Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 31


__ADS_3

Laura sedang hendak belanja di Indomaret dan tidak akan menyangka bertemu dengan laki-laki tersebut yang menghadang dirinya. Entah apa yang akan dilakukan oleh laki-laki itu tapi Laura yakin pasti ia ingin membicarakan masalah kemarin. Sementara dirinya tidak peduli lagi dengan masalah itu dan hanya berharap bahwasanya mereka akan mendapatkan titik keluarnya bersama-sama.


Laura menarik nafas panjang dan kemudian memberikan pembayaran kepada kasir. Setelah itu dirinya pergi begitu saja sambil menemui Leo yang telah menunggunya.


“Dari mana kamu tahu aku ada di sini?” tanya Laura kepada laki-laki tersebut.


Laki-laki Itu tampak menarik nafas panjang dan kemudian menarik tangan Laura untuk naik ke atas motornya. Laura pun naik ke atas motor pria itu dan laki-laki tersebut tidak membawanya untuk pulang ke rumah dan malah membawanya ke taman.


Tampaknya Leo sedang tidak tenang dan ingin membicarakan masalah tersebut dengan Laura. Tidak selamanya ia bisa memendam masalahnya sendiri.


“Laura, maafkan aku akan membawamu pergi dahulu,” ucap laki-laki tersebut yang tidak perlu menurut Laura.


“Terserah saja, pasti kamu ingin membicarakan sesuatu.”


“seperti yang kamu bilang,” ucap laki-laki itu dan Laura tersenyum dan kemudian mengeratkan pelukannya di perut laki-laki itu.


“Laura, berjanjilah tidak akan pernah meninggalkanku.”

__ADS_1


“Iya-iya,” ucap Laura untuk menenangkan rasa khawatir Leo yang berlebihan tersebut.


Pada akhirnya mereka pun telah sampai di taman. Laura pun turun dari motor dan menarik napas panjang, ia harus sedikit lebih baik lagi apalagi dirinya adalah orang yang lebih dewasa daripada Leo. Ia harus memberikan bantuan kepada laki-laki tersebut.


Laura duduk di salah satu bangku taman dan kemudian menunggu Leo yang berjalannya sambil memikirkan masalah. Laura yang melihat hal tersebut tersenyum dan kemudian mendekati pria itu dan menarik tangannya. Ia membawa laki-laki tersebut duduk di sampingnya.


“Ayo ceritakan yang sebenarnya, kenapa kamu bisa sampai seperti ini? Masalah apa yang sedang kamu hadapi? Kamu tidak seharusnya menghadapinya sendirian.” Leo menganggukkan kepalanya karena setuju dengan apa yang dikatakan oleh Laura tersebut. Maka dari itu ia ingin menceritakan masalahnya kepada Laura.


“Ya aku pasti akan mendengarkan setiap nasehatmu ibu guru.”


Laura terkekeh ketika mendengar Leo menyebut dirinya seperti itu. Ia mendorong laki-laki tersebut yang itu hanyalah sebuah candaan. Ia menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya perlahan.


“Memangnya kenapa? Terserah aku dong,” ucap Leo yang tidak mau kalah tersebut.


Laura menarik nafas panjang dan kemudian menganggukkan kepalanya. Terserah laki-laki tersebut, i sudah pusing untuk menghadapinya.


“Baiklah sekarang katakan apa masalahmu,” ucap wanita tersebut dan menunggu Leo akan menceritakannya. “belum menemukan titik terangnya juga?”

__ADS_1


“Sudah pastilah aku tidak bisa menemukan titik terangnya, makanya aku datang ke sini supaya kamu tidak marah. Aku tahu kamu tidak menyukai ibuku dan begitu pula sebaliknya. Dan aku sekarang mulai mengerti bahwa masalahnya itu ada pada diri kalian dan bagaimana jika kalian saling meminta maaf.”


Laura bukanlah wanita yang berpandangan sempit. Ia mengerti dengan masalah tersebut dan tidak akan mungkin bersikap kekanak-kanakan. Ia pasti akan meminta maaf seperti yang dikatakan oleh Leo namun apakah orang tuanya Leo bisa menerima dirinya?


“Tempatnya aku bisa saja memaafkan ibu mu, Tapi aku tidak tahu apakah dia bisa memaafkanku,” ucap Laura dan Leon yang mendengarnya sedikit senang.


Setidaknya, tidak ada keras kepala dari dua belah pihak. Mungkin dengan seperti ini mereka bisa saling memaafkan.


“Apakah kau ingin bertemu dengan orang tuaku?” Laura yang mendengarnya tidak bisa berkata-kata lagi karena ini benar-benar di luar dugaannya.


“Kau mengatakan ini apakah tidak merasa takut sama sekali? Entah kenapa aku belum siap untuk melakukannya, kau tidak akan marah kepadaku bukan?”


Leo menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin marah kepada Laura.


••••••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2