
Leo saat ini bersama dengan Laura dengan menghadap laptop. Mereka mencoba untuk membuka bersama-sama hasil dari tes mandiri yang dilakukan oleh Leo. Jujur saja ia sangat gugup dan dari tadi ia tidak bisa berpikir dengan jernih.
Perasaan Leo benar-benar kacau. Tidak seperti biasanya laki-laki itu akan sangat berani untuk menghadapi situasi apapun. Namun kali ini situasinya berbeda dan ia benar-benar sangat ketakutan tidak berani untuk membuka hasil tes tersebut. Sementara itu Laura sedang berusaha untuk membantu laki-laki tersebut.
Tidak tahu harus mengatakan apa tapi perasaannya sangatlah kalut. Leo memandang ke arah Laura dengan pandangan yang begitu lucu membuat Laura hanya bisa menarik napas panjang.
“Masih takut? Jadi kapan buka pengumumannya?” tanya Laura sambil menarik napas panjang.
Laura tidak tahu harus melakukan apa tapi jujur saja ia benar-benar tidak mengerti dengan kehidupan yang begitu berat hanya karena mengurus Leo seorang. Wajar dia mengeluh karena orang itu adalah Leo. Ia hanya bisa menarik napas panjang dan menatap ke arah Leo dengan pandangan pasrah.
“Sabar Buk.”
“Dari tadi kamu bilang sabar mulu, sudah habis kesabaran ku. Kenapa tidak membiarkan ku untuk membukanya sendiri dan akan memberitahukan mu?”
“No!!” teriak Leo dan wanita itu berusaha untuk mencerna segalanya. Leo tidak berpikir bahwa dirinya akan menjadi orang yang begitu hebat namun ia tetap berusaha untuk menghadapi masalah ini dengan yakin bahwa dirinya pasti akan lolos.
Apalagi telah melihat wajah Laura yang benar-benar kesal karena laki-laki itu yang sudah hampir 3 jam mereka duduk di hadapan laptop untuk membuka pengumuman namun laki-laki itu belum juga sanggup. Makanya wanita itu merasa resah sendiri dan berusaha untuk membujuk laki-laki itu agar membukanya.
“Tidak usah terlalu takut. Yakin aja pasti hasilnya akan memuaskan. Justru sikapnya seperti inilah yang membuatmu tidak akan bisa lolos. Yakin dong.”
__ADS_1
“Iya-iya Buk, saya akan segera membukanya.”
Laura lagi-lagi menyenggol tubuh laki-laki tersebut karena merasa kesal dengan panggilan Bu guru tersebut. Padahal dirinya ia menjadi orang yang saat ini paling dekat dengan laki-laki itu namun panggilannya seperti itu.
“Laura, apakah saat ini aku benar-benar keterlaluan?” tanya Leo dengan wajah meringis karena merasa tidak enak kepada wanita tersebut. Laura menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan oleh Leo tersebut. Pada akhirnya Leo pun hanya bisa mengenal nafas dengan pasrah dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan.
“Sangat-sangat keterlaluan. Cepat dibuka, dari tadi aku benar-benar lelah.”
Leo menganggukan kepalanya dan kemudian membuka hasil tesnya tersebut. Dadanya benar-benar berdetak sangat kencang. Segala ketakutan dan juga beberapa hal yang menakut-nakuti dirinya selalu berkelebat di benaknya hingga pada akhirnya Laura lah orang yang pertama melihat hasilnya tersebut.
“LEO SELAMAT KAMU LOLOS!!” teriak Laura dengan sangat heboh. Leo yang sedang menutup matanya pun menatap ke arah hasilnya dan ia pun begitu terkejut.
“LAURA TERIMA KASIH KARENA SEMUA INI GARA-GARA KAMU. KAMU YANG RELA MEMBIMBING AKU HINGGA MENJADI ORANG YANG BERGUNA!!” teriak Leo dengan sangat gembira dan hingga membuat seisi rumah langsung berdatangan ke arah dirinya.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya sang Ibu dan kemudian ikut bergabung.
“Mama Leo lolos!!” teriak Leo dengan sangat kencang dan kemudian memeluk ibunya dengan cukup erat. Bahkan ibunya sendiri tidak menyangka bahwa anaknya akan bisa lolos seperti ini. Benar-benar di luar dugaannya dan ia tentu saja merasa bangga dengan anaknya.
“Kamu benar-benar anak Mama! Mama bangga sama kamu!”
__ADS_1
••••••••
Laura membuka pintu rumahnya dan ia melihat ibunya saat ini tengah duduk di ruang tamu menunggu kepulangannya yang sampai tengah malam. Terlihat jelas bahwa wajah ibunya sangat marah dan Laura hanya terkaitkan menanggapi ibunya tersebut.
“Kenapa baru pulang? Apa yang sebenarnya kamu lakukan sampai pergi begitu malam sekali?”
Ini semua salah Leo yang membuka pengumuman yang sangat lambat. Hingga pada akhirnya waktunya terbuang sia-sia begitu saja. Ia akan menjelaskan kepada ibunya dan entah apakah ibunya percaya atau tidak.
“Tadi mau bantuin Leo buka pengumuman. Sampai 3 jam nggak dibuka-buka hingga pada akhirnya Laura maksa dia buat buka dan dia lolos mama!!”
Ibunya sendiri sangat tidak percaya dengan apa yang diraih oleh Leo. Seperti yang orang tahu bahwa Leo adalah anak yang nakal dan bahkan tidak pernah belajar sama sekali. Bahkan beberapa kali ditolak namun kali ini ia berhasil lolos itu membuktikan bahwa perjuangan akan membuahkan hasil meskipun sangat sedikit.
“Dia benar-benar hebat juga ya. Mama sampai tidak percaya.”
Laura pun terkekeh dan menganggukkan kepalanya karena merasa sama dengan ibunya tidak percaya. Sekaligus ada dongkrakan yang begitu dalam pada dirinya yang merasa bangga telah membawa Leo ke tahap ini. Ia ingin menceritakan kepada semua orang bahwa ini adalah merupakan jasanya.
••••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.