Bunda (Cinta Yang Hilang)

Bunda (Cinta Yang Hilang)
PERNIKAHAN KEDUA


__ADS_3

Mommy Sarah, benar-benar berkeinginan kuat, untuk menjadikan Shanum sebagai seorang wanita berkelas dan terhormat. Wanita itu mengajarkan banyak hal, mengenai kehidupan wanita kelas atas. Mengajaknya menghadiri acara-acara pesta teman-teman sosialitanya.


Seperti malam itu, Mommy Sarah mengajak Shanum ke pesta ulang tahun Putri sahabatnya. Pesta itu di adakan disebuah Ballroom sebuah hotel terkenal di ibu kota.


"Aku sudah siap, Mommy !" Shanum turun dari lantai 2, sambil menggendong Flo, yang juga akan mereka ajak ke pesta itu.


"Cantik sekali kamu, Num!" Mommy Sarah memuji penampilan Shanum, yang memakai gaun malam berwarna hitam, kontras dengan kulitnya yang putih bersih.


"Mommy juga cantik!"balas Shanum sambil tersenyum lepas.


"Aku senang, hidupku dikelilingi wanita-wanita cantik," ujar Harland saat keluar dari kamarnya.


Kedua wanita itu menoleh, Harland tampak gagah dengan Tuxedo berwarna hitam yang dia pakai malam itu.


"Kamu juga tampan, Sayang!" puji Mommy Sarah menepuk pundak putranya itu dengan pelan.


"Putri Daddy juga cantik!" puji Harland sambil mengambil Flo dari gendongan Shanum.


"Ayo kita berangkat!" sahut Mommy Sarah, yang tampak elegan dengan gaun panjang berwarna merah. Dan sebuah tas branded tergantung indah di tangan kirinya.


Tak lama berselang, mereka sampai di hotel, tempat pesta sedang berlangsung. Bapak dan Ibu Surya menyambut mereka dengan hangat.


"Terimakasih sudah datang, Bu Sarah! Anda datang sendirian?"tanya Pak Surya.


"Tidak pak Surya, saya bersama Harland dan Shanum calon istrinya. Juga bersama putri kecilnya," terang Mommy Sarah. "Harland...! Shanum...! sini!" panggil Mami Sarah


Keduanya mendekat dan menyalami, pak Surya dan Istrinya dengan hormat.


"Wah, ...selamat ya Harland, Om tunggu undangannya, kapan kalian akan menikah?" tanya Pak Surya yang tampak merasa kecewa karena Sebelumnya dia ingin menjodohkan Harland dengan putrinya Kirana.


"Bulan depan, Om!" jawab Harland asal, membuat Shanum mendelik kearah pria itu.


"Iya, Harland akan menikah satu bulan lagi dari sekarang, aku sedang mempersiapkan semuanya, " imbuh Mommy Sarah.


"Kalau begitu silahkan nikmati pestanya !" kata Bu Surya dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


Harland mengajak Shanum menemui teman-temannya, relasi dan juga karyawannya yang hadir dipesta itu. Shanum tampak anggun berjalan disamping Harland dengan kepercayaan dirinya yang tinggi.


"Wah, nggak disangka ya, ternyata selera seorang Harland, hanya asisten rumah tangganya!" seru seseorang yang datang menghampiri mereka, dengan memakai pakaian kurang bahan, dengan perut yang membesar.

__ADS_1


"Selamat malam, nyonya Monica !" sapa Shanum ramah.


"Nggak usah sok akrab denganku, babu!" ketus Monica ditelinga Shanum.


"Lho, bukannya anda duluan yang menyapa saya Monica, jadi siapa yang sok akrab?" balas Shanum dengan tenang.


"Berani sekali kamu menyebut namaku, " kesal Monica.


"Dulu saya memang asisten anda, tapi sekarang tidak, anda sudah mencampakkan Harland, jadi sekarang anda tidak punya hak untuk marah," cetus Shanum.


"Kita lihat saja nanti, berapa lama kau bertahan disamping Harland !?" ucap Monica ketus.


"Monica sepertinya anda sedang hamil, benar begitu?" Shanum memperhatikan perut Monica yang membesar.


"Bukan urusanmu!" jawabnya ketus.


"Yakin, anak itu ada bapaknya!" seru Shanum membuat Monica kesal dan marah.


"Sayang, sudahlah nggak usah diladeni..." ucap Harland sambil merangkul pundak Shanum, dan mengajaknya ketempat lain. Tanpa memperdulikan Monica. Wanita itu tampak kesal dan marah.


Tak sengaja, kedua pasangan itu bertemu dengan Devan dan Vania disana.


Devan juga menyalami Shanum yang tampak berbeda dari sebelumnya. Wanita itu lebih cantik dan berkelas, berkat ajaran Mommy Sarah.


"Pak Devan, saya juga senang bertemu dengan anda disini, bagaimana kabar anak-anak?" tanya Harland mewakili Shanum.


"Anak-anak baik, mereka tidak diajak !" jawab Devan.


"Devan kamu mengenal Tuan Harland ? tanya istrinya Vania.


"Iya, kami baru bertemu beberapa hari yang lalu," jawab Devan santai.


Vania kaget memandang wanita yang berada disamping Harland, hatinya marah melihat Shanum bergelayut manja dilengan Harland.


"Shanum, hati-hati ya, jangan sampai kamu kecolongan lagi, jika kau lengah, aku akan mengambil Harland darimu, kau tidak pantas bersanding dengan Tuan Harland," bisik Vania.


"Oh ya ! aku tunggu Vania, ku pikir Harland tidak akan tergoda olehmu, Sepertinya kau menyukai sisaku Vania, kasihan sekali dirimu!" sindir Shanum.


Harland tersenyum bangga. Ternyata Mommy Sarah berhasil menjadikan Shanum menjadi wanita yang tidak mudah diinjak-injak harga dirinya.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti, aku bisa mengambil Devan darimu, yang katanya mencintaimu. Apalagi Harland yang tidak mencintaimu, kalian hanya dijodohkan Nyonya Sarah, kan?" Ujar Vanya dengan tidak tahu malu.


Shanum hanya tersenyum tipis, sambil berkata, "Cinta atau tidak, kurasa itu bukan jaminan sebuah rumah tangga akan bertahan Vania. Tapi aku yakin, Harland akan mencintaiku setelah kami menikah nanti, tunggu saja, aku akan mengantar undangan secepatnya pada kalian,"


"Sudah selesai, Sayang! kalau sudah ayo kita pulang, kelihatannya Flo sudah mengantuk," Harland merangkul Shanum dengan mesra, membuat Vania merasa jengkel dan marah.


"Apa sih istimewanya anak kampung itu, gampang sekali menaklukkan pria-pria kaya di kota ini" gerutu Vanya begitu Harland dan Vanya serta Mommy Sarah keluar dari gedung tempat acara pesta berlangsung.


...----------------...


Mommy Sarah, tanpa sepengetahuan Harland dan Shanum, telah menyiapkan acara pernikahan untuk keduanya. Harland yang sibuk dengan pekerjaannya, tidak punya waktu untuk mengurus pernikahannya tersebut.


"Harland, nanti malam kamu stay dirumah ya!" kata Mami Sarah, saat putranya itu pulang dari kantor.


" Kenapa Mommy?"


"Designer yang akan menjahit pakaian pengantin akan datang jam 8 nanti malam," Sahut Mami Sarah.


"Memangnya, pernikahannya kapan Mom?" Harland mengerutkan keningnya.


"Awal bulan depan, tanggal satu?" kata Sang Mami santai.


"Tapi Mom, aku belum menyiapkan apa pun?" ucap Harland bingung.


"Tenang saja, semua urusan pesta sudah mami siapkan, kamu dan Shanum tinggal duduk manis menunggu hari H, semua Mommy yang ngatur?"


"Mami, aku tidak mau mami kelelahan, ngurus semuanya sendirian. Nanti mami sakit!" Harland merangkul Sang Mami dengan hangat dan sedikit khawatir.


"Mami tidak capek, Harland! Mommy kan tinggal telpon doang. Yang bekerja kan orang lain. Udah, yang penting kamu dan Shanum harus segera menikah, biar nggak ada lagi yang mengganggu kamu !" ujar Mommy Sarah.


"Kalau itu membuat Mami senang, baiklah! Trimakasih untuk semuanya Mami!" Harland memeluk Mami Sarah erat.


...----------------...


Pernikahan kedua Shanum dan Harland berlangsung disebuah Ballroom hotel bintang 5 di Jakarta. Keduanya tampak bahagia dengan balutan pakaian pengantin modern, Harland tampak gagah dengan Tuxedo berwarna putih dan Shanum yang memakai gaun pengantin berwarna senada, dengan taburan permata yang berkilauan.


Sementara itu sikecil Flo, memakai pakaian yang sama dengan Shanum, membuat bocah kecil itu, tampak lucu dan menggemaskan. Begitu juga putri Shanum dari hasil pernikahannya dengan Devan. Jasmine dan kedua putri kembarnya, turut hadir dipesta pernikahan Bunda mereka. Semua orang larut dalam kegembiraan, kecuali Nyonya Sonia dan menantunya Vania.


Kedua makhluk antagonis itu, hanya bisa menatap kebahagiaan Harland dan Shanum dengan tatapan iri. Bagaimana bisa, Shanum menikah dengan Pria berkuasa seperti Harland, setelah mereka membeberkan rahasia tentang Shanum, beberapa sebelum pernikahan itu berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2