Bunda (Cinta Yang Hilang)

Bunda (Cinta Yang Hilang)
DAVID HARLAND MYERS


__ADS_3

"Brakk...!"


Suara bantingan pintu, seolah hendak merobohkan tembok kamar sebelah, tempat Shanum sedang menidurkan baby Flo. Bayi mungil itu kaget dan menangis histeris.


Tuan Harland, tampak emosi setelah pertengkaran nya dengan Nyonya Monica, berujung dengan kata perceraian. Tuan Harland marah dan membanting pintu kamar dengan keras, kemudian berjalan turun kearah dapur.


"Cup...cup, sayang!" Shanum berusaha menenangkan baby Flo, dan mendekapnya erat dalam pelukan. Namun tangisan kecil itu tidak juga mereda.


"Kaget ya, kasihan anak Bunda, diam ya sayang, Flo mau mimik?" Shanum keluar dari kamar sambil membawa baby Flo dalam gendongannya. Dia pergi ke dapur untuk membuatkan Flo, susu formula. Shanum tidak menyadari kalau dari tadi seseorang memperhatikan gerak-geriknya.


"Siapa kamu?" Shanum dikagetkan oleh suara bariton seorang pria, yang duduk di mini bar dengan segelas minuman kaleng ditangannya.


"Saya Shanum saya pengasuhnya, baby Flo, Tuan!" Jawab Shanum dengan sedikit gemetar, pasalnya pria itu sedang diliputi amarah, setelah bertengkar hebat dengan istrinya, Nyonya Monica.


"Sudah berapa lama kamu bekerja disini ?" tanya pria itu lagi.


"Baru satu bulan, Tuan," Shanum bicara sambil menundukkan wajahnya.


"Saya ada didepan kamu, bukan dilantai, jika bicara dengan saya,tatap saya!" ketus pria itu.


Shanum mengangkat kepalanya, dan memberanikan diri memandang wajah majikannya. Yang baru pertama kali dilihatnya. Shanum menelan Salivanya dengan kasar.


Pria itu bertubuh tinggi dan kekar, rahangnya tegas dan kokoh. wajah perpaduan Eropa dan Indonesia. Dia adalah Tuan Davis Harland Myers, seorang pengusaha Properti terbesar di Indonesia.


"Maaf, aku membuat baby Flo terbangun ya!" sesal Tuan Harland, setengah berbisik Pria itu mendekat kearah Shanum. Wanita itu mundur beberapa langkah. Shanum takut, jika pria itu mabuk.


"Jangan takut, aku hanya mau mengendong Flo," Tuan Harland mengambil baby Flo dari gendongan Shanum. Shanum menarik nafas lega.


"Anak cantik, maaf ya, Daddy tidak sengaja membuat Flo kaget. Sekarang Flo tidur lagi ya!" pria itu mencium wajah mungil itu dengan lembut. Hingga baby Flo tertidur dalam pelukannya.


"Baby Flo, sudah tidur Tuan, biar saya antar kekamarnya," Shanum mengambil baby Flo perlahan dari gendongan Tuan Harland.


"Permisi, Tuan!" Shanum segera berlalu dari hadapan pria blasteran itu.


David Harland Myers, adalah putra pertama keluarga Myers. Ayahnya adalah seorang pria berkebangsaan Jerman yang memiliki investasi di beberapa perusahaan besar di Indonesia, bernama ALDRICH MYERS. Ibunya adalah seorang wanita, kelahiran Jakarta yang juga seorang bisnis woman, bernama SARAH HARLAND MYERS. Tuan Harland mempunyai seorang adik perempuan bernama Bianca Harland Myers, yang sekarang sedang menuntut ilmu dinegara Paman Sam, Amerika Serikat.


Namun, Tuan Aldrich Myers, meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di jalan tol bandara, saat hendak berkunjung ke negaranya.


Karena Tuan ALDRICH adalah anak tunggal, otomatis seluruh warisan jatuh ketangan Harland. Sejak saat itu, Harland,tidak punya waktu lagi untuk keluarganya. Karena harus bolak-balik Jakarta- Berlin, untuk mengurus perusahaan ayahnya. Kesibukan Harland, membuat Monica merasa kesepian dan mencari kesibukan di luar rumah, sebagai seorang model terkenal, Monica kembali sibuk dengan dunianya.

__ADS_1


...----------------...


Shanum baru saja selesai memandikan baby Flo, dan menidurkannya dikamar. Wanita itu segera turun kelantai bawah, dan mencari Mbak Mirna didapur.


"Mbak Mirna, masak apa sekarang?" tanya Shanum saat melihat, ART itu sedang memotong daging disana.


"Masak Steak, Num! Nyonya Sarah akan datang hari ini," jawab mbak Mirna. Shanum mengangkat sebelah alisnya.


"Nyonya Sarah, siapa dia, mbak?" ulangnya.


"Iya, Nyonya Sarah, ibunya Tuan Harland, sebelum ini dia tinggal di Jerman. Tapi, karena Nyonya Monica pergi, Nyonya Sarah yang akan mengurus baby Flo,"terang mbak Mirna.


"Oh...!" jawab Shanum, manggut-manggut.


...----------------...


Seorang wanita paruh baya, memasuki rumah besar kediaman keluarga Harland dengan membawa tas koper besar di tangannya. Pak Surya, sopirnya keluarga Harland, membawa koper itu kekamar yang terletak disebelah kiri kamar baby Flo.


"Selamat datang, nyonya Sarah!" Mbak Mirna menyambut wanita berparas cantik itu, dengan hormat.


"Selamat datang, Nyonya!" Shanum ikut berdiri disamping Mbak Mirna, sambil membungkukkan tubuhnya.


"Saya Shanum,.Nyonya! Pengasuhnya baby Flo!" ucap Shanum saat wanita itu melirik kearahnya.


"Oh, Shanum ya? mana Flo ?" tanyanya ramah.


"Flo sedang tidur, Nyonya!" jawab Shanum sopan.


"Baiklah, saya mau istirahat dulu, nanti kalau Alan datang, suruh temui saya dikamar ya!" pesan Nyonya Sarah pada Mirna.


" Baik, Nyonya!"


Alan adalah panggilan kesayangan nyonya Sarah untuk anak sulungnya itu. Sementara orang lain, memanggilnya dengan nama Tuan Harland.


Shanum merasa nyaman berada dirumah itu, ternyata Nyonya Sarah adalah wanita yang ramah dan menyenangkan. Seorang wanita cantik dan elegan dan mempunyai attitude yang baik. Berbeda jauh dengan mantan mertuanya, nyonya Sonia.


Shanum dikagetkan oleh suara tangisan baby Flo, pagi itu. Buru-buru Shanum berlari kekamar bayi Flo di lantai atas.


"Ada apa, sayang! Kenapa nangis?" Shanum mengangkat bayi itu dan memeluknya.

__ADS_1


"Tubuhmu panas sekali, Sayang, kamu demam," Shanum terlihat panik.


"Ada apa Shanum?" Nyonya Sarah masuk kekamar Flo.


"Tubuh Flo panas, Nyonya! sepertinya dia demam, dari tadi Flo muntah-muntah!" ujar Shanum cemas.


"Kalau begitu kita bawa ke rumah sakit saja, takutnya demamnya makin parah!" kata Nyonya Sarah.


"Ya, Nyonya! sebentar saya siapin keperluan Flo disana!" Shanum dengan cepat, memasukkan semua keperluan baby Flo untuk dibawa kerumah sakit.


Nyonya Sarah, menemani Shanum mengantar baby Flo dirumah sakit. Dokter Shella, memberikan pertolongan pertama dengan memberikan obat penurun panas.


"Bu Sarah, sepertinya cucu anda mengalami alergi susu formula," kata dokter Stella, setelah memeriksa keadaan baby Flo.


"Trus, gimana dok, ...baby Flo, tidak punya ibu dia hanya anak adopsi kami." kata Nyonya Sarah.


Shanum terpaku mendengar pengakuan nyonya Sarah. Dia teringat akan putrinya yang dulu dia tinggalkan di rumah sakit, bagaimana keadaannya sekarang. Apakah anaknya itu berada ditangan orang yang baik dan menyayanginya? Ataukah bernasib sama dengan bayi Flo.


"Anda harus mencarikan ibu susu, untuk bayi Flo, Nyonya!" kata dokter Stella lagi.


"Baik dokter, aku akan berusaha mencarinya," kata Nyonya Sarah.


"Nyonya, mungkin aku bisa menyusui bayi Flo," kata Shanum, merasa tersentuh melihat keadaan Flo yang memprihatinkan.


"Kamu punya ASI, Num?" tanya Nyonya Sarah, menatap Shanum, berharap.


"Sepertinya masih, Nyonya! saya baru melahirkan dua bulan yang lalu,"


"Ya udah, kamu boleh menyusuinya, Shanum,"


ucap Nyonya Sarah.


Dokter Stella, memeriksa keadaan Shanum, dan memberikan alat, untuk memompa ASI, Shanum bersyukur, ternyata ASI nya masih ada.


Dengan perasaan berdebar, Shanum menyusui bayi Flo, untuk pertama kalinya.


Ada perasaan haru dan bahagia, saat bayi itu menghisap kuat ASI-nya. Pertama kali dalam hidup Shanum menyusui seorang bayi, walaupun sebelumnya dia sudah memiliki empat orang anak.


Dia merasa menjadi ibu yang sempurna, walaupun dia hanya seorang pengasuh, bagi Flower. Hanya sehari, bayi Flo dirawat dirumah sakit, esok harinya, bayi mungil itu sudah ceria kembali. Membuat Shanum merasa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2