
Menjelang makan siang, Shanum dan Tuan Harland sudah kembali kerumah. Mommy Sarah, masih duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.
"Lho, Mommy nggak jadi pergi?" tanya Harland saat Mommynya masih santai didepan televisi.
"Jadi, nanti sore, kamu mau menemani Mommy Lan?" tanya Mommy Sarah, memandangi putranya penuh harap.
"Maaf Mom, aku malas ke acara pesta kayak gituan," sela Harland.
"Kalau begitu, mami ngajak Shanum saja, ...kamu jagain Flo ya Land !" ucap sang mami.
"Oke, nggak masalah, tapi jangan lama-lama ya Mom, nanti kalau Flo rewel gimana?"
"Minta tolong Mirna, ngasih susu di botol, biar dia tidak kelaparan, "
"Oke, Mommy!"
Nyonya Sarah mengikuti Shanum ke kamar baby Flo.
"Nyonya....!" Shanum kaget, saat wanita, majikannya itu tiba-tiba hadir disampingnya.
"Num, kamu temani Mommy ya, kepesta pernikahan putri temannya Mommy!" kata wanita itu membuat Shanum melongo.
"Saya, Nyonya?? Saya takut nanti saya malah bikin malu, Nyonya !" tolak Shanum.
"Jangan khawatir, Mami akan membuatmu tampil agar percaya diri !" kata
Mommy Sarah.
"Tapi...!" Nyonya Sarah menarik Shanum keluar dari kamarnya. Dan mengajak wanita itu, pergi dengan mobilnya
"Lan, jagain Flo ya !" teriak Mommy Sarah, sebelum meninggalkan rumahnya.
" Ya Mi!" Balas Harland.
Nyonya Sarah, mengajak Shanum kesebuah salon kecantikan yang tidak jauh dari rumahnya. Kemudian membelikan Shanum sebuah gaun pesta.
"Bagaimana Shanum,...udah merasa pede !" tanya Nyonya Sarah tersenyum puas, melihat penampilan Shanum, seperti yang dia inginkan.
"Sedikit Nyonya! tapi, kalau saya ikut, bagaimana dengan baby Flo ?"
"Tenang saja, biar Harland yang jagain...!" ucap Sang Majikan.
Shanum menggangguk.
Pukul lima sore, Nyonya Shanum sudah bersiap untuk berangkat ke pesta,
"Shanum, ayo berangkat !" Nyonya Sarah memanggil pengasuh cucunya itu.
Tak lama, Shanum keluar dari kamarnya dengan memakai gaun pesta berwarna peach, dengan bahu yang sedikit terbuka..
Surai nya yang panjang tergerai dengan indah.
__ADS_1
"Shanum, Mommy jadi pangling !" seru Nyonya Sarah, diikuti tatapan Harland yang memandang Shanum tanpa berkedip.
"Saya sudah siap, Nyonya!" kata Shanum tersipu malu, saat menyadari tatapan kagum Tuan Harland yang mengarah padanya, tapi pria itu tak bicara sepatah katapun.
"Kalau berjalan, jangan tundukkan wajahmu, Shanum!!"cetus nyonya Sarah sambil mengangkat dagu wanita itu
Shanum hanya mengangguk, mengikuti arahan nyonya Sarah.
Nyonya Sarah mengemudikan sendiri mobilnya, untuk sampai ke pesta. Sesampainya disana, tuan rumah menyambut mereka dengan ramah.
"Selamat datang, Nyonya Sarah! anda datang sendirian JJ?" tanya Nyonya Mayang, Wanita teman sosialita Nyonya Sarah, yang punya hajatan.
"Tidak, saya bersama calon menantu saya, kenalkan Mbak, namanya Shanum!" Shanum menyalami wanita itu, dia merasa tidak nyaman, saat nyonya Sarah memperkenalkan dirinya sebagai menantunya.
"Wah,Harland memang pintar nyari istri, Cantik kerja dimana?" tanya wanita itu lagi.
"Saat ini, Shanum tidak bekerja, aku dan Harland melarangnya untuk bekerja, agar Shanum nantinya fokus buat ngurusin Harland saja !" jawab Nyonya Sarah meyakinkan.
"Oh, beruntung sekali kamu Shanum, kalau begitu silahkan, nikmati pestanya!" ucap Sang Tuan Rumah.dengan ramah.
"Nyonya, saya risih !" bisik Shanum, saat tatapan mata para tamu yang hadir menatap kearahnya, ada yang suka dan ada pula yang meremehkan.
"Shanum,....panggil Mommy, angkat wajahmu ! ingat kamu harus percaya diri, " bisik Nyonya Sarah.
Shanum menarik nafasnya perlahan, dia mulai menikmati pesta dan melayani orang-orang yang kepo dengan dirinya, yang diklaim nyonya Sarah sebagai calon menantunya. Maklum, Tuan Harland adalah seorang pria tampan dan juga mapan, wanita mana yang tidak tergila-gila dengan pesona pria blasteran Jerman dan Indonesia itu. Bahkan banyak para ibu yang ingin menjodohkan putri mereka dengan Harland.
"Waw, ada Upik abu nih, yang sebentar lagi menjelma jadi Cinderella, " sindir seseorang dari belakang. Shanum menoleh ke arah suara yang begitu familiar.
Nyonya Sarah mendekat, saat melihat Shanum yang tampak gugup.
"Sayang, kalau kamu tidak nyaman, kita pulang saja !" ucap nyonya Sarah.
"Tidak apa-apa, Mommy...aku baik-baik saja !" jawab Shanum, menghilangkan rasa canggungnya.
"Eh, Monica apa kabar?, lama tidak kelihatan, makin gemuk sekarang!" Sapa Nyonya Sonia dengan elegan.
M ya ⁷onica, merasa kesal saat Nyonya Sonia mengatakannya gemuk, karena gemuk bagi Monica adalah momok yang menakutkan. Selama ini dia mati-matian menjaga tubuhnya agar tetap langsing, bahkan Monica menolak untuk hamil, agar tubuhnya tidak melar.
"Eh, Iya dong, Mommy, .sekarang kan aku lebih bahagia, setelah bercerai dari Harland," jawab Monica percaya diri.
"Bahagia atau tidak punya modal untuk merawat penampilan kamu, Monica!," Sindir Nyonya Sarah.
Membuat Monica pergi dengan raut wajahnya yang memerah.
Shanum hanya bisa diam, saat Monica berbalik dan menatapnya dengan tajam.
"Ayo Shanum, tidak usah dipikirkan, nikmati saja pestanya...!" kata nyonya Sarah.
Shanum tersenyum mengangguk.
...----------------...
__ADS_1
"Shanum...!" panggil nyonya Sarah dengan suara pelan, saat masuk kekamar Flo. Shanum sedang merapikan baby Flo, yang baru saja selesai mandi.
"Ada apa, Nyonya?" Sahut Shanum, setengah berbisik.
"Mulai sekarang, kamu panggil Mommy, jangan panggil aku "Nyonya", Shanum !"!ucap Mommy Sarah .
"Iya, Minum,...ada apa ?"
" Milami mau ngajakin kamu ke Mall, ...!"
" Sekarang Mami ...?"
" Iya,...kita ajak Flo sekalian....mami tunggu dibawah. "
" Baiklah, saya akan segera bersiap, Mi ?" Shanum segera mengganti pakaiannya, dan segera turun ke lantai bawah sambil mengendong Flo, dimana Mami Sarah dan Harland sudah menunggu.
Harland menatap Shanum sekilas, kemudian kembali fokus dengan ponsel ditangannya.
Shanum merasa nyaman ,tinggal dirumah Keluarga Harland. Mami Sarah sangat menyayanginya, bahkan menganggapnya keluarga. Walaupun dia hanya seorang baby sister. Shanum sekarang lebih bahagia, dan badannya sedikit lebih berisi.
Sebelum masuk kedalam Mall, mereka makan dulu disebuah restoran Jepang. Mami Sarah mengajarkan Shanum, tata cara makan bersama dalam jamuan makan. Shanum dengan cepat memahami semua yang diajarkan Nyonya Sarah.
Bahkan tata cara bersikap dan bicara yang sopan dan elegan. Hal tersebut membuat Shanum, semakin percaya diri.
" Shanum, biar Flo, aku yang gendong ?" ucap Harland sambil mengambil bayi Flo dari gendongan Shanum.
Shanum merasa canggung, saat wajah Harland begitu dekat dengan wajahnya. Aroma tubuh pria itu membuat Shanum merasa nyaman. Jantungnya berdegup dengan kencang.
Mami Sarah, mengajak Shanum masuk kesebuah klinik kecantikan, untuk memanjakan diri disana. Mami Sarah, sepertinya ingin merubah total penampilan Shanum. Menjadikannya wanita terhormat dan elegan. Agar pantas berdampingan dengan Harland, putra kesayangannya.
" Mami,....aku mau ambil Flo dulu, ya...nggak enak sama Tuan Harland, ...dia pasti kerepotan !" ujar Shanum begitu mereka selesai perawatan.
" Biarkan saja, Shanum, .kita belanja dulu, kamu ambil saja apa yang kamu mau,!!ucap mami Sarah, sambil mengajak Shanum masuk kedalam sebuah butik ternama.
Setelah puas berbelanja, Harland bertugas membawa belanjaan maminya kedalam mobil.
"Bundaaa....!' terdengar suara teriakan dua orang anak memanggil Shanum, Shanum menoleh, wajahnya berubah cerah, ini slau⁷
" Shera...?,shena ..!" Shanum berbalik sambil duduk berlutut, menyambut kedua putri kembarnya.
" Bu, undangan Bunda kemana aja ?" Sikembar Shera memeluk Shanum dengan erat.
"Iya Bunda, aku kangen sama Bunda !" ucap Shena dengan wajah sedih.
"Shera...,!Shena...ayo pulang,...!" seorang wanita menarik paksa kedua putri kembar , untuk segera menjauhinya.
"Oma, kami mau bicara sama Bunda !' pinta Shena memohon.
"Tidak Shena...! dia bukan bunda kalian !" ucap wanita ini itu kasar.
Shanum hanya bisa, menatap kepergian kedua putri kembarnya, dengan perasaan haru.
__ADS_1