
dirumah eko
setelah kepulangan tuan hardian, nyonya rumi, tuan handi dan nyonya shintia, mereka dikamar untuk istirahat.
desi yang baru keluar kamar mandi setelah membersihkan diri melihat suaminya yang duduk disofa menatapnya. tatapan teduh dan seakan menginginkan istrinya.
kemudian menaruh benda pipih yang dipegangnya di atas meja dekat sofa dan menghampiri istrinya
segera memeluk tubuhnya dari belakang dang menghirup harum tengkuk istrinya
"geli ah, sudah...sana bersihkan badan dulu. bau acem nih" keluh desi
"enakan gini, harum banget. aku suka" eko tetap memeluk tubuh istrinya
desi tak bisa menolak keinginan suaminya, membiarkan sampai dia puas menghirup wangi tubuhnya
hingga cukup lama, tangan eko semakin mengusap usap tubuh istrinya. hingga tak terkendali sampai kemana-mana.
hingga suara-suara aneh terdengar dari mulut desi karena gerakan tangan eko yang tak dapat dikondisikan.
hingga membuat eko semakin bersemangat dan semakin menjadi
tak tahu sejak kapan, mereka telah berbaring diatas tempat tidur dengan pakaian yang telah terlapas menyisakan bagian dalam saja.
"mas, berdo'a dulu" bisik desi memperingatkan suaminya
"siap sayang"menjawab dengan bisikan pula. kemudian berdo'a sebelum junub
setelah itu, jangan ditanya lagi apa yang terjadi. hingga suara-suara dan nafas yang memburu terdengar jelas sampai akhir penuntasannya.
"terima kasih, sayang. i love you" ucap eko diakhir pergumulannya dengan desi
"love you to" balas desi dengan senyuman manisnya
eko memeluk istrinya dam meraba perutnya seraya berkata " semoga kelak tumbuh disini dari bibit unggulku ya sayang"
"Aamiin. aku juga berharap secepatnya, sayang" sambil mendongak menatap suaminya
"kita sudah berusaha dan berdo'a, selebihnya adalah kuasa Allah. jangan pernah putus asa, kita juga belum lama menikahnya"
"sebaiknya kita cepat istirahat, nanti dapat bangun diseper tiga malam" lanjutnya eko
"hemm" jawaban desi dengan mengangguk
__ADS_1
mereka tidur sambil berpelukan dengan lengan eko sebagai bantal istrinya.
~
pagi telah menyapa, setelah eko dan desi menunaikan sholat di sepertiga malam dan dilanjutkan sholat subuh berjamaah kala suara adzan dimasjid berkumandang
kini eko berada diruang kerjanya untuk melihat dan meneliti pekerjaan kantornya. sedangkan desi nampak menyibukkan diri didapur
" mau masak apa non, biar bibik yang buatkan"
"nggak usah bik, cuma buat nasi goreng aja sama telur ceplok. bibik kerjain yang lain aja ya"
"saya ndak enak sama tuan muda, nona. kami disini untuk membantu nona supaya nggak capek"
"cuma gini aja nggak bakalan capek, bik"
"apa ada yang perlu saya bantu, non?"
"nggak usah, bik. terima kasih"
"ya sudah, bibik kerjain yang lain kalau begitu. jika butuh sesuatu, non bisa panggil bibik"
"iya, bik"
mengetuk pintu kemudian membuka sebelum ada perintah dari dalam
"sayang, sarapan dulu yuk" ucap desi sambil berjalan mendekati suaminya
eko segera berdiri menyambut istrinya dan memeluknya
"sayang, kamu menggodaku" ucap eko berbisik ditelinga desi
"mana ada. aku hanya memanggilmu untuk sarapan"
"suaramu mendayu terdengar seksi menggodaku, sayang"
"bukankah suaraku setiap hari juga seperti ini, sayang" sambil mengalungkan tanganmya dileher sang suami
akhirnya kecupan sekilas dan berulang dalayangkan ke b***r desi dan lama kelamaan menjadi lum***n dan terdengar des***n
"bukankan kamu harus bekerja, sayang" ucap desi memperingatkan suaminya saat ciumannya terlepas
"nanti saja, kita lanjutkan dulu"
__ADS_1
"sarapannya keburu dingin"
"bisa diangetin, sayang. ini yang udah anget pengen diselesaikan" menatap istrinya dengan penuh harap
hanya senyuman dan anggukan petanda menyetujui keinginan suami
"apa harus disini, mas?"
karena tidak ada tempat tidur dan hanya sofa panjang yang ada
"ndak apa-apa disini, kita coba gaya baru" jawab eko sambil terkekeh
"itu sih maunya kamu, mas" sambil memanyunkan bibirnya
cup
"mkin greget jadinya, yang. kalau lihat kamu gitu"
"iya in aja deh. endingnya juga sama"
"istri aku memang pengertian banget"
dan terjadilah sarapan dalam arti "..."
'semoga benihku segera tumbuh dalam rahimmu' batin eko
selesai ritual pagi dan mandi besar, mereka sarapan dalam artian sebenarnya
nasi goreng dan ceplok telor buatan desi
"aku angetin dulu ya, mas"
"nggak usah. gini aja udah enak. apapun yang kamu kasih, aku akan makan. asalkan kamu selalu disampingku"
"mulai deh gombalnya"
"beneran sayang, duer deh✌" sambil nyengir kuda
"nanti jadi ngantar mama sama papa kan?"
"jadi dong, sayang. aku nanti pulang cepat, kita sama-sama ke kediaman papa" yang dimaksud kediaman papa itu rumah almarhum kakek
selesai sarapan dan minum kopi, eko berangkat kekantor diiringi istrinya sampai dekat mobil dan berpamitan seperti biasa. salim cium tangan suami, kecup kening istri lalu mengucap salam dan menaiki mobil. lambaian tangan istri hingga mobil berbelok membelah jalanan.
__ADS_1