
Seminggu sebelum pernikahan Harland dan Shanum berlangsung. Vania sengaja mencari kelemahan dan kekurangan Shanum, dengan mencari informasi dari mertuanya mama Sonia. Tujuannya hanya satu, untuk menggagalkan pernikahan Shanum dan Harland.
"Bagaimana bisa Shanum menjadi menantunya keluarga Harland Myers?" Mama Sonia terlihat kesal dan tidak percaya.
"Barangkali Shanum punya guna-guna, Mam! biar pria kaya lengket sama dia," sela Vania.
"Entahlah, Mama mencemaskan kerjasama Devan dan Tuan Harland bakal batal," ucap Mama Sonia.
"Kenapa emangnya, Mom..!" Sahut suaminya Tuan Adam.
"Perempuan itu pasti menceritakan dengan tentang kita pada keluarga Harland," ujar Mami Sonia, dengan pikiran buruknya.
"Aku punya ide, apa Mama tahu kelemahan Shanum," ucap Vanya, mama Sonia berfikir sejenak.
"Dia pernah mengalami depresi setelah melahirkan, hanya itu yang Mama tahu, namun pada kelahiran ketiganya, dia tidak membawa anaknya pulang, katanya meninggal Dan dikuburkan oleh pihak rumah sakit. Mami jadi merasa aneh,"
"Dimana Shanum melahirkan, Mam?
"Dirumah sakit, dokter yang menolongnya bernama dokter Hana.
"Vanya akan segera mencari informasi tentang Shanum, Ma!" kata Vania sambil memikirkan sebuah ide, yang akan membuat pernikahan Shanum dan Harland batal.
Vania pergi kerumah sakit dan menemui seorang suster yang bernama Laura.
"Apakah kamu tahu, tentang seorang yang pernah melahirkan kira-kira setahun yang lalu, dia mengalami depresi setelah melahirkan." tanya Vania sambil menyelipkan selembar uang kertas berwarna merah.
"Oh, saya ingat, Nyonya! Wanita bernama Laura itu pun menceritakan
tentang Shanum, saat menjadi pasien di klinik tersebut.
"Lalu dimana anak itu sekarang?" tanya Vanya lagi.
"Saya tidak tahu, nyonya!"
"Baiklah, nanti jika ada orang kemari untuk mencari informasi tentang Shanum, bilang kamu tidak mengetahuinya, OKE ?" sahut Vania dengan senyum merekah dibibirnya.
__ADS_1
Setelah Vania mendapatkan informasi, tentang Shanum. Wanita itu memberitahu Devan tentang berita itu.
Devan kaget mendengar hal itu dan menyelidiki informasi tersebut, dengan bermaksud menemui dokter Hana. Sayangnya wanita yang telah membantu proses, kelahiran Shanum, sudah tidak ada lagi dirumah sakit itu. Dokter Hana sudah pindah kesebuah desa di pelosok pulau Kalimantan dan mengabdikan dirinya disana, untuk membantu wanita-wanita desa yang kesulitan mendapatkan fasilitas yang layak untuk melahirkan di desa tersebut.
"Apakah anda punya nomor telepon yang bisa dihubungi, suster ?" tanya Devan pada seorang perawat yang ada di ruangan bersalin tersebut.
"Maaf pak, saya tidak punya, saya baru bekerja disini," jawab sang perawat itu berbohong.
Devan menarik nafas dengan kasar. Dia masih ingat, saat Shanum pulang kerumah, sendirian. Saat itu Devan tidak mencurigai keanehan pada diri Shanum, yang menyatakan bahwa bayinya meninggal.
Lagi pula saat itu, Devan diliputi rasa bahagia karena akan memiliki putra dari pernikahannya dengan Vania.
"Aku harus menemui, Shanum !" Gumam Devan.
Dengan terburu-buru, Devan melajukan kendaraannya menuju kediaman keluarga Harland. Mommy Sarah menatapnya dengan penuh curiga.
"Ada apa lagi Tuan Devan, sepertinya keluarga anda tidak rela melihat Shanum bahagia!" sambut Mommy Sarah dengan wajah masam.
"Maafkan saya Bu Sarah, bukannya saya bermaksud jahat pada Shanum, saya hanya ingin memastikan sesuatu tentang...." ucap Devan.
"Tentang apa, bukankah kalian sudah resmi bercerai, kamu tidak berhak lagi atas diri Shanum, walaupun kamu memiliki anak darinya. Saat ini Shanum tidak bisa diganggu!" ujar Mommy Sarah ketus.
"Oh ya!? Tapi kurasa, kau tidak perlu mencarinya, bukankah kamu tidak menginginkannya!" sindir Mami Sarah. Devan mengusap wajahnya kasar, sepertinya Mommy Sarah, benar-benar melindungi Shanum dari siapapun yang berencana menggagalkan pernikahannya.
"Maafkan saya Bu Sarah, izinkan saya bertemu dengan Shanum sekali saja!"
"Tidak bisa, Pak Devan! sekarang silahkan pergi dari rumah saya, sudah cukup ibu dan istri anda kemari untuk menjelekkan Shanum, anda tidak perlu ikut -ikutan, saya tidak akan terpengaruh oleh cerita kalian," tegas Mommy Sarah.
"Ibuku dan Vania, datang untuk menemui anda, Nyonya Sarah?' Devan tampak kaget mendengar, ucapan Mami Sarah.
"Iya, dan tujuan kalian sama kan? menghancurkan hubungan Shanum dan Harland," tuduh Mommy sarah.
"Saya tidak akan melakukan hal licik itu, Nyonya Sarah, percayalah!"
"Jika kau memaksa Shanum untuk menjawabnya, usahamu akan sia-sia, karena Shanum juga tidak mengetahui dimana anak itu sekarang!" kata Mami Sarah.
__ADS_1
"Jadi anda sudah mengetahui informasi tersebut, Nyonya!" tanya Devan.
"Tentu saja!" Jawab Mami Sarah singkat.
"Kalau begitu, maafkan keluarga saya nyonya Sarah, tapi saya harap saya bisa bertemu Shanum sebelum dia menikah," ujar Devan memohon.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun yang mencoba mengusik keluargaku Devan, bilang sama Istri dan ibumu itu," seru Mami Sarah.
"Baik Nyonya Sarah, saya permisi!" ucap Devan segera berlalu dari hadapan wanita itu.
Nyonya Sarah menarik nafas panjang. Kemudian melangkah kedalam kamar pribadinya.
Wanita cantik paruh baya itu, mengeluarkan sebuah dokumen berisi tentang anak yang diadopsi Harland dan Monica setahun yang lalu. Nyonya Sarah sendiri sudah mencari tahu tentang hal itu, dan menemukan fakta bahwa anak yang diadopsi Harland adalah putrinya Shanum dan Devan. Menurut keterangan dokter Hana, yang dia hubungi lewat telepon. Pada saat mengalami depresi, Shanum tidak mau melihat putri yang dilahirkannya. Karena itulah, Shanum tidak mengenali putrinya jika mereka bertemu.
Suara ponsel Mami Sarah berdering, wanita itu mengangkatnya dengan cepat,
"Mommy.....!" teriak Seseorang dari sambungan telepon selulernya.
"Bianca, kenapa harus teriak-teriak ngomongnya?" Mami Sarah menjauhkan ponsel dari telinganya .
"Mommy keterlaluan,Kak Harland mau nikah, kok aku nggak Mommy kasih tahu. Aku mau pulang, Mommy !" rengek Bianca.
Bianca adalah satu-satunya adik Harland , yang sekarang masih menempuh pendidikannya di Harvard University.
"Ya udah, tinggal pulang saja, Bianca! nanti Mommy beliin tiket pesawatnya!" jawab Mommy Sarah.
"Beneran ya, Mom! aku mau pulang secepatnya," kata Bianca
"Nanti suruh Kak Harland dan Kak Shanum yang menjemput ku ke Bandara Mommy sekalian ajak ponakanku, Flower !" seru Bianca.
"Iya, iya, jangan bawel!" omel Sang Mommy.
"Oke, Mommyku yang cantik, thank you!" ucap Bianca sambil menutup panggilannya.
Bianca Harland Myers, adalah putri kedua keluarga Myers. Jarak usia antara Bianca dan Harland cukup terpaut jauh hampir 15 tahun. Nyonya Sarah memang memiliki masalah dengan rahimnya. Hingga lama baginya menunggu waktu, untuk mendapatkan anak keduanya.
__ADS_1
Bianca baru saja menghubungi kakaknya Harland. Pria itu mengatakan akan menikah Minggu depan. Bianca kaget, karena maminya tidak memberitahukan sebelumnya. Jadilah wanita muda berusia 22 tahun itu uring-uringan sendiri dikamar apartemennya.
Bianca mengambil jurusan manajemen bisnis, yang sekarang sedang fokus menyusun skripsinya. Karena itu lah Mommy Sarah, tidak memberitahukan tentang pernikahan Harland dan Shanum, Agar Bianca, bisa menyelesaikan tugas akhirnya itu tepat waktu.