BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
mandi bebek


__ADS_3

petang telah berganti siang, nampak sang surya menerangi alam beserta isinya.


sang pemilik gudang yang terbakar semalam telah bersiap untuk meninjau lokasi bersama dengan istri tercinta


"sudah siap, buk?"


"sudah, pak. kita langsung berangkat sekarang, nanti kesiangan"


"iya, buk" jawabnya


"ayo" dengan mengikuti langkah kaki suaminya


berjalan beriringan menuju mobil yang telah menunggu beserta sopir dibelakang kemudi


segera mobil berjalan setelah memastikan kedua penumpang menutup pintu dan duduk santai dikursi penumpang


pelan tetapi pasti mobil meninggalkan rumah paling mewah diantara rumah disekitarnya


~


rumah eko


eko yang selalu manja dengan istrinya membuat desi super sibuk dengan bayi besarnya.


dari membuka mata sampai istirahat menutup mata, selalu saja ada hal yang dikerjakan demi menuruti sang suami

__ADS_1


seperti hal nya pagi ini, saat membuka mata tetapi tak didapati sang istri disisinya


suara tangis meraung raung sangat keras terdengar hingga diluar kamar. padahal kamar yang ditempati sangat luas.


Desi yang mendengar suara yang familiar saat berada ditangga berjalan menuju kamarnya mempercepat langkah kaki agar segera sampai kamar


membuka pintu kamar dengan cepat dan menghampiri suaminya


''astaghfirullohal adziim... ada apa mas?" tanyanya dengan panik.


sambil memeluk suaminya dan mengusap punggung dengan lembut


dan benar, ternyata usapan tangannya dapat membuat ketenangan dalam diri suami cengengnya itu


setelah eko tenang, desi mengurai pelukannya secara perlahan


pertanyaan tadi yang belum dijawab diulang lagi setelah dianggap keadaan membaik


"aku ditinggalin sendiri" jawab eko masih dalam mode sedih


"ya ampun mas, kirain ada apa" jawab desi tak percaya akan sikap suaminya


"biasanya juga sendiri berani, kenapa sekarang nggak berani?" lanjutnya


"bukannya nggak berani, sayang..... aku takut kalau kamu tiba-tiba ninggalin aku" jawab eko dengan ekspresi yang masih sedih.

__ADS_1


"mana mungkin aku ninggalin kamu, mas. apalagi dalam keadaan hamil seperti ini. kamu jangan mikir yang aneh deh mas" ucap desi yang jengkel oleh sikap suaminya


"yang ada malah jadi bahan cibiran orang-orang jika aku hamil tak ada suami yang mendampingi. ntar dikira aku tak tahu ayah anakku sendiri. kamu lama-lama jadi antik ya, mas" lanjutnya


eko yang mendengar tampak tak suka dengan ucapan istrinya itu


"kamu pikir suamimu yang ganteg maksimal ini barang? kok dibilang antik segala" ucap eko dengan wajah cemberut


meski sudah tak ada tangis lagi, kini keduanya malah adu argumen


yah begitulah manusia, tak ada saling mencari...giliran dibepan mata saling mencaci meski gak sampai benci lo ya... atau bisa jadi bener-bener cinta. ah tak tahu lah, hanya Tuhan yang tahu dan yang membolak balikkan hati


kayak eko yang kini cinta mati sama desi, setelah mengetahui istrinya hamil malah manja setengah mati


"cepetan mandi, mas. kita sarapan bersama, sudah aku siapkan di meja makan" ucap desi yang masih melihat suaminya terlihat malas untuk meninggalkan peraduannya


"mandi iinn..." jurus manjanya eko keluar


"mandi sendiri! ada shower tinggal puter udah grojok sendiri. kalau males gosok badan, tak usah digosok aja... kayak mandi bebek, penting kena air jadi seger" desi sambil terkekeh dan menyediakan pakaian ganti untuk suaminya


"ihh jahatnya... kualat loh sama suami ngatain kayak bebek" eko berjalan ke kamar mandi sambil menggerutu


desi yang mendengar tak menanggapi apa yang keluar dari mulut suaminya, bisa jadi panjang kalau terus ditanggapi dan bisa jadi desi yang kalah diatas ranjang


"aku tunggu dimeja makan ya mas. cepetan, gak pake lama!" desi berlalu dari dalam kamar dan menutup pintunya

__ADS_1


"heemm" jawaban eko di dalam kamar mandi yang tentunya sudah tak didengar oleh istrinya


__ADS_2