
Semua orang menyalakan Leo. Namun Leo tidak peduli sama sekali, siapa yang berani untuk mengeluarkan dirinya dari sekolah ini? Hanya ayahnya yang boleh memarahinya. Sementara itu banyak orang yang tidak berani terhadap keluarganya.
Walaupun sekarang ia dihina itu semua karena mereka tidak mengetahui identitas asli Leo yang sebenarnya. Leo adalah anak dari keluarga terpandang dan memiliki kecerdasan yang luar biasa namun sayang sekali ia memiliki sifat yang malas. Semua bakatnya menjadi tidak terasah.
Hanya satu yang diinginkan oleh laki-laki tersebut, ialah Laura. Di saat berita itu menerjang yang paling dikhawatirkannya adalah Laura. Berbagai cara ia cari untuk mengetahui siapa sebenarnya yang menyebarkan foto tersebut. Karena ia juga memiliki keterampilan di bidang IT Jadi ia bisa mengacak IP address orang yang melakukan penyebaran foto tersebut.
Leo tersenyum dan mengepalkan tangannya sekaligus. Ia harus membereskan orang tersebut baru menemui Laura dan meminta maaf kepada wanita itu. Pasti saat ini Laura menjadi bahan tertawaan di kantor. Ia tidak sanggup melihat Laura yang diremehkan seperti itu.
Tatapan tajam yang dihujamkan oleh Leo tidak juga membuat Irwan takut. Dialah orang yang telah memotret kejadian tersebut dan sengaja menyebarkannya. Ia memang sangat membenci Leo karena laki-laki itu suka membully pacarnya. Sikap bullying yang dilakukan oleh Leo bukan lagi sebuah rahasia umum.
Tidak hanya siswa yang menjadi korban bullying yang dilakukan oleh lelaki itu, banyak juga dari beberapa guru yang sempat bertengkar dengannya mendapatkan bullying dari Leo. Banyak orang yang mendemo bahwa Leo harus dikeluarkan namun sampai saat ini sekolah belum juga mau mengeluarkannya dan mengatakan bahwa sebentar lagi dia itu akan tamat. Bukan seperti itu maksud mereka, maksudnya adalah sengaja memutuskan harapan Leo yang sudah di ujung tanduk untuk tamat sekolah, itu barulah hukuman yang sepadan.
Tapi sampai saat ini orang tidak mengetahui kenapa Leo selalu kebal dengan hukum, tentu saja itu semua karena Leo memiliki kuasa atas sekolah ini dan bahkan kepala sekolah yang bekerja adalah asistennya. Laura sebelum mengetahui identitas Leo merasa bingung dengan hal tersebut namun sekarang ia sudah mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
“Mau bagaimana lagi! Semua orang mempertahankan Lo, bahkan sikap lo yang seperti ini masih mendapat pembelaan dari banyak orang! Jadi bagaimanakah caranya kami mendapatkan keadilan? Apakah orang tua lo sangat kaya hingga lo berani untuk membully orang lain dan bahkan sampai kebal dengan hukum,” ucapnya dengan tangan terikat dan wajah yang babak belur akibat dipukuli oleh Leo.
Sementara itu Leo tetap santai tapi juga sangat menyesal karena telah membully orang mengakibatkan kehancuran pada Laura. Tapi karena ia yang terlalu gengsi maka dirinya tidak ingin mengakui bahwa itu terjadi karena ia. Leo memandang ke arah Irwan dengan tatapan tajam.
“Ngapain nyalahin gue? Emang benar, kan? Lo liat aja fisik cewek lo itu, belum lagi orangnya bodoh. Yang gue ucapin itu fakta, jadi lu jangan ke gr-an dan tidak terima!”
“Leo!!” teriak Irwan marah. Akan tetapi Leo menutup kedua telinganya dan memerintahkan Naufal dan Alex untuk membiarkan laki-laki tersebut tetap terikat.
Ia tertawa melihat penderitaan Irwan yang bertubi-tubi, kesenangannya tersebut tidak disadari olehnya bahwa Laura melihat kejadian itu dan wajah marahnya siap meratakan laki-laki tersebut. Laura menghampiri Leo dan kemudian menampar Tia itu tiba-tiba mengejutkan Leo yang belum terlalu fokus.
__ADS_1
“Laura!” ucapnya dengan terkejut dan kemudian memandang ke arah Laura yang malah menyelamatkan Irwan dan membuka ikatan laki-laki tersebut.
Setelah selesai menyelamatkan Irwan, Ia menyuruh laki-laki tersebut agar pergi dan kemudian baru ia akan menghadapi Leo. Leo bisu dan tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun karena ketakutan. Hanya Laura yang berani membuat Leo seperti itu.
“Apa yang baru saja kamu lakuin Leo? Apakah kamu tidak takut akan masuk penjara lagi dan menjadi tersangka karena telah memukuli anak orang lain? Bagaimana jika orang tuanya tidak terima? Kamu mau menjelaskan seperti apa kepada orang tuanya? Kamu tidak seharusnya memukul anak orang lain dan pikirkan bagaimana orang tua mereka yang membesarkannya hingga seperti ini dan kamu orang asing malah memukulinya!!!! Sikapmu ini tidak akan bisa ditoleransi sampai kapan pun, pantas saja orang yang kau sukai tidak akan pernah menyukaimu balik!” kalimat terakhir adalah kalimat yang paling mematikan bagi Leo. Apa laki-laki itu tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menahan Laura yang marah padanya.
Semuanya sudah terlanjur dan diakibatkan oleh dirinya, mau menjelaskan seperti apa tapi bukti sudah terlalu nyata. Maka dari itu yang paling menyakitkan adalah kalimat terakhir milik wanita tersebut.
Leo berusaha untuk menjelaskan dan mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bersalah dalam kasus ini, akan tetapi laki-laki tersebut yang telah menyebarkan foto itu dan memotret tanpa izin. Apa yang dilakukan oleh Leo tentunya untuk membela laut tapi wanita itu tidak ingin sama sekali membela dirinya. Kekecewaan yang sangat mendalam bagi Leo.
“Kenapa Ibu marah sama saya? Saya melakukan semua ini juga karena ibu! Ibu tahu siapa dia? Dia adalah orang yang telah memotret kita diam-diam dan menyebarkannya!!!” Laura menarik nafas panjang, ia tahu semua itu.
“Kenapa? Ini urusan ku! Aku bisa menyelesaikannya sendiri dan kau tak perlu khawatir tentang itu. Ingat menyelesaikan dengan kekerasan bukan dapat menyelesaikan masalah akan tetapi malah menambah masalah bagi dirimu!” Laura menatap serius ke arah Leo, “aku juga tidak membutuhkan pembelaan darimu! Aku bisa melakukannya sendiri!” Jelas sekali dari wajah Laura bahwa wanita itu sangat menyesali perbuatan Leo yang akan menjadi bumerang bagi laki-laki tersebut.
Laki-laki tersebut membentuk kepalan di telapak tangannya dan kemudian meninju tembok di sampingnya hingga membuat jari-jemarinya terluka. Ia juga merasa belum puas hingga menendang tembok itu dan melampiaskannya dengan teriakan.
“ANJING!!”
Naufal dan Alex tentunya melihat semuanya dan mereka merasa tidak tega dengan apa yang dilakukan oleh Laura pada sahabat mereka. Tapi jika dipikir-pikir memang salahnya dan Leo juga terkadang bisa membully sahabatnya sendiri. Mereka berdua sangat berharap bahwa Leo bisa tersadar walaupun laki-laki itu adalah sahabatnya.
“Sob! Lo harus buka pikiran lagi! Apa alasan orang melakukan semua itu tentunya karena sesuatu.”
Emosi Leo tentunya belum stabil, Hingga pria itu merasa tidak terima disalahkan oleh sahabatnya sendiri. Kemudian ia memandang ke arah Alex yang memberikan penjelasan tersebut. Semua orang harus mematuhi segala ucapannya, ia merasa dihina jika laki-laki tersebut menyalahkannya juga.
__ADS_1
“DIAM LO BABI!!”
“ANJING MAKSUD LO APAAN?” teriak Alex tidak terima dan kemudian memukul wajah Leo.
Hingga terjadilah perkelahian antara dua orang bersahabat itu. Naufal hanya menjadi penonton dengan tangan terlibat di dada dan tidak memikirkan bagaimana memisahkan. Ia terlalu malas untuk menyelesaikan masalah seperti itu. Hingga Laura kembali datang untuk memisahkan mereka.
Ia sangat terkejut saat mengetahui bahwa yang berkelahi itu adalah Leo dan Alex, tidak biasanya orang berdua itu berkelahi sampai seperti ini. Laura benar-benar tak habis pikir dan kemudian meminta Pak Andra agar dipanggil untuk memisahkan mereka.
Tidak lama Pak Andra pun datang dan segera memisahkan keduanya. Alex dan Leo sama-sama memiliki wajah yang babak belur, akan tetapi Leo yang masih sangat panas itu meninju wajah Pak Andra karena dendamnya yang cukup lama kepada laki-laki tersebut. Laura mengepalkan tangannya dan kemudian ia sendiri yang turun tangan dan menampar pria tersebut.
Leo mengusap bekas tamparan Laura, ia tidak menyangka bahwa wanita itu akan melakukannya.
“Ibu?”
“Jangan mentang-mentang keluargamu yang memiliki sekolah ini kamu bisa melakukan seenaknya saja! Pergi sekarang ke lapangan berjamur sampai pulang nanti. Saya mau minta kepala sekolah agar memanggil ayahmu agar bisa intropeksi diri.”
Laura menghembuskan nafas lega, setidaknya sekolah ini tidak akan tercoreng walaupun jabatannya yang akan terancam. Lagi pula ia tidak peduli lagi dengan jabatannya yang sudah berlalu bertahun-tahun, awal mula masalah ini adalah karena dirinya sendiri.
Laura mengusap pipinya menggunakan punggung tangannya. Ia pergi begitu saja dan melewati Leo seperti mereka tidak saling mengenal.
•••••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.