Bunda (Cinta Yang Hilang)

Bunda (Cinta Yang Hilang)
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

Bianca mengerjapkan matanya, memandang sekeliling ruangan yang tidak asing baginya. Dia tidak ingat sudah berapa lama dia tertidur, karena kelelahan selama dalam perjalanan pulang dari Amerika.


Gadis manis berambut panjang itu, segera masuk kekamar mandi dan membersihkan diri. Tak lama kemudian, Bianca keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian rapi. Dengan memoleskan sedikit make up tipis dan lipstick berwarna nude, Bianca keluar dari kamar.


"Kak Alan.....!" Bianca berteriak saat melihat kakak kesayangannya itu duduk di ruang keluarga. Gadis itu berlari memeluk sang kakak dengan riangnya.


"Bianca...!" Harland tersenyum senang, melihat adik kecilnya itu, masih sama seperti dulu, riang dan manja. "Bagaimana kuliahmu, Bi?" tanya Harland memanggil adiknya dengan panggilan kesayangannya.


"Lancar kak, aku lagi ngajuin skripsi, mudah-mudahan diterima, agar bisa cepat wisuda!" jawab Bianca.


"Syukurlah! Oh ya, Bi... ! kenalkan ini kak Shanum, dan Flo!" Harland memperkenalkan Shanum yang sedang bermain dengan Flower.


"Maaf kak Shanum, kenalkan aku Bianca! adik satu-satunya Kak Harland," ucap Bianca tersenyum ramah pada Shanum.


"Senang bertemu denganmu, Bianca! Aku Shanum," sahut Shanum menyambut uluran tangan Bianca dengan hangat.


"Wah, ternyata Mommy benar, kak Shanum orangnya cantik dan lembut," puji Bianca.


Shanum tersenyum manis, hatinya merasa tenang, berada ditengah-tengah keluarga yang baik dan ramah.


"Semuanya sudah siap, kan?" Mommy Sarah, keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi.


"Kita mau kemana, Mom?" tanya Bianca.


"Makan diluar, kan tadi Mommy udah bilang."ujar Mommy Sarah.


"Oh ya, maaf aku lupa, Mom, sebentar Aku ambil tas dulu dikamar," sahut Bianca setengah berlari ke kamarnya. Tak lama kemudian dia keluar dari rumah, dan menyusul keluarganya di parkiran mobil."


"Bi, kita satu mobil sama Arsen, kakakmu sudah berangkat duluan bersama Shanum dan Flo!" kata Mommy Sarah membuka pintu belakang, dan menyuruh Bianca duduk didepan bersama Arsen. Bianca ingin protes, tapi dia tidak ingin Mommynya marah.


Bianca duduk disamping Arsen yang menyetir kendaraan, pria itu meliriknya sekilas dan kemudian fokus pada kendaraan yang dibawanya.


"Bi, Arsen bilang, kalian dulu satu sekolah," ucap Mommy Sarah memecah kebisuan diantara mereka.


"Iya Mom, waktu SMA," jawab Bianca malas, dia enggan mengingat masa SMA itu, yang menurutnya tidak ada manis-manisnya.

__ADS_1


"Arsen, kamu masih ingat sama Bianca?" tanya Mommy lagi pada Arsen yang sedang fokus menyetir mobil.


"Tentu saja, Mommy! Siapa yang bisa melupakan Bianca, sudah cantik, baik dan ramah, seperti Mommy!" puji Arsen tersenyum tipis. Bianca membulatkan matanya kearah Arsen. Pria itu sedang menyindirnya. Tapi tunggu, sejak kapan Arsen memanggil Mommy Sarah dengan panggilan Mommy juga.


"Oh ya! Apa dulu Bianca punya pacar di sekolah?" tanya Mommy lagi.


"Setahu saya, nggak ada Mom, walau Bianca banyak yang deketin, tapi sepertinya Bianca menjaga hatinya untuk seseorang," tebak Arsen asal.


Bianca tampak kesal, "Ngapain sih, Mommy nanya-nanya sama Si cupu itu, eh...sekarang kan Arsen tidak cupu lagi, makin ganteng dan kelihatan lebih percaya diri," batin Bianca.


Untunglah mereka sampai di restoran, Bianca bisa terhindar dari Arsen dan Mommynya.


"Kak Alan, kok ninggalin aku sih!" Bianca cemberut pada Harland, pria itu tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut adiknya itu.


"Kan ada Mommy, Arsen juga!" jawab Harland tertawa, saat Bianca semakin kesal karena rambutnya di acak-acak Harland.


"Kakak....!" Bianca menyisir rambutnya dengan tangan.


"Sudah....sudah, ayo kita masuk!' Mommy Sarah mengajak putra-putrinya masuk kedalam restoran.


Shanum kaget, menatap tajam kearah orang yang telah menyiramnya.


"Monica, apa-apaan ini, jangan membuat keributan disini!" teriak Harland marah. Monica menatap Shanum dengan penuh kebencian.


" Dengar ya, kalian semua, perempuan ini adalah orang yang aku bayar untuk menjadi pengasuh anak di rumahku, tapi dia telah merebut Suamiku dan membuat Harland menceraikan ku, dia licik, dia menjadikan bayi itu senjata untuk mendekati Harland, sebentar lagi mereka akan menikah, dasar PELAKOR!" teriak Monica.


"Cukup Monica, perceraian kita tidak ada hubungannya dengan Shanum, berhentilah membuat drama, seolah-olah kau yang menjadi korban, apa lagi yang kau inginkan?" bentak Harland.


"Aku hanya ingin hak ku yang tidak kau penuhi," teriak Monica.


"Semuanya sudah berakhir, Monica! Tolong, jangan ganggu keluargaku, atau kau akan ku tuntut di pengadilan, karena melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan," Ancam Harland.


"Aku tidak takut!" tantang Monica.


Suasana di Restoran itu semakin rame dengan kehadiran wartawan yang sengaja di ajak Monica untuk meliput drama recehannya. Mommy Sarah menyuruh Arsen

__ADS_1


dan Bianca mengajak Shanum dan Flo keluar dari restoran lewat pintu belakang.


"Ayo kak!" Arsen melindungi Shanum dari incaran wartawan, dan Bianca menggendong Flo ke mobil, dan membawanya pergi meninggalkan restoran.


"Kita langsung pulang saja, Arsen!" kata Shanum saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Baik Kak, Kakak nggak apa-apa?" Arsen mengawatirkan Shanum yang tampak tertekan.


"Nggak apa-apa, Arsen! Maafin kakak ya Bianca, kakak mengacaukan acara makan malam kita," sesal Shanum.


"Bukan salah kakak!, semua karena Monica yang sepertinya tidak rela kak Harland menikah lagi," kata Bianca.


"Bianca benar, Kak Shanum, Kak Monica marah, karena kak Harland tidak memenuhi tuntutannya di pengadilan, dia mengiring opini publik, seolah-olah dia adalah korban perselingkuhan Harland, dan Harland wajib memberinya uang sebanyak 1M," terang Arsen.


"Satu Milyar? gila tuh orang....mau ngerampok?" ucap Bianca kesal.


"Arsen, bukankah pengadilan sudah memutuskan kalau kak Monica tidak menerima apapun dari kak Harland," tanya Bianca.


"Iya, nona! Karena itulah, Kak Monica tidak menerima dan mengajukan banding." jawab Arsen.


"Trus, kenapa ?"


"Pengadilan menolak banding!"


"Pantas, di seperti orang gila, tambang emasnya sudah tidak ada," ujar Bianca.


...----------------...


Bianca, Arsen dan Shanum sampai dirumah dengan selamat. Bianca mencoba menghubungi sang Mommy, yang masih berada di restoran. Harland dan Mommy Bianca mengadakan konferensi pers, sambil menjelaskan duduk perkara permasalahan yang terjadi antara Harland dan Monica.


"Jadi, begitulah yang sebenarnya terjadi, teman-teman Media, tidak ada perselingkuhan yang dilakukan oleh Harland, seperti yang dituduhkan Monica, justru Monica sendiri yang berselingkuh dengan pemilik agensi modelnya," terang Mommy Sarah.


"Katanya, anda menentang pernikahan putra anda dengan Monica, Nyonya Sarah?" tanya wartawan OTV.


"Ya, tapi saya tidak pernah mencampuri rumah tangga mereka, karena itu saya pergi ke Jerman dan tinggal disana, hingga mereka bercerai, barulah saya kembali ke Indonesia,"

__ADS_1


"Baiklah, teman-teman semua, saya rasa cukup keterangan kami, setelah ini saya mohon, jangan ganggu keluarga saya lagi, karena baik Mommy Sarah atau pun calon istri saya Shanum, tidak ada hubungannya sama sekali dengan perceraian saya dengan Monica, sekian trimakasih!" ucap Harland, dan bergegas meninggalkan restoran, sambil merangkul Mommy Sarah keluar dari kerumunan wartawan.


__ADS_2