
Hampir sebulan Laura menunggu Leo untuk sadarkan diri. Derita akibat kecelakaan yang dialami oleh Leo benar-benar parah hingga membuat dirinya tidak bisa sadarkan diri dan juga beberapa bagian tubuhnya untuk beberapa bulan ke depan tidak berfungsi salah satu contohnya adalah kakinya.
Laura yang mengetahui hal tersebut benar-benar sedih karena ia mengerti bahwasanya Leo adalah orang yang paling menyukai kebebasan dan juga sangat aktif. Jika ia memiliki kekurangan untuk sementara waktu ataupun selamanya maka ia adalah orang yang begitu menyedihkan karena kehidupannya terbatas.
Laura sangat ingin bahwa Leo bisa pulih kembali menjadi seperti dulu lagi. Menjadi Leo yang ia cintai dan selalu berada di sampingnya dan juga merupakan orang yang begitu ceria tanpa ada rasa sedih sama sekali.
Tapi apalah daya dirinya, menunggu laki-laki itu bangun saja harus membutuhkan waktu yang cukup lama. Entah akan sampai kapan Leo terus seperti ini. Sayangnya tidak ada yang bisa disalahkan selain Leo itu sendiri karena ia kecelakaan tunggal. Laura menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya perlahan.
Melihat kondisi Leo yang seperti ini membuat ia meneteskan air matanya. Wanita itu pun menghapus air matanya dengan pelan. Jujur saja dia sangat sedih dan wanita itu seharusnya bisa lebih kuat lagi menghadapi cobaan yang seperti ini.
“Leo, apakah kau sama sekali tidak ingin membuka matamu? Lihatlah dunia yang begitu indah. Pasti kamu sangat merindukannya kan? Kamu juga pasti sama merindukanku dan melihat mataku. Ayo kamu paling merindukan diriku kamu harus membuka matamu dan melihatku secara langsung untuk menghapus rasa rindumu itu. Jangan memejamkan mata seperti ini sehingga aku yang menjadi merindukanmu.
Laura menarik nafas panjang dan membuang latihannya saking tidak sanggup menahan air matanya ketika melihat kondisi Leo yang masih terbilang sangat buruk. Beberapa wajahnya masih memar dan juga bengkak sehingga ia tidak terlihat seperti Leo yang dulu. Namun bagi Laura itu tidak masalah sama sekali karena ia mencintai Leo dan tetap setia dengan laki-laki itu.
“Leo, aku akan tetap ada disampingmu menjadi orang yang paling kau rindukan selamanya.” Laura meraih dengan Leo dan kemudian menggenggamnya. Ia memejamkan matanya dan meletakkan tangan Leo di pipinya.
“Aku harap selamanya terus ada di sampingmu menjagamu seperti ini. Aku tidak ingin menjadi orang yang begitu bpdoh meninggalkanmu dalam keadaan susah. Aku rasa juga aku tidak akan melakukan itu semua. Jadi apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar tidak tahu harus seperti apa lagi.”
Laura menghembuskan nafasnya panjang. Sebentar lagi ia akan melaksanakan KKN dan di mana beberapa anak murid meminta KKN mereka di luar negeri. Sementara itu Laura tidak tahu harus ikut ke mana. Tapi ia ingin KKN di dalam negeri saja karena rasanya tidak bisa meninggalkan Leo terlalu jauh.
__ADS_1
“Leo, aku tidak bermaksud ingin meninggalkanmu. Tapi aku juga tidak ingin melakukan KKN itu jika kamu dalam keadaan seperti ini. Aku benar-benar mencintaimu dan aku ingin kau tetap disampingku.”
Laura mencurahkan segala isi hatinya dan tidak menyadari bahwasanya orang tuanya Leo memperhatikan Laura dari belakang. Ternyata salah dirinya membuat Leo untuk menjauhi Laura Karena pada dasarnya mencintainya seperti ini. Pantas Leo sangat menyayangi Laura daripada orang tuanya.
“Kamu memang pantas bersama dengan anak saya!”
•••••••
Laura menarik nafas panjang dan tidak tahu harus seperti apa lagi ketika mendengar bahwa dirinya mendapatkan kelompok yang harus pergi ke luar negeri. Ia akan melakukan KKN di salah satu desa di Thailand. Itu artinya ya harus meninggalkan Indonesia dan sementara itu Leo sampai sekarang belum sadarkan diri. Jadi apa yang harus ia lakukan? Apakah dia meminta pindah kelompok? Nama sayang yang sekali dosennya terlalu keras.
Ia tidak bisa berharap lebih dari dosen tersebut dan hanya bisa menikmati apa yang ia berikan. Laura keluar dari dalam kelas dengan wajah ditekuk dan kemudian langsung pulang ke rumah sakit untuk menjenguk Leo. Beberapa temannya yang melihat kesedihan di wajah Laura tentunya mereka mengerti saat mengetahui kondisi Leo yang saat ini.
“Mereka mengatakan bahwa aku salah jika meninggalkanmu. Padahal aku benar-benar mencintaimu dan tidak ingin jauh darimu. Apakah itu tetap salah juga?” tanya Laura sambil terkekang kepada dirinya sendiri.
Wanita tersebut menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.
“Leo, kali ini aku akan pergi jauh dari dirimu. Bukan bermaksud ingin menyakiti hatimu tapi hal ini harus aku laksanakan. Seperti yang dikatakan oleh orang-orang bahwa masa depanku sangat penting,” gumam Laura sambil menatap kosong ke depan.
“Laura, masih pikir-pikir lagi? Tidak ada apa-apa kok, pasti nanti setelah kamu pulang dia sudah sadarkan diri dan kemudian mengerti dengan pilihanmu meninggalkannya. Aku tahu kamu juga tidak ingin meninggalkannya kan? Aku sangat mengerti sekali.”
__ADS_1
Laura menganggukkan kepalanya. Ia merasa lebih tenang ketika orang-orang mulai mengerti dengan pilihannya tersebut. Semoga saja Leo juga sama seperti teman-temannya dan tidak akan kecewa ketika dia membuka matanya dirinya tidak ada di sampingnya.
“Aku harap seperti itu.” Laura mendongakan kepalanya menahan air matanya.
•••••
Laura meletakkan buah-buahan di atas nakas. Ia memandang ke arah Leo yang masih belum sadarkan diri dan kemudian mrnghela nafas cukup panjang. Setelah itu wanita tersebut berjalan ke jendela dan membuka tirai.
Ia pun kembali lagi dan duduk di samping Leo. Ia meletakkan kedua tangannya di depannya dan kemudian bertumpu pada tangan tersebut sambil memandang Leo dengan seksama. Laki-laki itu benar-benar tampan dan ciptaan tuhan yang paling sempurna. Ia tidak tahu jika ada laki-laki tampan ini.
“Aku benar-benar beruntung, meskipun keadaanmu seperti ini kamu bahkan masih terlihat mempesona. Entah apakah kamu merasa beruntung memilikiku atau tidak tapi yang jelas Kamu sendiri yang memilih aku sebagai pendampingmu. Seharusnya kau merasa beruntung,” tutur Laura sambil terkekeh. Ia menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya Perlahan.
Melihat ketampanan yang dimiliki oleh laki-laki itu Laura rasa ingin membuka mata Leo dan kemudian menyuruh laki-laki tersebut berkaca lalu memujinya dengan sejuta pujian sehingga membuat Leo merasa nyaman dengannya.
“Leo selamanya kamu hanya milikku dan tetap milikku. Tidak ada orang yang boleh mendekatimu selain aku.”
•••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.