BUKAN MENANTU BIASA

BUKAN MENANTU BIASA
BAB 81. DAMAI


__ADS_3

Sepekan kemudian.


Janu mulai mengajak Maharani untuk ikhlas dan legowo. Sudah seharusnya tugas mengelola keuangan dipegang oleh Mulia. Bagai Mahananta, bila tak berpulang lebih dulu mungkin juga akan melakukan hal yang sama.


Perayaan syukuran pernikahan Mada dan Eira sepakat akan dilangsungkan bersamaan dengan bebersih setelah 40 hari pasca melahirkan nanti. Kini, Maghala dan Asha sedang berada di pemakaman Magenta.


"Ini pusara ayah dan ibuku, Humaira." Ghala mengusap nisan yang lama tak dia kunjungi. Ada sedikit risau di hatinya manakala melihat sang penjaga mulai mendekat.


"Den Ghala. Alhamdulillah, sehat. Doakan saja," ujar Hasan, penjaga kebun yang kini menjaga pemakaman keluarga.


"Alhamdulillah. Makasih Mang Hasan, berkat Mamang, aku banyak belajar sabar," ucap Ghala duduk di sisi pria senja itu.


Hasan hanya tersenyum mengangguk. "Doakan mamang ya Den, nanti bisa berjodoh dengan non Haifa. Bukankah Hilmi sudah menikah lagi? maka non Haifa akan diberikan kesempatan oleh Allah untuk memilih pasangannya di surga nanti," ujar Hasan, melempar pandang pada nisan Haifa tak jauh dari sana.


"Setia nih?" ujar Ghala teringat sebelum dia pergi, Hasan lah yang membantunya.


Hasan mengangguk, lalu beralih pandangan pada Ashadiya yang masih setia diam dan bernaung dari panas di balik tubuh Ghala.


"Istriku, Ashadiya." Ghala mengerti arti tatapan Hasan, dia mengenalkan Asha padanya.


"Halo, Mang Hasan, salam kenal," sapa Asha melambaikan tangan pada sosok pria disamping suaminya.


"Titip Ghala ya, Non," pinta sang lelaki kemudian diangguki Asha.


"Layla kritis. Tapi Haidar bilang, putrinya selamat. Dia habis operasi pelengketan usus, dipotong, sebab tidak dapat mencerna makanan. Jangan datang, agar gadis itu perlahan lupa," pinta Hasan. Dia adalah pria yang tahu banyak hal mengenai putra Mahananta sebab ayah Ghala adalah orang yang humble dengan para pekerja.


Ghala mengangguk. Dia hanya akan menghubungi Haidar dan mendoakan Layla saja sebagai bentuk empati dan habluminannas.


Siang itu, Maghala mengajak Asha berkeliling semua tempat yang pernah dia sambangi. Silaturahim juga lainnya hingga dua hari kemudian, saat ketuk palu pemindahan legalitas perusahaan Maharani mulai diproses, pasangan Cyra kembali ke Jakarta.


...*...


Maghala membuat batas antara hunian utama dengan halaman depan dengan membangun tembok, di lengkapi kusen bernuansa khas Jawa.


Di area depan, Ghala membagi dua tempat. Sebelah kanan adalah galery Asha dengan konsep terbuka, kursi jati, lampu kuno juga berbagai peralatan melukis Asha dia tempatkan di sana.

__ADS_1


Sementara sebelah kiri, digunakan sebagai ruang tunggu para wali murid ketika menemani anaknya belajar melukis dengan Asha.


Garasi mobil berada tepat di balik tembok tersebut, di lengkapi voye gazebo juga teras yang ditata dengan kursi jadul dan taman mini sebagai area untuk menerima tamu. Ghala ingin, hunian utama betul-betul privasi. Sementara hunian Hilmi tepat berada di depan garasi mereka, menghadap tembok samping bangunan utama.


"Ayo anak-anak, kita mulai ya. Baca doa dulu yuk sebelum belajar," suara Asha mulai menuntun beberapa orang muridnya.


Sore ini Ghala menemani sang istri di area depan. Atas saran Ghala, Asha mengajukan lamaran menjadi guru seni lukis di beberapa sekolah elite, juga membuat website untuk memajang hasil karya pribadinya.


Pramudya Brata pun kerap meminta Asha untuk ikut even agar peralihan aliran melukis baginya dapat berkembang jauh lebih baik lagi. Semua itu, dilakoni Asha dengan sukacita sebab mendapat dukungan penuh dari orang terkasih.


"Makasih banyak Miss Asha, anakku jadi lebih mudah di ajak komunikasi setelah ikut workshop di sini. Dia juga kini ekspresif," ujar salah satu wali murid.


"Miss Asha, masih menerima murid baru kan?" tanya yang lainnya.


"Boleh. Satu sesi hanya enam orang ya. Tiga kali seminggu bada Asar. Yang kosong jadwal di hari Senin, Rabu sebab Jum'at gabungan tiga kelas jika dengan kloter tambahan," ujar Asha melirik ke arah Ghala.


Suami tampannya itu mengangguk. Dia yang menetapkan aturan agar Asha tak kelelahan apabila bayi mereka telah lahir nanti. Jam kerja Asha hanya hingga Jumat, sebab akhir pekan Ghala ingin menghabiskan waktu khusus bagi kebersamaan mereka.


Tak lama, area depan pun kembali kosong. Ghala menarik ibu hamil yang kian ayu itu duduk di atas pangkuannya.


"Jangan ngoyo. Rezekiku itu sudah ada untuk jatahmu. Janji kan, aku dan anak-anak yang utama," ucap Ghala, sembari mengusap perut buncit istrinya.


"Sudah. Jika perempuan aku beri nama Adara Keiyona dan jika laki-laki maka namanya adalah Altair Hamal Sakha. Semua itu nama rasi bintang yang tercerah di dalam gugusannya. Aku harap, mereka kelak akan mendapatkan kedudukan tertinggi, ikut bersinar menerangi sekitar meski kehadirannya tak diketahui banyak orang tapi membawa manfaat bagi semesta, aamiin," tutur Ghala.


"Aamiin. Mengapa semua berawalan huruf A dan bukan M, Bii?" tanya Asha penasaran.


"Sebab kamu, inspirasi aku, Humaira. Umma Asha akan jadi madrasah pertama bagi putra-putri kita nanti, barokallaaahh, Sayang," pungkas Maghala, memeluk ibu hamil dalam pangkuan.


Lagi-lagi Asha melow, suaminya terlalu sempurna sehingga tak ada celah baginya untuk membantah. Maghala selalu tahu bagaimana membuat hati wanitanya merasa sangat istimewa.


"Allah yubarik Fika, ya Habibi," balas Asha mengecup pipi suaminya.


Pernikahan yang awalnya tanpa rasa cinta bahkan terpaksa di jalani Ghala, pada akhirnya membawa hingga ke titik bahagia, memiliki Asha adalah sebagian doa yang telah Tuhan kabulkan untuknya.


.

__ADS_1


.


..._____________________...


...TAMAT....


REVIEW KISAH


Hai kesayangan. Makasih ya sudah support pasangan Cyra.


Disini mommy mau coba review lagi apa yang telah mommy tulis ya.


Hanya ingin mengingatkan perihal mandi wiladah yang sudah banyak terkikis, hihi. Juga tentang pernikahan yang terjadi bagai Asha. Hamil di luar nikah.


Sebenarnya, hukum pernikahan Ghala dan Asha menurut Syafi'iyah dan hukum KHI adalah sah, boleh, tanpa diulang pun tak mengapa. Karena? menurut tajdidun nikah, menikahi wanita hamil (boleh HB atau enggaknya di tilik dari sah atau tidaknya akad mereka). Sedangkan madzhab lain ada yang membolehkan dan tidak.


Bagaimana jika Sade menikahi Asha? nah ini juga boleh tapi wajib mengulang nikah (ijab qobul) agar nasab anak yang lahir setelahnya (anak kedua) menjadi nasab tersambung ke ayah. Kalau anak pertama kan diluar pernikahan jadi nasab ada pada ibunya.


Nah, yang macam kasus Sade+Asha (jika keduanya menikah), maka orang tuanya harus hati-hati nanti. Baik untuk urusan wali nasab atau hibah harta (pada status anak pertama di luar nikah).


Lalu bagaimana dengan nasab anak Asha jika Ghala pernah melakukan HB dengannya? maka ditilik dari umur perkawinan vs usia kandungan mereka ya guys. (Rujukannya banyak, sumber yang jelas, jawaban rinci boleh PC mommy di apps atau DM IG @mommy_qiev, ya)


Mommy Al faqr sengaja membuat Asha keguguran agar memberikan kontras pemahaman. Sebab jika di samaratakan maka khawatir ada yang salah paham. Maka di urai di sini.


Apa yang terjadi di hidup kita tak lepas dari campur tangan Allah. Hadirnya seseorang bisa jadi sebagai ujian atau bahkan untuk pembelajaran. Bagai kisah Anggun dan Asha, gak boleh suudzon dengan orang terdekat, tapi hati-hati jangan sampai lalai.


Pada akhirnya semua adalah milik Allah. Ghala pergi meninggalkan semua dan ketika kembali, dia menyandang status sebagai tuan muda tapi memilih menjadi biasa saja sebab semua itu hanya titipan. Kiranya jelas ya contohnya pada kasus Maharani, Mada dan Adhisty.


Terakhir. Masalah waris. Mommy memilih hibah sebab ini jalan paling aman untuk temen-temen yang memiliki harta berlebih. Bagikan harta, ketika masih hidup. Sebab jika sudah meninggal maka akan menjadi wasiat. Sementara menurut Kompilasi Hukum Islam, wasiat tidak dapat di turunkan pada ahli waris. Jika memilih waris, maka wajib mengikuti Syara' ya.


Ah, semoga ada manfaat yang bisa diambil dari kisah Maghala dan Asha ya. Ketegaran Asha untuk bangkit juga perlu ikhtiar dan tawakal.


Sampai jumpa dikisah lain mommy. Jazakumullah para pembaca kesayangan. Luv ❤️.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


Mommy akan kisah bagaimana perjuangan surviver ginjal dan anemia aplastik ya di judul ini. Semoga bisa menginspirasi. Aamiin.



__ADS_2