Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 11


__ADS_3

Tidak disangka ia malah pulang dengan cowok itu. Karena memang tidak ada pilihan lain, dirinya harus terpaksa ikut dengan laki-laki tersebut untuk pulang ke rumahnya. Lagipula ojek yang ditawarkan oleh Leo juga gratis dan dirinya tidak perlu repot-repot untuk memesan ojek maupun ikut dengan temannya.


“Akhirnya hati ibu Laura terbuka juga. Saya memang sangat ganteng dan ibu Laura harus memilih saya jika ingin hidupnya bahagia,” ucap Leo dengan bangganya dan sama sekali tidak memiliki rasa malu.


Laura membuang pandangannya dan tidak ada waktu untuk meladeni dia itu dan segala ocehannya. Dia memang pandai membuat orang lain sangat kesal kepada dirinya. Laura menarik nafas panjang dan menatap ke arah pinggir jalan yang dipenuhi dengan pengendara lain.


Tak berselang lama akhirnya pun mereka telah sampai di depan rumahnya. Laura benar-benar mati rasa ketika ia melihat ibunya ada di depan pagar sedang membuang sampah. Pasti sang Ibu telah melihat ini semua dan ia akan mengintrogasi dirinya dengan cukup lama.


Padahal ia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Leo. Bagaimana jika ibunya makan salah paham kepada dirinya dan menganggap bahwa laki-laki ini adalah kekasihnya dan kemudian ia akan memarahi dirinya. Mengingat ibunya yang sulit untuk dijelaskan membuat Laura hanya bisa pasrah.


“Mama!” ucap Laura dan dengan perasaan tidak enak Ia pun turun dari motor Leo. Sesekali ia arah pria itu dan meminta tolong agar laki-laki tersebut bisa menjelaskan yang sebenarnya kepada sang ibu. Laura sangat berharap bahwa ibunya tidak akan salah paham.


“Dari mana saja kamu?” Lihatlah wajah ibunya sekarang, benar-benar tidak bersahabat sama sekali membuat tubuh Laura bergetar.


Sementara itu Leo baru pertama kali melihat ibu guru Laura yang sangat tegas dan cantik ini ketar-ketir di depan orang tuanya. Leo tidak tahu harus tertawa atau bagaimana, tapi ketika melihat Laura yang sangat ketakutan benar-benar menjadi suatu hiburan yang sangat menyenangkan bagi dirinya.


Bahkan pria itu juga berencana ingin menceritakan kejadian ini kepada Alex dan Naufal yang notabennya sangat menakuti ibu guru Laura.


“Laura habis kuliah Ma!” Sang Ibu memandang ke arah Leo yang senyum-senyum.


Setelah melihat mata Ibu dari Laura tersebut sangat menakutkan barulah ia menyadari bahwa dimana Laura mendapatkan tatapan yang menakutkan. Tentu saja dari wanita ini dan bahkan auranya lebih kental lagi daripada Laura. Menghadapi Laura saja ia sudah keberatan bagaimana mungkin ia bisa menghadapi pabrik Laura.


“Tante, eh salah camer!”


Mata Laura langsung membulat dan mendorong tubuh Leo. Kejadian itu benar-benar tidak terduga hingga membuat Ibunya Laura sendiri sangat terkejut dan memandang marah ke arah anaknya yang tidak bisa bersikap sopan santun kepada orang lain.


“Laura apa yang kamu lakukan? Dia adalah anak orang lain bagaimana jika terjadi sesuatu kepada dia dan kita harus bertanggung jawab?” Mendapatkan pembelaan dari orang tuanya Laura Leo pun semakin menjadi-jadi dan mengeluh rasa sakit di kepala dan kakinya padahal tidak ada sakit sama sekali.

__ADS_1


Laura yang melihat hal tersebut langsung mendecih. Bisa-bisanya laki-laki ini pandai berakting di depannya. Apakah ia tidak tahu bahwa dirinya tidak akan membiarkan laki-laki tersebut basandiwara di depan ibunya untuk menarik perhatian sang ibu.


“Dan kau tidak perlu bersandiwara di depanku!” Nyatanya sang Ibu telah menyadari. “Siapa namamu?”


Tentu saja Leo sangat senang ketika calon ibu mertua menanyakan siapa nama dirinya dan seolah-olah ingin berkenalan dengannya. Laki-laki itu makin bersikap tengil dan memasang wajah sok tampan.


“Nama saya Leo!”


“Leo? Apa hubungan kalian?”


“Guru dan murid/pacaran!” Dua jawaban yang sangat berbeda dan sangat kontras.


Laura memandang tajam ke arah Leo yang berani-beraninya mengaku bahwa dirinya adalah pacar pria itu. Ia mengepalkan tangannya dan kemudian hendak menghukum Leo.


“Ingat, ini di luar sekolah!” Pria itu mengatakannya karena ia tahu bahwa Naura tidak akan bisa menghukum dirinya Karena mereka tidak sedang berada di dalam sekolah.


Laura memandang arah ibunya dengan tatapan sedih karena ibunya mengangkat bahwa ia memiliki hubungan dengan laki-laki itu. Laura mencoba untuk mengejar Ibunya dan menjelaskan kepada sang Ibu bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun.


“MAMA DENGERIN LAURA! KITA EMANG BENER-BENER NGGAK MEMILIKI HUBUNGAN APAPUN! DIA NYALA ANAK MURID LAURA MA! DIA BERADA DI SEKOLAH YANG SAMA DI TEMPAT LAURA MENGAJAR KARENA ORANG TUANYA LAH PEMILIK SEKOLAHNYA! NAURA JUGA TIDAK TAHU KENAPA DIA TIBA-TIBA MENGAKU SEPERTI ITU! MUNGKIN KARENA DIA TIDAK BISA MELUPAKAN HUBUNGAN KAMI!”


Leo melihat semuanya bagaimana Laura yang berusaha menjelaskan kepada ibunya di dalam rumah. Ia memandang ke arah cermin motornya dan menghela nafas panjang.


“Benar kata pepatah bawa orang ganteng banyak sekali cobaannya!”


•••••


Leo memasuki rumahnya dan melihat jika Nisa tengah bermain dengan kucingnya. Nisa yang melihat kedatangan Leo yang sama sekali tidak bersemangat membuatnya mengerutkan kening. Tumben sekali laki-laki tersebut tidak hiperaktif.

__ADS_1


“Kenapa lo? Tumben banget wajah lo ditekuk kaya gitu? Lagi galau lo?”


Leo mengabaikan Nisa dan kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mengambil komputernya untuk bermain game. Ia mengenal dunia game adalah dari rasa galaunya ketika telah diputuskan oleh Laura dahulu. Padahal Ia sangat menyayangi wanita itu dan bahkan sampai sekarang.


“Ada aja nasib gue!”


Bruk


Tiba-tiba Nisa datang dan langsung naik ke atas ranjangnya sambil meloncat sehingga ia pun hampir jantungan.


“Hayo ada apa lo?!!”


“Nggak apa-apa!”


Nisa yang mendengar jawaban singkat tersebut lantas mengerutkan keningnya. Ia tidak tahu apa yang telah membuat Leo begitu sangat sedih. Dahulu ia pernah melihat laki-laki tersebut seperti ini juga. Tapi ia sama sekali tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan Leo dan mengira mungkin Leo sedang memiliki masalah dengan keluarganya. Apakah kali ini juga sama?


“Lo sama sekali nggak mau cerita gitu!”


Leo menarik nafas panjang dan memandang ke arah Nisa dengan wajah yang serius, “Nisa, kali ini gue bener-bener mohon sama lo jangan ganggu gue. Gue mau sendiri dulu!”


“Oh oke.” Nisa lantas menjauh dari laki-laki tersebut dengan pandangan sedih padahal Ia ingin mendengar Leo bercerita kepadanya karena mereka adalah sahabat. “Ingat kalau butuh sesuatu cerita aja sama gue!”


••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2