BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
drama sarapan


__ADS_3

setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian yang telah disediakan oleh istrinya, eko bergegas menyusul desi ke ruang makan.


"assalamualaikum sayang" dengan mengecup punak kepala desi kemudian bergeser ke bawah tepatnya parut desi yang telah berisi calon anaknya


"waalaikumsalam" jawab desi dengan tenang


eko duduk dekat istrinya" segini cukup?" desi mengambilkan makan suaminya


"cukuplah, besok kalau sudah lembur baru dobel porsinya" berucap sambil memandang desi dan menaik turunkan alisnya menggoda sang istri


"udah cepetan sarapannya, trus kerja. mau dikasih makan apa anak istrimu nanti kalau cuma malas masalan aja"


"uangku sudaj banyak, sayang. kalau cuma buat makan sama kebutuhan kamu dan anak-anak kita tidak akan habis"


"jangan sombong, mas. semua hanya titipan, kalau Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin"


"ya, kita nikmati saja yang ada. toh uang aku masih banyak, yang" dengan manjanya mengucapkan kalimat itu membuat desi malah semakin risih dengan tingkah suaminya


'susah ngomong sama orang yang kelewat PDnya, iya in aja deh... biar kelar debatnya' batin desi


"iya... oke lah sayaangg" ucap desi menahan jengkel sambil ber-istighfar dalam hati karena menyadari jika dosa hukumnya

__ADS_1


baru saja desimenyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya, eko masih memperhatikan desi secara seksama


"yang..." suara eko yang manja membuat desi bergidik bagai ada hantu yang menggaanggu


dosa sih menyamakan suara suami mendayu dayu sama hantu, meski itu nyata dikalbu


"apa sih, mas. buruan makan, entar kekantor kesiangan. jadilah contoh yang baik buat anak buahmu. karena pemimpin itu sebagai panutan. kalau yang dibuat panutan aja malas, gimana anak buahnya! yang ada, tatanan yang telah terbentuk akan rusak tergerus waktu dan akhirnya koleb deh perusahaannya" ucap desi panjang lebar untuk mendesak suaminya agar disiplin waktu


"kok doa in yang jelek sih, yang. emang kalau aku miskin masih mau dampingi aku sampai menua bersama?" tanya eko dengan nada serius


"aku nggak doa-in jelek, mas. hanya ngasih pandangan saja supaya kamu tuh bisa disiplin. ngasih contoh yang baik pada karyawan kamu."


acara sarapan yang seharusnya nikmat menjadi ajang debat lagi


belum kelar desi mengunyah, eko sudah memanggil lagi


"apa lagi sih, mas"


"suapin" dengan tampang melas


menghembuskan napas dengan kasar, suaminya ini memang menguji kesabaran

__ADS_1


"sini" dengan senyum dipaksakan dan segera menyuapi suaminya dengan cepat


"penuh, yang" dengan mulut masih berisi nasi goreng


"kalau makan gak boleh sambil ngomong, mas"


sambil menahan tawa karena melihat suaminya yang terlihat lucu saat makan dengan patuh


tak menunggu lama, acara sarapan yang penuh drama perdebatan bagai debat caleg yang mempertahankan argumennya telah usai. dan kini eko telah diantar istrinya sampai teras


desi menjulurkan tangan dan disambut suaminya kemudian mencium tangan eko, eko mengecup kening desi lama seraya meresapi rasa sayang yang tertuang dalam kecupan


"hati-hati dijalan, kerja yang rajin, jangan lupa ibadah tepat waktu agar rejeki juga lancar" ucap desi


"iya, jaga calon anak kita dan jaga kesehatan. kalau butuh apa-apa telpon aku" ucap eko sambil mengusap-usap perut sang istri yang belum terlihat buncit


"iya, sayang" dengan senyuman menawan


"jadi pengen dirumah aja" ucap eko


"mas"

__ADS_1


"iya iya, aku berangkat sayang"


setelah mengucap salam dan dijawab oleh istrinya, eko segera masuk mobil bagian penumpan. karena setelah kejadian penculikan yang mengancam nyawanya, kedua orang tua eko melarang pergi kemanapun sendirian.


__ADS_2