
sesampai dikamar, eko segera memeluk istrinya. nempel terus kayak perangko membuat desi risih dengan tingkah suaminya
"lepasin, mas. aku mau kekamar mandi"
"aku anter ya" masih dalam mode memeluk dengan meletakkan kepala dipundak desi
"aku cuma sebentar doang, mau bersih-bersih. kamu tidur rebahan dulu aja" mulai melepaskan pelukannya dan hanya diam tak bergeming
sekitar dua puluh menit dikamar mandi, saat keluar dikejutkan dengan suaminya yang masih berdiri di depan pintu. seketika desi terperanjat kaget atas perlakuan suaminya.
"Astaghfirullah..... " sambil mengelus dadanya
" ngagetin banget sih, mas" .lanjutnya sedangkan eko terkekeh kemudian memeluknya
"hoby banget meluk ya sekarang"
"bukan hoby, tapi kebutuhan, sayang"
"iya, kebutuhan primer. sudah ah, cepetan tidur agar nggak kesiangan besok" berusaha berjalan menuju tempat tidur dengan pelan sedangkan eko mengikutinya dalam keadaan masih memeluk
"yang..... itu dulu yuk" setelah naik ranjang
"itu apa?" desi pura-pura nggak paham dengan kode suaminya
"ish sayaang, itu tuh. gak peka banget sih" eko sewot dan segera membaringkan badan dengan memunggungi istrinya
desi menahan tawa tatkala suaminya merajuk bagai anak kecil yang tak dituruti oleh ibunya
__ADS_1
"sayaang" panggil desi karena bagaimanapun menolak suami hukumnya dosa
eko yang memunggungi masih tak bergeming dan mencoba memanggil lagi dengan menyentuh pundaknya
"yang.... maaf kalau aku ada salah atau gak peka sama kamu" dan akhirnya eko segera menghadap desi serta CUP mengecup sekilas bi**r istrinya
"haish suka banget nyerang dadakan" melirik suaminya sedang yang dilirik hanya tersenyum
hari-hari selalu dilalui suami istri dengan bahagia, eko tak pernah pulang sampai malam bila bekerja. jika pekerjaan masi numpuk, akan dibawa pulang dan dikerjakan ditemani istrinya.
meskipun dalam satu ruang, eko yang sibuk dengan berkasnya sedangkan desi sibuk dengan ponselnya.
~
diperusahaan tuan hendrawan
sama halnya dengan sang asisten, yang terus bolak balik untuk menanyakan kinerja dan tanggung jawab tiap devisi.
serta cek lapangan yang tak sesuai dengan laporan yang diterima. bila keadaan seperti ini terus berlanjut, bisa dipastikan gulung tikar.
thok
thok
thok
"masuk" seara dari dalam
__ADS_1
"assalamualaikum...."
"waalaikum salam" jawabnya memandang asisten yang baru masuk
"bagaimana" tanya tuan hardian
asistennya yang seumuran dengannya membuang nafasnya secara kasar
"ini kasus yang besar, barang kita tak diterima oleh palenggan karena kualitasnya turun padahal kita pakai bahan baku yang sama. kita perlu sidak kebun, pabrik juga gudang bahan mentah dan jadi"
"kau benar, tapi kalau kita turun langsung pasti sudah diantisipasi dengan mereka"
dari pembicaraan dua orang satu generasi itu ternyata tak luput dari pantauan seseorang dan direkamnya
setelah asisten tuan hardian pergi dari ruang bosnya. tampak seseorang tersenyum bangga, mengirim video kepada seseorang
tentunya dia akan mendapatkan imbalan fantastis dari informasi yang diberikan.
'thing' tanda pesan masuk
dilihat ponselnya
"sudah aku tf, lanjutkan dan hati-hati. jangan sampai ketahuan" isi pesannya
dan dijawab 'Ok. siap' hanya itu pesan jawaban yang dikirim. kemudian mematikan ponselnya dan dimasukkan saku jas bagian dalam.
'kalau bagini terus, bisa kaya mendadak aku' gumamnya sambil pikirannya menerawang dan jari telinjuk tangan kanan mengetuk ngetuk meja dengan irama santai
__ADS_1
'anggap saja pasangon yang ku terima diawal jika perusahaan koleb' gumamnya tanpa memikirkan nasib karyawan lainnya