BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
18


__ADS_3

desi termenyum melihat eko yang kesal, hingga tak tega lama-lama membiarkan suaminya begitu


"senyum dong sayang" ucap desi membuat eko langsung tersenyum dan memandang penuh arti


"sayang" aku suka panggilan itu"


"banarkah? baiklah aku akan selalu memanggilmu sayang" seduanya tersenyum


pembicaraan pengantin yang saling berbisik terlihat mesra oleh semua yang menghadiri resepsi pernikahan itu.


hari semakin larut, hingga banyak tamu yang telah mengundurkan diri. kedua pengantin masuk kamar desi yang sudah dihias, tempat tidur dengan ukuran jumbo bertabur kelopak mawar.


"sebaiknya kamu bersih-bersih dulu"


"baik, aku duluan" jawab desi kemudian masuk kamar mandi, sedangkan eko mengambil ponselnya dan membuka file pekerjaan kantor


20 menit berlalu, desi keliar dari kamar manďi. harum khas sabun menyeruak hinģga sampai keindra penciuman eko membuat ia berpaling dari benda pipih miliknya dan menaruh di atas nakas.


perlahan berdiri dan mendekati istrinya yang berada didepan cermin meja rias sambil tersenyum dan tak melepaskan pandangannya. kemudian mendekatkan kepala ketelinga desi.


"i love you"


desi yang mendengar jadi merinding karena hembusan nafas eko seakan meniup telinganya perlahan. dia pun memandang suaminya dengan tersenyum kemudian menundukkan pandangannya karena masih merasa malu apa lagi jarak yang sangat dekat.


"sebaiknya kamu bebersih dulu, udah bau acem" sambil tertawa untuk menghilangkan rasa grogi dan menetralkan debaran jantungnya.


"baiklah, tunggu aku ya"

__ADS_1


"ehem"


setelah suaminya menjauh menuju kamar mandi, baru bisa bernafas lega seakan trrbebas dari himpitan tumpukan karung yang menyesakkan dada.


kemudian pergi kedapur untuk mengambil iar putih pada teko dan dibawa kekamar. setelah membuka pintu kamar, dia kaget karena pria yang sekarang berstatus sebagai suaminya belum mengenakan bajunya.


'ahh mataku tercemar' jerit hatinya sambil memejamkan matanya


sedangkan yang ada dikamar tampak tersenyum dan mendekati kepintu. menarik tangan istrinya yang tidak segera masuk, kemudian menutup pintu.


"kenapa malah merem diambang pintu?"


karena kaget dengan tarikan yang mendadak sehingga tidak bisa mengendalikan kesrimbangan tubuhnya hingga membentur dada bidang yang masih polos.


"aaaaah" pekik desi karena kaget, untung teko yang dibawanya juga spontan dipegang eko sehingga tidak sampai jatuh sedangkan tangan eko yang satunya memegang pinggang desi setelah menutup pintunya hingga posisi mereka tak berjarak.


"kenapa? apa kamu tak suka dalam dekapanku?"


"bu-bukan itu. sebaiknya pakai bajumu terlebih dahulu"


"iya" eko melepaskan tangannya dan mengambil baju yang telah disediakan istrinya diatas tempat tidur.


eko masih merasa canggung meskipun ingin sekali memeluk istrinya, takut melukai perasaannya hingga dia menahannya.


saat menuju tempat tidur, ternyata desi masi duduk dipinggir ranjang.


'sebaiknya aku bicarakan dulu padanya' batin eko

__ADS_1


"ehmm" eko


"eh.. sholat isya' ?"


" udah. emmm sebenarnya aku ingin bicara sama kamu" tanya eko tampak ragu dan duduk disebelah istrinya


"mau bicara apa? "


"tentang kita"


"maksudnya? bicaralah yang jelas pada intinya!" desi semakin penasaran


"apa kamu mencintaiku?" tanya eko


"katanya tadi mau bicara, kenapa malah bertanya seperti itu?"


"sebenarnya aku ingin memelukmu. tapi aku tak tahu denganmu, perasaanmu padaku atau saat bersamaku. tapi yang aku tahu dengan pasti bahwa aku sangat mencintaimu dan ingin selalu bersamamu sampai maut memisahkan kita"


"ana uhibbuka fillah" jawab desi dengan menunduk malu karena mulutnya telah berucap


.


.


.


~ maaf ya..... penulisannya masih banyak tipo🙏

__ADS_1


__ADS_2