
hari telah berganti, sang mentari tlah hadir mengiringi segala aktivitas dimulai dan hiruk pikuk jalanan pun juga menghiasi bumi.
pagi ini tuan handi dan nyonya shintia telah siap untuk berangkat kerumah urang tua desi, dengan harapan masalah yang besar bisa menjadi kacil dan masalah kecil bisa dianggap tak bermasalah.
memang selama ini anak satu-satunya itu memang pandai dalam hal bisnis maupun penakluk wanita, tetapi dalam buhungan pernikahan sangatlah berbeda dengan bisnis. dia belum berpengalaman masalah hubungan dua keluarga yang berbeda termasuk cara pandang maupun prinsip.
hingga menjadi satu kesatuan keluarga yang utuh, saling berbagi, saling memberi dan menerima, mengerti sesama untuk satu tujuan yang sama yaitu menjadikan keluarga sakinah mawaddah wa rohmah.
"papa sama mama berangkat sekarang, kalian baik-baik dirumah" pamit papa
"papa jangan lupa bawa toni sama riko" tukas eko
"baiklah, papa berangkat"
"sayang, mama tinggal ya" pamit mama shintia pada menantunya
"iya, ma. hati-hati ya ma" jawab desi
~
kediaman tuan hardian
ketika akan keluar rumah, ada tamu yang tak diundang datang
setelah saling mengucap dan menjawab salam, tamu dipersilahkan masuk rumah serta dipersilahkan duduk.
__ADS_1
"ehhemm... begini pak, maksud kedatangan kami kemari untuk meluruskan masalah yang sekiranya telah ditimbulkan oleh putra kami" ucap tuan handi mengawali percakapan
"anak-anak kita saling mencintai dan memulai membangun mahligai rumah tangga, sebagai orang tua bukankah sebaiknya kita mundukung dan mendo'akan untuk masa depan mereka" imbuhnya
"entahlah, saya tidak bisa percaya" sahut yuan handi
"perkataan saya bisa dipegang. dan masalah perusahaan saya maupun anda, toh nantinya juga yang mengelola mereka berdua"
"ingatlah tuan, bahwa perkara semacam ini jika diteruskan malah menjadi jembatan bagi pihak ketiga yang menginginkan kerjasama perusahaan berakhir"
saya berharap, apa yang saya pikirkan tidak terjadi" lmbuhnya
"apa maksud tuan?" tanya bapak desi
"baiklah, saya juga akan mencari informasi itu. dan jika info yang saya terima benar adanya, maka desi akan saya jemputnya" tegas tuan hardian
"saya mengerti posisi anda tuan"
setelah dirasa cukup, perbincangan yang awalnya serius lama kelamaan menjadi bincang santai.
setelah besannya pulang, bapak desi keluar rumah menuju mobilnya yang sudah ditunggu oleh sang sopir.
tujuan utamanya yaitu kantor pusat dari perusahaan miliknya untuk mengadakan rapat umum perusahaan.
sesampai dipersahaan, sungguh pemandangan yang tak patut dilihat. demo karyawan telah memenuhi pelataran kantorku.
__ADS_1
asistennya menyambut dengan segudan pertanyaan
"Apa yang akantuang lakukan"
"memberitahu mereka. sudahlah, kamu ikuti aku aja"
"saudara-saudara perusahaan akan tetap berjalan dan tudak akan ada pengurangan pekerja, jadi silahkan kembali bekerja jika masih ingin bekerja diperusahaan ini" ucapnya lantang
sementara para pendemo terlihat bisik-bisik, kemudian ada yang bertanya.
"maaf tuan, apakah perusahaan ini tetap bekerja sama dengan perusahaan Wijaya group?"
"kerja sama ini sudah sangat lama berlangsung, dan akan tetap bekerja sama. sebaiknya kalian kembali bekerja. jangan sia-siakan waktu kalian untuk hal tak berguna" tegasnya
"apa anda yakin perusahaan ini tidak akan dihancurkan oleh mereka!"
"itu adalah urusan saya. saya yang akan mengatasinya"
"kami nggak ingin mati sia-sia bila perusahasn masih bekerjasama."
"kami masih sayang keluarga"
"kami ingin kadamaian"
dan masih banyak lagi kata-kata yang lain dari para pekerja, asisten segera membawa bosnya itu masuk untuk persiapan rapat.
__ADS_1