Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 13


__ADS_3

“Selamat siang ibu guru cantik,” sapa Leo dengan semangat menyambut pagi Laura.


Laura mengerjapkan matanya seakan tidak percaya bahwa pria ini telah datang begitu pagi padahal Ia pergi ke sekolah bisa dikatakan sangat pagi namun sudah ada laki-laki tersebut di sini lebih dulu darinya. Laura pun melewati Leo begitu saja dan kemudian Leo tidak mau kalah dan berjalan mundur dan lebih dulu sembari menatap Laura.


Laura seakan tidak menganggap kehadiran Leo. Walaupun sudah sering ditolak oleh wanita itu ia sama sekali tidak menyerah dan terus berjuang untuk mendapatkan hatinya. Leo berbicara banyak hal mengenai masalahnya dan juga apa yang ia sukai sementara itu Laura yang tidak ingin mendengarkan tetap bisa mendengarnya.


Ia berhenti perjalanan refleks Leo pun mengikuti dirinya. Laki-laki itu mengangkat satu alisnya sembari tangan dilipat di dada lalu memberikan ekspresi seakan-akan tengah bertanya kenapa Laura berhenti. Sementara itu Laura tidak peduli dan memandang ke arah Leo dengan tatapan memperingatkan.


“Kenapa terus mengikutiku? Apakah kau ingin meminta hukuman atau meminta tugas?” Laura menatap ke arah Leo dengan tatapan tajam hingga membuat anak itu jadi salah tingkah dan menggaruk belakang kepalanya.


“Kenapa? Memangnya tidak boleh melihat mantan sendiri?” Laura menghembuskan nafas, ini adalah di sekolah dan kenapa bisa-bisanya lagi-lagi tersebut bersikap seperti di luar sekolah.


“Di sekolah aku adalah gurumu.”


“Wah kalau di luar bebas dong nanti saya mau ngapain?” Laura tersenyum paksa dan kemudian memperbaiki tas di tangannya dan meninggalkan Leo.


Leo memasang wajah memelas saat melihat Laura pergi begitu saja dan tidak mau mempedulikan dirinya. Ia bingung cara mengambil hati Laura. Padahal ketika ia pertama kali melihat wanita itu dan berjanji pasti bisa mendapatkannya dan ia dengan mudah mendapatkan wanita itu. Namun sekarang tamatnya Laura sudah dewasa dan mengerti dengan segalanya sehingga ia tidak mungkin berpacaran dengan anak ingusan seperti dirinya.


Padahal perasaannya kepada Laura tetap sama tidak berubah dan benar-benar mencintai dengan tulus bukan seperti cinta monyet. Tidak semata-mata kecantikan Laura namun karena kebaikanlah orang di masa lalu membuat dirinya tidak mudah untuk melupakan wanita itu.


Leo mengejar Laura dan kemudian tanpa memikirkan ke depannya lagi ia langsung memeluk wanita itu dari belakang. Laura akui bawah fisik laki-laki tersebut jauh dari dirinya.


Sementara itu wanita tersebut tidak bisa berkutik sama sekali setelah mendapatkan pelukan hangat dari Leo. Pelukan yang sudah lama tidak pernah ia rasakan dari laki-laki itu dan pada hari ini ia memeluk dirinya kembali. Entah apa yang dipikirkan Laura saat ini tapi ia tidak ada berinisiatif untuk melepaskannya mungkin karena ia masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan laki-laki itu.


Leo meletakkan dagunya di pundok Laura. Kemudian ia memeluknya dengan erat dan tidak bisa dilepaskan oleh Laura dengan mudah.

__ADS_1


“Ada apa memangnya? Lepaskan aku Leo!”


“Laura, dari dulu kau terus menganggapku bocah. Apakah kau tidak mengetahui bahwa bocah ini benar-benar serius denganmu dan tidak pernah sedikitpun untuk menjadikan kau sebagai pelampiasan ku. Lihatlah aku sekali saja karena aku benar-benar mencintaimu. Aku perasaan ini tidak mudah hilang dari diriku karena kenangan kita terlalu banyak. Anggap aku sebagai mantanmu yang gagal melupakanmu.”


Laura menarik nafas panjang dan memejamkan matanya. Memang ia sangat merasa dejavu ketika dipeluk oleh laki-laki tersebut. Hatinya benar-benar masih memberontak mengatakan bahwa Ia memang merindukan laki-laki tersebut.


Laura melepaskan tangan Leo yang berada di perutnya dengan perlahan. Kemudian ia membalikkan tubuhnya dan memandang pria tersebut dengan pandangan yang cukup teduh hingga membuat Leo mengukir senyum di wajahnya.


“Leo, belajarlah lebih giat lagi. Setelah itu baru temui aku!”


Leo termenung menatap ke arah wanita tersebut. Ia hanya bisa membiarkan Laura pergi begitu saja. Sedangkan Laura perasaannya sekarang sangatlah campur aduk.


••••••••


Leo termenung di jam pelajarannya. Ia tidak mengikuti kelas dengan benar hingga membuat guru yang ada di depan merasa geram kepadanya.


Leo meninggalkan kelas begitu saja dan tidak meminta maaf kepada guru yang tengah mengajarnya. Aksinya itu benar-benar membuat orang tercengang Karena Guru tersebut mengusirnya apa maksud ingin Ia meminta maaf tidak mengulangi kesalahan yang dibuatnya, akan tetapi ia malah berani membangkang guru dan keluar dari dalam kelas.


“Leo! Benar-benar kau tidak tahu diri! Dari mana kau belajar sifat seperti itu! Apakah orang tuamu mengajarkannya seperti itu?!”


“Lebih tepatnya mereka tidak pernah mengajarkanku!” Sang Guru pun terdiam dan kemudian tertawa seolah-olah meremehkan.


Akhirnya ia tahu kenapa laki-laki tersebut memiliki sifat yang tidak teratur karena mungkin memang tidak pernah mendapatkan pelajaran dari orang tuanya.


“Pantas saja kamu seperti orang yang tidak pernah belajar! Jika keadaan ekonomi membuat orang mu seperti itu lebih baik kau pindah dari sekolah ini!” Tidak ada yang tahu bahwa Leo adalah anak dari pemilik sekolah tersebut, karena Leo sendiri untuk mengatakannya. Untuk apa memberitahukan seseorang dengan hal yang segala seperti itu.

__ADS_1


“Oh, kita lihat aja siapa yang akan keluar dari sekolah ini! Ibu berani sekarang mengatakan seperti itu, seolah-olah keluarga kami dari orang yang tidak berada!”


“Hanya dari orang-orang miskin yang tidak terpelajar.” Guru tersebut berani sekali menyinggung orang miskin karena menurutnya semua orang yang ada di sekolah ini merupakan orang kaya.


“Silakan undang Bapak saya ke sini dam minta dia memindahkan saya.”


“Nanti saya akan meminta surat dari kepala sekolah untuk mengeluarkan mu!”


Leo tersenyum miring dan menatap searah cemburu dari atas hingga bawah. Wajar jika guru tersebut sangat marah karena anak zaman sekarang tidak memiliki etika terhadap gurunya.


“Kenapa semua orang tidak bisa memiliki pandangan yang lebih luas lagi? Menurutku Leo seperti itu karena memang tidak memiliki penduduk yang bagus dari orang tuanya. Bagaimanapun madrasah pertama adalah orang tua!”


“Mungkin ibu benar dia berada di keluarga yang tidak cukup finansial, sehingga keluarganya tidak bisa mengurusnya dan menjadi anak yang pembangkang. Aku pikir mungkin ini sangat berat!”


Naufal dan Alex yang mendengar pembicaraan tersebut sangat geram. Ia memandang ke arah para siswa tersebut.


“Leo punya rumah gede, jadi jangan kalian anggap dia orang susah!”


“Tapi gayanya memang kayak orang susah!”


Alex menenangkan Naufal yang terlihat marah ketika mendapati orang menghujat sahabatnya.


“Dia belum tahu aja Leo siapa!”


•••••••

__ADS_1


Tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2