Bunda (Cinta Yang Hilang)

Bunda (Cinta Yang Hilang)
PERNIKAHAN SEMU


__ADS_3

Bianca tidak menyadari sudah berapa lama, dia tertidur di kamar itu. Sementara diluar cuaca begitu gelap, karena malam mulai menjelang dan hujan akan segera turun.


"Sudah bangun sayang?" Arsen masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan, hanya dengan memakai handuk menutupi tubuh bagian bawahnya, seolah memamerkan otot perutnya yang kuat.


"Kenapa kau melakukannya padaku, Arsen?" Bianca menangis karena aset yang berharga pada dirinya telah hilang direnggut pria yang memujanya sejak dari SMA.


"Maafkan aku, Bianca! Aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu, aku akan menikahi mu begitu kamu selesai wisuda," ujar Arsen mencoba meyakinkan Bianca.


"Aku telah mengecewakan Mommy dan Kakakku, selama di Amerika, aku selalu menjaga diriku, agar tidak di sentuh oleh laki-laki yang menjadi kekasihku, tapi kau dengan mudah merenggutnya dariku,"


ucap Bianca lirih.


"Besok kita kembali ke rumahmu, aku akan melamar mu pada Kak Harland, kita akan menikah secepatnya, sekarang makanlah! Agar kamu tidak kelaparan," Bianca menurut, dia memang lapar, karena sejak semalam perutnya belum diisi oleh apapun.


Arsen tersenyum samar, menatap wanita yang dulu sangat dicintainya itu. Namun sekarang, Arsen hanya ingin melampiaskan sakit hatinya pada Bianca. Dan membuktikan bahwa dia mampu menaklukkan putri seorang pengusaha kaya seperti Nyonya Sarah, pada teman-teman yang pernah meremehkannya.


"Sudah selesai sayang, kamu ingin mandi atau aku bantu ke kamar mandi," ucap Arsen melihat Bianca sulit untuk menggerakkan tubuhnya, karena bagian intinya yang sakit, akibat gempuran Arsen tadi siang.


"Tidak usah, aku bisa sendiri!" Bianca menerima handuk yang diberikan Arsen, dengan langkah tertatih, Bianca masuk ke kamar mandi. Dia kaget melihat hampir seluruh tubuhnya terdapat jejak percintaan yang ditinggalkan Arsen. Bianca menarik nafas dalam-dalam. Dia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Arsen, karena dia sendiri yang terbuai dengan sentuhan-sentuhan yang diberikan Arsen. Dan tubuhnya tidak menolak.


"Bianca, tanda ini adalah bahwa kamu sepenuhnya milikku," suara Arsen mengagetkan Bianca, saat pria itu mendekap tubuhnya dari belakang. Mengecup pundaknya yang terbuka.


"Bianca, tersenyumlah! .aku merindukan senyummu," pinta Arsen menatap Bianca dari depan cermin.


Bianca memaksakan diri untuk tersenyum.


Arsen memang seorang perayu ulung, Dia mampu membuat Bianca kembali jatuh dalam dekapan hangat seorang Arsen Aditama.


Keesokan harinya, Arsen menepati janjinya dengan mengantarkan Bianca ke rumah keluarganya. Mommy Sarah menyambut mereka dengan heran.


"Lho, Bi! Kamu tidak jadi berangkat ke Amerika, nak?" tanya Mommy Sarah penasaran.


"Maafkan Bianca Mom, " Bianca memeluk Mommynya erat.

__ADS_1


"Ada apa ini? Arsen tolong jelaskan pada Mommy!"


"Maafkan aku, Mommy...semua terjadi karena kesalahpahaman, Bianca hendak pergi Ke Amerika karena ingin menghindari bertemu denganku, ...Mommy, aku mencintai Bianca, aku ingin menikah dengannya, setelah Bianca wisuda nanti."


"Apakah benar begitu, Bi?" tanya Sang Mommy, penuh selidik.


"Iya Mommy, aku juga mencintai Arsen!" jawab Bianca jujur.


"Kalau begitu, baiklah...kalian harus sabar menunggu, Mommy akan membantu mengurus dokumen kalian," kata Mommy Sarah.


Pernikahan Arsen dan Bianca berlangsung meriah disebuah Ballroom hotel bintang lima. Pernikahan itu dihadiri oleh sebagian besar teman-teman angkatan SMA mereka. Arsen dengan bangga memperkenalkan Bianca sebagai istrinya pada semua tamu undangannya.


"Wah, akhirnya kamu mendapatkan Bianca juga Arsen?" puji Andre, salah seorang teman sekolahnya, walaupun mereka tidak begitu akrab.


"Iya dong, cinta itu memang harus diperjuangkan bukan? Arsen tersenyum bangga. "Trimakasih semua atas kehadirannya!"


"Bianca, selamat ya, tak ku sangka, akhirnya kamu berjodoh dengan Arsen!" kata teman satu geng Bianca, dulu waktu masih di SMA. Bianca hanya tersenyum tipis.


...----------------...


Shanum menghempaskan tubuhnya yang lelah di atas tempat tidur. Setelah membersihkan diri dan menidurkan si kecil Flo di kamarnya. Harland masuk ke kamar mereka, seperti biasa hanya dengan memakai celana pendeknya. Shanum menggigit bibir bawahnya. Pria itu bergabung dengan Shanum di balik selimut hangatnya.


"Sayang, ...aku merasa pernikahan Bianca dan Arsen yang tiba-tiba, kok sepertinya terasa aneh ya!" Harland mengungkapkan isi hatinya pada Shanum.


"Aneh, gimana kak?" tanya Shanum.


"Ya, merasa aneh saja, aku merasa Bianca tidak bahagia, tidak seperti kita menikah dulu!" ucap Harland


"Mungkin karena kakak terlalu mencintai Bianca, jadi kakak takut kehilangan dia, itu wajar kak, tapi aku lihat Arsen sangat mencintai Bianca."


"Mudah-mudahan feeling ku salah, dan mereka bahagia menikmati malam pertama mereka,"ucap Harland.


Malam Pertama, Shanum ingat malam pertama pernikahannya dengan Harland terjadi tidak seperti yang dia harapkan. Hingga sekarang Shanum belum menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri, Shanum merasa bersalah pada Harland, sebagai laki-laki normal, pria itu pasti menginginkan seorang wanita untuk melampiaskan hasratnya.

__ADS_1


"Kak...!" panggil Shanum lirih. Sambil memberanikan diri meraba dada bidang milik suaminya itu.


"Mmh...!" Harland yang baru memejamkan matanya menoleh pada Shanum, yang mencoba merayunya. Harland tersenyum.


"Kamu sudah siap, Sayang?" tanya Harland memandang Shanum dengan semangat yang menyala. Shanum mengangguk.


"Tapi pelan-pelan ya kak!" ujar Shanum.


"Iya, aku akan pelan-pelan, kalau merasa tidak nyaman, hentikan aku!" bisik Harland. Shanum mengangguk, mencoba mengatur detak jantungnya yang berdebar kencang.


Harland memperlakukan Shanum dengan lembut, hingga wanita itu merasa nyaman. Shanum menikmati setiap sentuhan yang di berikan pria itu, hingga Shanum mencapai klimaksnya tanpa drama kesakitan.


"Sakit!" tanya Harland saat pria itu menyatukan dirinya perlahan dengan tubuh istrinya yang telah polos.


Shanum menggeleng, Harland tersenyum lebar, dengan penuh semangat yang bergelora, Harland memacu dirinya untuk menuntaskan hasrat yang sudah lama terpendam. Menyebarkan benih-benih premium, keturunan sejati keluarga Harland Myers.


Sementara itu di kamar hotel bintang lima, tempat pernikahan Bianca dan Arsen berlangsung. Jerit tangis Bianca begitu memilukan, Arsen menggagahinya seperti binatang, tidak ada sentuhan lembut, tidak ada sapaan manja. Pria itu seperti seorang monster yang menunjukkan sifat aslinya.


"Hentikan Arsen, tolong hentikan!" Bianca memohon saat Arsen memukulnya berkali-kali sebelum menyetubuhinya. Tapi pria itu tidak peduli. Bianca menangis terisak-isak, tubuhnya terasa remuk redam, Bianca tidak kuasa melawan.


Menjelang pagi, barulah Arsen menghentikan aksi brutalnya. Melihat Bianca menangis sesenggukan, pria itu memeluknya dan meminta maaf dengan suara lembut.


"Maafkan, aku Bianca! aku telah menyakitimu, sayang, aku tidak bermaksud membuatmu terluka!" Pria itu mengusap wajah Ava dengan ciuman manisnya. Bianca hanya diam.


"Bi, jawab aku!" Bianca menggeleng lemah, dia mencoba memahami apa yang diinginkan pria itu darinya.


"Bi, maaf kalau aku memiliki sisi lain dari diriku, aku memiliki Alter ego, yang kadang sulit untuk aku kendalikan," pengakuan Arsen yang tiba-tiba membuat Bianca tak percaya. Bagi Bianca, Arsen adalah seorang psikopat, yang tidak mempunyai hati. Dan dia sedang memikirkan cara untuk lari dari hidup Arsen. Tapi bagaimana dengan keluarganya. Bianca merasa bingung. Disatu sisi, dia tidak ingin Mommy dan Kak Harland tahu, keadaan pernikahannya yang tidak baik-baik saja. Disisi lain, dia tidak akan sanggup bertahan menghadapi sikap Arsen, yang berubah-ubah.


"Jangan mencoba berfikir untuk lari dariku, Bianca, aku tidak akan pernah melepaskan mu," gumam Arsen, seolah mampu membaca pikiran Bianca.


Bianca hanya diam mematung. Bukan hanya hatinya yang hancur, tapi juga tubuhnya.


*Alter ego (dari bahasa Latin yang berarti "aku yang lain") merupakan diri kedua yang dipercaya berbeda dari pada orang kebanyakan atau kepribadian yang sebenarnya. (sumber: id.m.wikipedia.org)

__ADS_1


__ADS_2