
“Laura!” Laura yang baru saja datang dan disambut oleh panggilan yang begitu dalam membuat jantungnya terasa tidak nyaman.
Ini tidak seperti Leo biasanya. Laki-laki itu tampak terlihat kocak namun ketika ia hilang ingatan malah terlihat seperti laki-laki dewasa yang tampak aura dingin pada dirinya. Memang sikap Leo yang seperti itu sangat idaman, akan tetapi ia lebih merindukan Leo yang dulu karena dia tidak terbiasa dengan Leo yang sekarang.
“Ada apa?”
“Keknya gue baru aja merasakan jika ada kalau buat masa lalu yang sebenarnya gue nggak bisa ingat. Lo tahu masalah gue di masa lalu? Kenapa lu nggak mau ceritain ke gue, sebab akibat gua bisa berada di rumah sakit ini. Sampai sekarang orang tua gue serta Nisa tidak mau menceritakannya, gue ingin mendengar lo ceritain barcelo dari sudut pandang lo mengenai gue.”
Laura yang mendengar hal tersebut langsung mengerjapkan matanya beberapa kali. Serius Leo berkata seperti itu kepadanya? Apakah ia haya sedang bermimpi? Tapi rasanya sangat nyata sehingga membuat Laura untuk memastikan semua ini langsung menampar wajahnya. Ia sedikit terkejut sebelum akhirnya menarik napas panjang dan menatap ke atap Leo yang tampak bingung dengannya.
“Apa yang sebenarnya lo lakuin? Kenapa lo kaya orang gila itu?” tanya Leo heran pada Laura.
Laura pun terkekeh dan kemudian mengusap punggung belakangnya untuk menghilangkan perasaannya yang begitu canggung. Baiklah Laura ini saatnya jalan mu untuk menceritakan semuanya.
“Lo benar-benar pengen tau?”
“Ya.”
__ADS_1
Laura tersenyum lebar dan tampak senyumannya itu mengandung sebuah godaan untuk Leo. Leo yang melihatnya langsung mengerutkan kening agak bingung dengan Laura.
Tubuhnya merasa merinding ketika tatapan genit Laura yang semakin terasa nyata. Sebenarnya di dalam hati Laura juga sangat malu melakukan hal tersebut. Ini bukan seperti dirinya yang biasanya. Entah apa yang sekarang ia lakukan dan begitu sangat memalukan.
“Lo keliatan alay banget,” ucap Leo to the point membuat wajah Laura yang awalnya penuh dengan percaya diri langsung berubah merah padam. Malu sekaligus ingin menghilang dari bumi secepatnya.
“Oke deh,” ucap Laura seraya menarik napas panjang dan kemudian kali ini ia terlihat lebih serius. Mungkin setelah Leo menegurnya ia akan trauma dengan perbuatannya yang memalukan itu.
Laura membuang wajahnya sebentar dan kemudian merutuki dirinya sendiri.
“Kenapa belum menceritakannya?”
“Ya.”
Laura menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum menceritakan kejadian yang sesungguhnya.
“Karena lo pengen tau banget bagaimana ingatan lo di masa lalu maka gue mulai ceritanya dari kita yang pernah berpacaran di saat lo masih SMP sementara gue udah SMA.” Leo yang mendengarnya sempat syok berat. “Pada saat itu lo berusaha ngejar-ngejar gue, selain itu gue juga ngeliat Lo yang aneh dan mulai menerima perasaan cinta lo itu karena kasihan awalnya. Lama kelamaan gue juga suka sama lo, tapi gue sadar lo baru kelas 1 SMP sedangkan gue udah SMA kelas 2. Tentu saja itu sangat memalukan bagi lo dan gue utamanya. Pada akhirnya kita putus, sementara lo nggak bisa ngelupain gue dan terpaksa terus-terusan mengejar gue sampai gue akhirnya kembali menerima lo.”
__ADS_1
Laura menatap ke arah Leo yang seakan tidak percaya dengan ceritanya tersebut. Padahal begitulah faktanya namun pria itu tampak terlihat jijik dengan dirinya sendiri. Laura yang melihat sikap Leo seperti itu ingin tertawa karena itulah yang ia rasakan dulu.
"Boleh gue nggak percaya?” tanya pria itu dengan sedikit menyempitkan matanya agar tidak membuat Laura tersinggung.
Laura menganggukan kepalanya, tidak masalah lagi pula dirinya merasa sangat senang
ketika Leo telah mengetahui bagaimana perasaannya dulu di masa lalu serta dirinya sudah lega kala menceritakan kepada laki-laki tersebut.
"Kenapa ini terdengar sangat aneh di telinga gue? Tapi sikap lo yang kayak gini memang menantang tapi kalau boleh jujur gue berharap banget Lo bisa ingat gue."
"Lo tau kenapa gue bisa kecelakaan?" Wajah Laura pun langsung murung dan menundukkan kepalanya. Ia ingin mengakui kesalahannya dan hanya bisa menyesal.
Leo memperhatikan Laura dengan seksama dan ia harap tidak ada yang disembunyikan oleh wanita itu.
"Sulit untuk dijelaskan, tapi ini semua salah ku."
•••••••
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.