
seminggu telah berlalu, kini eko telah menempati rumahnya sendiri bersama desi. eko membawa dua asisten rumah tangga dari kediaman almarhum kakeknya walaupun sudah ada asisten yang lama. tujuannya hanya satu, tak ingin istrinya capek.
aktivitas eko yang telah kembali mengurus kantor membuat desi jenuh ditinggal dirumah, meskipun banyak pelayan tetapi mereka sibuk dengan aktvitasnya sendiri.
hanya berteman ponsel saja yang sangat setia menemaninya. ia juga merindukan masa-masa kegiatan bersosial yang bertemu dengan banyak orang dengan beraneka macam karakter.
"bibik....." panggilnya pada pelayan
"iya non" segera menghampiri majikannya dengan menunduk sopan
"bibik kapan belanja untuk kebutuhan rumah ini?" tanya desi
" nanti agak siangan dikit, non. selesai pekerjaan bibik. biasanya sih dua minggu sekali bibik belanjanya, kalau sakarang sama den eko disuruh tiap minggu belanjanya, non"
"kenapa bagitu, bik?"
"ya untuk persediaan kalau non desi sama den eko pengen sesuatu tetap ada persediaan gitu"
"oohhh...." jawabnya hanya oh ria sambil manggut- manggut. nanti diantar sopirkan?" tanyanya lagi
"iya, non. takut gak kuat bawa belanjaan kalau gak dianter"
"nanti aku ikut belanja ya bik" ucap desi yang seakan berharap dan memelas
" ngapunten (maaf) nggak berani non. takut den eko marah" jawab bibik yang tak enak hati
"nggak apa-apa bik, nanti aku minta ijin mas eko ya"
" monggo (silahkan) kalau den eko mengijinkan, dengan senang hati bibik akan mengajak non desi belanja"
" ya sudah, bibik cepat selesaikan kerjanya dulu non" lanjut bibik
"iya bik, aku telpon telpon mas eko dulu"
"iya non" kemudian bibik meninggalkan desi unyuk melanjutkan kerjaannya
desi mencari nomor suaminya dan segera menelpon.
tuuttt
tuuttt
__ADS_1
tuttt
baru terangkat, tetapi ada yang lain. suara yang menjawab bukan suaminya. baru membuka mulut hendak mengucapkan salam, suara diseberang telah mendominasinya.
"maaf, pak eko sedang ada pertemuan penting. bila ada hal yang mendesak, bisa menitipkan pesan nanti saya sampaikan atau bisa menghubungi beliau nanti"
desi yang membeo karena hand phone suaminya ada pada seorang wanita apa lagi mendengar ucapannya
"hallo. apa anda mendengarkan saya? atau saya tutup?" ucap wanita yang mengangkat telponnya
"kenapa hp suami saya ada pada anda?" tanya desi geram
"saya sudah katakan tadi bahwa pak eko masih ada pertemuan penting, jadi saya yang menghandle semuanya" terang wanita diseberang
"baiklah, saya akan telpon lagi nanti"
"assalamualaikum" mengakhiri panggilannya
"berpikir positif berpikir positif" sambil menunduk dan mengetuk-ngetuk pelipisnya dengan jari tengah bagian belakang.
~
dikantor eko
" kenapa masih diruangan saya?" tanya eko pada sekretarisnya
"maaf sebelumnya, tadi ada telpon di hp bapak. saya mengangkatnya"
"lancang kamu ya! keluar dari ruangan saya" sekretarisnya hanya mengangguk dan bergegas keluar ruangan. eko segera melihat kontak yang tadi menghubunginya.
setelah tahu yang menelpon istrinya, ia terbelalak seketika dan menghubungi ponsel istrinya. berdering, tapi tak ada jawaban dari istrinya.
sampsi tiga kali menghubungi, tak ada jawaban yang diharapkan. akhinya menghubungi ponsel bibik.
"halo, assalamualaikum"
"waalaikumsalam. bibik dimana?" karena eko merasa heran dengan suara musik yang didengarnya dari seberang.
"oh... ini dijalan, mau belanja pesanan den eko semalam."
"ya sudah" saat akan mengakhiri panggilannya, dia mendengar suara desi
__ADS_1
("siapa yang telpon, bik" tanya desi yang masih bisa didengar eko)
"bibik sama desi?" tanyanya
"iya den"
"berikan ponselnya, saya mau bicara" titah eko
"den eko mau bicara non"
"yah," ucap desi menerima uluran tangan bibi mengambil hand phonnya
"assalamualaikum, mas"
"waalaikumsalam, kamu sama bibik mau belanja?"
" aku bosan dirumah terus, kamu sibuk terus" merajuk
"aku cari uang juga buat kamu sayang. kenapa aku telpon gak diangkat?"
"low batt masih aku cass dikamar"
"sama siapa saja?"
"sama bibik dan pak asep"
"apa!!" meninggikan suaranya karena kaget
belum lepas rasa kaget eko, terdengar suara ketakutan dari bibik.
"ada apa sayang?" tanya dengan penuh khawatir
"ini mas. mobilnya dihadang orang"
"dimana lokasinya?"
"setelah persimpangan tiga jalan melati"
"OK. kunci pintu mobil dan jangan ada yang keluar sampai ada bantuan datang"ucap eko sambil berlari keluar ruangannya
setelah panghilan terputus, eko talah sampai diruangan asistennya.
__ADS_1
"hubungi anak buahmu yang dekat dengan jalan melati setelah persimpangan tiga, mobil desi dihadang"perintahnya kemudian pergi untuk menyusul istrinya