
Saat ini Laura benar-benar disidang dihadapan keluarga Leo. Ia tentu saja marah ketika semua orang menyudutkan dirinya. Laura sama sekali tidak bermaksud seperti itu dan mendengar setiap spekulasi mereka tentang dirinya membuatnya sangat marah. Dari dulu dia memang tidak bisa berdamai dengan keluarga ini, jika dikatakan dia sangat membenci keluarga tersebut tidak juga, tapi hanya berharap bahwasanya mereka bisa sadar dengan perbuatannya.
“Kenapa harus aku yang disalahkan? Aku tidak tahu apapun karena kalian tidak pernah menceritakannya kepadaku. Kalian terus menyalakan ku seperti ini, satu lagi dia yang meminta aku menceritakannya bukan aku yang bermaksud ingin menceritakannya.”
Nisa yang dari tadi diam pun akhirnya angkat bicara. Mungkin karena ia sudah terlalu merasa larut dengan permasalahannya. Dulu mungkin bisa saja dirinya selalu berada di pihak Laura, sekarang keadaannya berbeda.
“Kak Laura, seharusnya kalau orang mencari tahu terlebih dahulu sebelum menceritakannya. Apakah kakak benar-benar ingin Leo kembali mengingat masa lalunya? Apakah masa lalu lebih penting daripada kesehatan Leo? Kenapa bisa melihat Kakak sepertinya sangat egois.” Laura memandang ke arah Nisa sangat tidak ia percaya akan melakukan hal tersebut untuknya.
Apakah sekarang Nisa telah berubah haluan? Jika benar seperti itu maka dirinya tidak akan kaget lagi. Laura hanya tertawa hambar karena merasa ia tidak memiliki siapapun di sini.
“Nisa, Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu. Tapi jika kamu berpikir seperti itu Aku juga tidak akan masalah. Semua orang memang berhak untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Baiklah aku mengaku salah, sekarang apa yang akan kalian lakukan kepadaku? Aku akan menerima semuanya.”
Tampaknya Laura benar-benar emosi kali ini. Wanita tersebut bahkan tidak bisa menenangkan hatinya yang sangat panas. Ia terlanjur membenci mereka berdua.
“Sudahlah, lebih baik aku diam dulu. Kalian kan yang paling tahu? Aku mah apa?” Laura memandang ke arah ayahnya Leo yang biasanya selalu berada di pihaknya dan bahkan menjadi teman ayahnya.
Ia ingin tahu apa yang sedang mereka pikirkan ketika menyudutkan dirinya seperti itu. Tapi Laura juga bisa melihat betapa Dia sangat tertekan dan tidak bisa berbuat apapun karena orang yang lebih berkuasa dalam hal ini adalah istrinya. Mengingat Laura memiliki sejarah yang begitu buruk dengan wanita tersebut maka ia hanya bisa menghela nafas beberapa kali.
“Baiklah kalian semua adalah orang yang benar dan aku salah. Tapi kenapa kalian terus diam dan tidak memberitahuku apa yang akan aku lakukan karena aku salah? Seharusnya aku dihukum, kan?”
__ADS_1
Tampak ibunya Leo Itu juga merasa tidak enak kepada Laura. Meskipun mereka memiliki sejarah buruk tapi tidak bisa dipungkiri bahwasanya ia begitu mencintai Laura karena anaknya yang sangat peduli kepada wanita itu. Perasaan memang bisa berubah seiringnya waktu, tapi anaknya terluka dan bahkan sampai mengalami cedera parah seperti ini juga tidak luput dari kesalahan Laura sehingga ia harus berpikir dua kali lagi.
“Baiklah Kamu tidak usah menemuinya lagi sampai kapanpun. Kamu pulang ke Indonesia dan jangan mempengaruhi pikirannya lagi. Biarkan Leo hidup dengan caranya sendiri.”
Sungguh berat untuk melaksanakannya, tapi karena memang ia lebih memikirkan kesehatan Leo maka tidak ada salahnya ia berkorban. Laura menarik nafas cukup panjang dan kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Terlihat jelas bahwasanya ia sangat merasa sedih. Tapi wanita itu berusaha menahan perasaan yang terus menggebu-gebu.
“Tidak ada pilihan lain selain Aku menyetubuhinya dan segera pergi dari Amerika Serikat ini.”
•••••••
Laura telah pergi ke Indonesia beberapa jam yang lalu. Leo baru mengetahui hubungan tersebut. Ia benar-benar sangat terkejut dan tidak tahu harus melakukan apalagi untuk menenangkan hatinya yang entah kenapa terus berdetak cukup kencang. Padahal kedua orang tuanya serta Nisa meyakinkan bahwa apa yang dikatakan Laura semuanya bohong dan sebenarnya Laura hanyalah wanita yang mengaku-ngaku.
Leo merasa galau hanya karena ini, namun nalurinya yang begitu kencang membuatnya sangat yakin bahwa Laura adalah orang yang penting di dalam hidupnya dan tidak seperti yang dikatakan oleh keluarganya. Leo mengepalkan tangannya dan kemudian menatap ke arah orang yang baru saja masuk ke dalam kamarnya itu.
“Nisa di mana Laura?”
Nisa mengerutkan keningnya, kenapa ketika ia datang malah menanyakan tentang wanita itu. Terlihat bahwa Anisa sama sekali tidak menyukai pertanyaan yang diberikan oleh Leo. Ia membuang wajahnya dan memasang wajah kesal.
“apa yang lo pikirin tentang dia? Kenapa harus repot-repot memikirkan dia. Masih banyak orang lain dan kenapa harus dia.”
__ADS_1
“Gue bener-bener nggak paham sama Lo. Sebenarnya apa yang lo sembunyiin dari gue? Gue tau lo bohong, mending lu nggak usah menyimpan apapun dari gue lagi. Sumpah demi apapun gue benci sama lo Nisa.”
Nisa membulatkan matanya mendengar ucapan laki-laki tersebut. Ia tidak mungkin merelakan hatinya ini dibenci oleh Leo. Air mata Nisa pun menetes, hubungannya lebih lama daripada dengan Laura. Ia sudah menemani Leo dari kecil dan kenapa harus dirabut oleh wanita itu? Laura telah menghancurkan hidupnya dan hubungannya dengan Leo.
“Gue nggak pernah nyangka lo bakal kayak gitu, sumpah gue sakit hati. Lo tega sama gue, Leo. Semenjak ada wanita itu dalam hidup lo gue nggak pernah diperhatiin sama lo. Dari dulu lo hanya pikirin dia dan gak pernah mikirin sahabat lo yang udah nemenin lo dari kecil. Apa hebatnya dia? Kenapa lo bisa jatuh cinta dengan orang yang lebih tua dari lo itu. Dia udah tua!”
“Shut up. Jadi benar kami dulu memiliki hubungan?” Leo hanya bisa menertawakan dirinya sendiri yang begitu bodoh bisa dibohongi oleh orang yang sangat ia percaya. “Sumpah lo nggak tau diri banget, sekarang lo minta dikasihani? Nggak semudah itu. Pergi Lo dari sini.”
Leo anak beranjak dari tempat tidurnya dan Nisa yang melihat hal itu sangat panik.
“Apa yang lo lakuin Leo? Ini bahaya buat lo. Lagi pula Nisa udah balik ke Indonesia.”
Mata Leo pun membulat. Keinginannya keluar dari rumah sakit begitu besar dan ingin pulang ke Indonesia. Namun ketika saat melangkah dirinya merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya. Kali ini berbeda, sakitnya benar-benar menyiksa hingga Leo tidak bisa bernapas dan Mungkin ia merasa bahwa hari ini adalah terakhir ia hidup.
••••••
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1