ampun sehingga keduanya benar-benar basah kuyup. Laura menatap cara Leo meyakinkan bahwa masih banyak cara yang akan mereka lakukan dan tidak perlu melakukan hal nekat seperti itu.


“Keinginanmu tersebut terlalu konyol sehingga membuat orang lain saja tidak bisa berkata-kata ketika mendengarnya. Kau tahu masih banyak cara yang kita bisa lakukan. Kenapa kita tidak berjuang sekali lagi untuk mendapatkan restu dari ibumu?”


“Aku memang menginginkan hal tersebut. Akan tetapi kau sendiri yang pesimis dan tidak percaya diri. Tapi mau bagaimana lagi, Kau pasti tidak akan pernah setuju dengan diriku. Satu lagi yang ingin aku katakan, kamu kau sendiri yang pergi dari rumah bahkan aku tidak mengerti kenapa kamu melakukan itu?”


Laura menarik nafas panjang karena ia teringat bahwasanya Nisa yang begitu mencintai Leo tapi ia merelakan laki-laki tersebut bersama dirinya padahal Nisa memiliki peluang untuk mendapatkan cintanya. Perasaan tersebut benar-benar membuat Nisa merasa tidak nyaman.


“Apa yang harus aku lakukan? Aku melihat jelas bahwa Nisa begitu mencintaimu, setiap kalinya berusaha untuk meyakinkanku agar tetap bersamamu malah aku merasa sangat salah kepadanya. Tentunya perasaan ini tidak enak.”

__ADS_1


Baiklah Leo mengerti dan ia akan perlahan untuk menjauhi Nisa.


“Nisa memang seharusnya sudah seperti itu. Apa yang harus aku lakukan? Apa kamu rela melihatku bersama dengan Nisa?” nah pertanyaan ini yang tidak bisa dijawab oleh Laura sendiri. Ia benar-benar bingung dengan perasaannya sebab dirinya tahu betul bahwa ia tidak akan pernah sanggup ditinggalkan.


Laura berjalan ke arah motor milik pria itu dan kemudian duduk di bagian boncengannya. Ia menikmati air hujan yang mengguyur tubuhnya. Walaupun tubuhnya telah membiru dan bahkan sampai keriput tapi ia tidak peduli sama sekali. Leo yang melihat hal tersebut malah merasa sangat tidak tega.


“Apa yang harus aku lakukan? Kamu benar-benar keterlaluan, dan begitu juga diriku sendiri. Aku jelas-jelas juga tidak ingin merelakan kamu bersama dengan Nisa.”


“Maka dari itu Nisa juga memiliki perasaan yang sama seperti mu Jika dia bersamaku.”


Tampaknya Leo sudah mulai pandai bermain kata-kata. Apa yang dikatakan Leo ada benarnya juga. Sehingga mereka pun pastinya tidak akan mau melihat orang yang dicintai pergi begitu saja tapi ada saatnya ia harus merelakannya.


Leo menganggukkan kepalanya dan pada akhirnya Laura mengerti kemudian tersenyum ke arah Leo. Senyum wanita tersebut membuat dunia Leo diproak porandakan dan ia tidak bisa berkata-kata lagi dan kemudian memeluk tubuh Laura dengan sangat erat.


•••••


Laura menarik nafas panjang. Ia menatap ke arah Leo yang juga sama seperti dirinya basah kuyup. Leo dan Laura tertawa karena mereka tahu pasti setelah ini tidak akan sanggup mendengar omelan dari ibunya Laura.


“Aku harus siap-siap. Tau kan ap yang akan terjadi setelah ini?” mendengarnya hanya tertawa dan kemudian memukul pundak Leo. Ia tahu sengaja untuk mengejek ibunya. Maka dari itu yang memberikan tatapan yang tidak setuju dengan Leo. “Enggak maknya nggak anaknya sama-sama garang.”


Laura menarik nafas panjang. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, Mungkin ia hanya bisa bersiap-siap bersama dengan Leo. Laura mengetuk pintu dengan ragu-ragu dan kemudian terdengar ibunya yang tengah berjalan menghampiri pintu untuk membukakannya pintu.

__ADS_1


Laura dan juga Leo saling berpandangan. Mereka menghitung mulai dari satu hingga tiga lalu tepat pintu dibuka. Mereka pun menatap ke arah ibunya dengan pandangan yang tidak bersalah sama sekali. Kemudian mereka cengengesan di saat melihat wajah ibunya yang sangat marah.


“Kalian benar-benar menguji kesabaran ku!!” teriak ibunya dengan marah dan Laura menarik napas panjang berusaha untuk menenangkan ibunya.


“Mama, tenanglah ini tidak seperti yang mama pikirin.”


“Lantas seperti apa? Mama melihat dengan mata kepala mama sendiri kalian pulang entah dari mana dalam keadaan basah kuyup seperti ini,” ucap ibunya menarik napas panjang dan Laura terdiam dan setelah itu ia melihat ibunya hendak menutupinya pintu.


Laura berteriak kencang mendorong pintu agar tidak tertutup. Setelah itu ia melihat ke arah Leo meminta bantuan laki-laki tersebut agar bisa menahan pintu itu bersama agar tidak dikunci di luar. Awalnya Leo merasa bingung dan pada pada akhirnya Leo pun tersadar dan kemudian menahan pintu tersebut agar tidak dikunci.


Lalu setelahnya orang tuanya Laura membuka pintu kembali dan kemudian menarik tangan anaknya masuk. Setelah itu ia menutup pintu tersebut dan meninggalkan Leo di luar sendirian.


“Mama!” ucap Laura menarik napas panjang dan hendak membukakan pintu.


“Tidak usah pikirkan biarkan dia saja.”


•••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2