Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 8


__ADS_3

Laura mengerjapkan matanya perlahan. Ia lalu mengikat kelopak matanya yang sudah sekian jam terpejam. Rasanya sungguh berat sekali untuk menggerakkan kelopak matanya tersebut.


Laura terus melawan ketidaknyamanan dirinya hingga ia berhasil membuka mata sepenuhnya. Awalnya ia tidak menyadari sama sekali bahwa ia telah tertidur. Setelah melewati beberapa titik barulah ia langsung membulatkan matanya dan terlihat ia langsung segar.


Laura memandang ke sekitar dan lalu menatap ke arah jam tangannya. Ia tercekat ketika melihat bahwa hari menunjukkan pukul 12.00 siang. Sudah berapa lama ia tertidur, ia pikir mungkin telah 2 jam lebih.


Laura menarik nafas panjang dan menatap ke samping. Matanya semakin terbelalak saat melihat Leo juga ada di ruangannya. Ia hendak memarahi Leo kenapa bisa ada di ruangannya tersebut akan tetapi ia teringat satu hal bahwa dirinya lah yang menyuruh pria itu mengerjakan ujian susulan di dalam ruangannya.


Ia ingat kenapa dirinya bisa tertidur adalah karena kelelahan telah mengawasi Leo di ruangannya. Laura menarik nafas panjang dan menatap ke arah dirinya dan semuanya terlihat aman.


Sementara itu Leo bersifat tengil dan mengangkat kedua alisnya menggoda Laura. Lihatlah pria itu, kemarin bisa-bisanya membentak dirinya dan sekarang malah bisa-bisanya semua itu tidak pernah terjadi.


“Apa yang kau lihat? Kenapa kamu tidak membangunkan ibu? Kamu sengaja ya mengerjakan ujian sambil melihat ponsel!”


Leo lantas sangat terkejut dengan respon Laura. Ia menghilangkan kepalanya walaupun ada beberapa soal ia cari di internet. Tapi semuanya murni yang kerjakan sendiri karena Leo memang anak yang pintar dan ia sudah menguasai pelajaran tersebut.


“Kenapa ibu suka main tubuh mulu sih. Kan nggak semua apa yang saya tulis di sini hasil dari internet. Ibu mah nggak percaya, tapi ngomong-ngomong Ibu orang yang cantik makin cantik kalau tidur! Gimana ya kalau misalnya kita tidur berdua ada satu ranjang!” mata Laura kian terbelalak. Mulut tidak tahu malu milik gaya tersebut sudah sangat lancang.


Ia menarik nafas panjang dan kemudian berdiri dari tempat duduknya menghampiri Leo. Ia mengambil soal dan jawaban yang telah dikerjakan oleh laki-laki tersebut. Ia menatap jawaban laki-laki itu dan memang semuanya betul sehingga Ia benar-benar tidak percaya dan merobek jawaban milik Leo.


“Kamu mencontek!”


“Buk, Ibu kenapa kejam banget sama saya! Saya tidak mungkin mencontek. Ibu sendiri tahu kalau saya adalah anak yang jujur, bahkan saya jujur mengenai perasaan saya kepada ibu. Jadi nggak mungkin lah saya membohongi ibu!” Laura menatap Leo dengan tatapan tajam. Bahkan laki-laki tersebut berani-berani melawan ucapannya. Seharusnya ia tidak berbicara untuk saat ini.


“Kamu memang paling berani urusan melawan orang yang lebih tua darimu! Kamu memang anak kecil dan belum paham mengenai orang dewasa!”


“Supaya saya cepat dewasa, bagaimana kalau saya melakukan hal yang dewasa bersama ibu!”


“KELUAR DARI RUANGAN SAYA CEPAT!!” Emosi Laura sudah tidak dapat dikontrol lagi dan ia benar-benar marah mendengar ucapan omong kosong yang dilontarkan oleh Leo.


Leo terkekeh dan kemudian keluar begitu saja. Laura menatap pakaian pria itu yang tidak benar dan bahkan baju keluar serta dasi yang hanya dikenakan di leher namun tidak dipasang!

__ADS_1


“Stop kamu di situ!” Leo berhenti melangkah dan mengangkat satu alisnya. Kemudian ia membalikkan tubuhnya dan memandang Laura dengan senyum lebar.


“Ada apa lagi Buk? Ibu mau melakukan hal dewasa kepada saya?”


“Baju kamu!!”


Leo menyadari satu hal dan yang menatap ke arah pakaiannya. Dirinya makin lagi memiliki niat yang jahat. Tanpa rasa malu sama sekali Leo membuka seluruh kancing bajunya dan memamerkan perutnya yang sixpack. Ia sengaja melakukan hal itu untuk membuat Laura tertarik.


Laura langsung membalikkan tubuhnya dan menutup matanya. Ia geram dan ingin mengeluarkan seluruh suaranya dan berteriak marah kepada pria itu!!”


“TUTUP BAJU KAMU!!”


“Saya gak mau nutup, maunya dikancingin dan dipakein dasi sama Ibu!”


Laura menghela napas. Daripada lebih banyak berdebat Ia pun menghampiri laki-laki tersebut dengan mata terpejam. Leo tersenyum melihat hal tersebut dan menatap Laura yang begitu cantik ketika menahan malu.


Kemudian ia menatap Laura dengan pandangan penuh arti lalu meraih tangan Laura dan meletakkan ke dadanya. Laura tercekat dan langsung menarik tangannya!


“Hangat kan Buk? Ibu bahkan boleh memeluknya!”


“Gila kamu ya!!”


Laura lantas menghancurkan baju Leo satu persatu hingga pada akhirnya tiba sampai di perutnya. Leo sengaja mengarahkan tangan Laura ke perut sixpacknya dan menuntun tangan wanita itu meraba perutnya.


“Akh buk!!” desah Leo saat Laura mencubit perutnya. Sementara itu matanya terpejam.


Ia pun mengancingi baju Leo. Setelah semuanya telah dikancingkan barulah ia memakaikan dasi kepada pria itu. Saat memasangkan dasi laki-laki tersebut ia merasakan Dejavu yang sangat luar biasa. Di mana orang yang pertama kali mengajarkan Leo memakai dasi adalah dirinya.


Ia selalu memakaikan Leo dasi pada saat dulu. Bahkan Leo pun tercengang dan memandang ke arah wajah Laura yang sangat dekat dengannya.


Dahulu ia setinggi telinga Laura dan sekarang jauh tinggi dirinya dan bahkan Laura berada di ketiaknya. Pertumbuhan Leo begitu cepat dan sangat berkembang baik.

__ADS_1


“Ibu, Saya rasa dulu jauh tinggi ibu Laura.”


“Jangan ngaco kamu! Cepat keluar!!”


“Baik ibu cantik!” Tanpa terduga Leo mengecup pipinya.


Mata Laura terbuka dan ia menarik napas panjang dan mengepalkan tangannya.


“Dasar anak tidak tahu diri!!”


Setelah laki-laki tersebut pergi barulah Laura merasakan wajahnya memerah. Ia menyentuh pipinya yang dikecup oleh Leo.


Laura menarik nafas dan mengalihkan sentuhannya ke dada. Kenapa perasaannya berbeda seperti sesuatu begitu menegangkan. Dahulu laki-laki itu tidak ada otot dan perut yang indah seperti itu.


“Ya ampun Laura kenapa lo harus mengingat masa lalu dengan bocah ingusan itu! Ingat itu semua cuman masa lalu!”


Bagaimana pun Laura berusaha keras untuk melupakannya tapi ia selalu teringat bagaimana perut indah milik Leo dan sekarang laki-laki yang dulunya sangat manja kepadanya kini telah dewasa dan memiliki tubuh yang kekar. Sungguh di luar prediksi.


Sedangkan Leo pun kembali ke kelasnya dengan semangat. Ia melihat ada Pak Andra yang sedang mengajar matematika. Leo menarik nafas panjang dan duduk begitu saja di kursinya tidak mempedulikan ada guru di depannya.


“Gimana ulangan lo?”


“Disobek jawaban gue!” jawabannya santai dan kemudian manakah ke arah Pak Andra yang intimidasinya.


“Leo! Kamu jawab soal ini!”


Leo salah satu orang yang tidak menyukai Pak Andra. Bukan karena ia tidak menyukai matematika, tapi dia tidak menyukai laki-laki tersebut sebab seringkali ia melihat Andra yang berusaha untuk menggoda Laura.


•••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2