
Desia Ramadhani seorang gadis belia dengan paras yang cantik rupawan, hidung mancung, alis nanggal sepisan, rambut ngandan - ngandan (bergelombang), pinggang nawon kemit (ramping), kaki jenjang dengan tinggi semampai bila ber jalan bak nyiur melambai - lambai. putri dari pasangan tuan Hardian Wibisono dengan Nyonya Rumi Anggraeni merupakan gadis desa yang sangat dikagumi karena selain kecantikannya, dia juga memiliki kecerdasan yang mumpuni. meskipun begitu, Desi tidak pernah memilih milih dalam berteman, selalu ramah dan memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi, dan banyak yang menyebutnya dengan sebutan bunga desa.
"pak, buk, kulo nyuwun pamit bade sekolah rumiyen" ("pak, buk, saya pumit sekolah dulu") ucap Desi
" iyo ndok, engko mampiro nek omahe bude Darmi jikok klambine ibu wes tak bayar ongkose jahit"( iya nak, nanti mampir rumahnya bude Darmi ambil bajunya ibuk sudah dibayar ongkos jahitnya) balas nyonya Rumi
sebenarnya bisa saja nyonya Rumi membeli baju branded dari desainer terkenal, tapi beliau menjahitkan bajunya pada penjahit biasa dengan dalih berbagi rejeki karena selain membayar ongkos jahit, juga membawakan bahan pokok makanan karena bude Darmi seorang janda dan memiliki 2 orang anak yang masih sekolah
" nggeh buk" jawab Desi
" lek numpak motor ojo banter - banter, seng ati - ati" ( kalau naik motor jangan kencang kencang, yang hati-hati) sahut Tuan Hardian
__ADS_1
" nggeh,...Assalamualaikum..." ucap desi sambil menyalimi kedua orang tuanya
" waalaikumsalam...." jawab tuan Hardian dan nyonya Rumi bersamaan
saat ini Desi masih sekolah kelas XII di SMU Unggulan, sehingga jarak rumah ke sekolah lumayan jauh. meskipun didekat rumahnya ada sekolah yang dikelola oleh pamannya sendiri, Desi lebih memilih sekolah yang berbeda dengan alasan ingin mengembangkan bakat tanpa ada embel embel nama keluarganya. bahkan Desi menyembunyikan identitas keluarga besarnya didepan teman temannya.
Desi mengendarai motor matik dengan kecepatan rata rata 60 km/jm
Tuan Handi dan Nyonya Shintia tinggal di luar negeri untuk mengurus perusahaan disana, sehingga Eko sejak usia 2 tahun tinggal diluar negeri. meskipun demikian, orang tua eko selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan kesehariannya sehingga saat tinggal di Indonesia akan sangat mudah.
siang mulai tergeser, suara adzan magrib telah terdengar, Desi mengendarai motor matik dalam perjalanan pulang terserempet sebuah mobil mewah.
__ADS_1
"Aaaaaaa......" teriak desi
"innalillahi wainailaihi rojiun..... astaghfirullahaladzim...." ucap Desi
badannya terpelanting beberapa meter dari motor matiknya.
semertara pengendara mobil yang mendengar suara aneh langsung menepikan mobilnya, mendekati desi. dengan kesadaran yang tersisa, desi bisa merasakan tubuhnya diangkat dan dimasukkan dalam mobil karena suasana jalanan sepi saat magrib
"hai nona.....tetaplah bangun... aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap eko panik sambil membopong tubuh desi
"apapun yang kau keluhkan, tetaplah terjaga" eko yang mengemudi terus mengajak bicara desi meskipun tidak ada jawaban sambil melirik bangku mobil bagian belakang
__ADS_1