BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
36


__ADS_3

jalanan malam yang masih ramai, sering kali mobil mereka mendapat umpatan dari orang dijalanan karena kecepatan melebihi rata-rata, suara klakso silih berganti berbunyi hingga sampailah di pelataran rumah sakit.


mereka segera turun didepan lobi, mobir diparkir oleh sopir mereka. berlari lari kecil menuju bagian informasi


" permisi, ruang pasien bernama eko mana ya?" tanya tuan handi


"sebentar, saya lihat dulu didaftar pasien" jawab bagian admin


kebetulan dokter bram datang karena niatnya ingin menunggu kedatangan mereka, eh ternyata mereka datang lebih awal.


"kak" panggilnya setelah dekat dengan langkah yang sedikit berlari


semua menengok sumber suara yang memanggil


"dimana ruangan eko dirawat?" tanya papa eko


"ayo, aku antar" jawab dokter bram sambil mengatur nafasnya


mereka mengikuti dokter bram yang berjalan dengan cepat.


"bagaimana keadaan eko?" tanya tuan hardian sambil berjalan


"sebaiknya, kakak lihat sendiri keadaannya. kelihatannya sih dikeroyok"


"kenapa kamu bisa menyimpulkan begitu?"


"semua lukanya itu luka akibat pukulan, kayak habis bertarung saja"


"oh, ya. tadi dia diantar seorang pria, tapi langsung pergi setelah bilang ke perawat kalau pasien ini tanggung jawabku" lanjutnya


"berarti dia tahu siapa eko"

__ADS_1


"pastinya gitu. katanya dia hanya sekedar menolongnya. kita sudah sampai" sambil membuka pintu


eko masih tertidur, mereka segera mendekat ke brankar untuk melihat kondisinya.


"astaghfirullahal'adzim... hikz hikz" desi menangis dengan mulut ditutup kedua tangannya agar tak membangunkan suaminya


semua mengucap istighfar tetapi mereka juga bersyukur karena eko bisa segera ditemukan dengan selamat dari penculikan meskipun keadaannya memprihatinkan.


"sebaiknya kita tidak mengganggunya, biarkan dia istirahat dulu" ucap tuan hardian


"ya, kita tunggu sampai dia membuka mata" sahut tuan handi


mereka menuju sofa diruang itu, duduk disana untuk menunggu eko bangun. sedangkan desi duduk dikursi dekat brankar sambil memegang tangan kiri eko karena punggung tangan bagian kanan terpasang infus.


lelah menunggui suaminya, lama kelamaan kepala semakin kebawah tenggelam hingga tanpa sadar tertidur dilengan suaminya


"sayaangg" panggil eko dengan suara lirih namun sayup-sayup tedengar oleh desi


"kamu sudah bangun, sayang. ini masih jam 3, terlalu pagi untukmu bangun. istirahatlah" ucap desi


"aku ingin berdo'a disepertiga malam" pinta eko


" baiklah. tayamum saja ya, lukamu belum kering betul. sholatnya juga sambil rebahan aja " pinta desi


"iya" jawab eko menurut dan terlihat sangat manis


selesai desi wudlu, ia melihat eko sekilas masih khusyuk sholat sunah malam setelah sholat isya' dilaksanakan


para orang tua yang ada diruang itu ternyata juga sudah bangun dan menyaksikan interaksi pasangan muda tersebut.


"kenapa memandangku?" tangnya eko pada istrinya

__ADS_1


"aku terharu lihat kamu" sambil mendekat kesuaminya


"aku sholat dulu, sebaiknya kamu banyak istirahat semoga cepet sehat" lanjut desi


"Aamiinn" suara para orang tua bak paduan suara serentak mengagetkan eko dan desi


"kalian ternyata sudah bangun? " ucap desi yang melupakan keberadaan orang tua dan mertuanya


"sudah, ibuk juga mau berdo'a disepertiga malam. apa sebaiknya kita ke mushola rumah sakit ini?" tawar ibu desi agar lebih leluasa berdo'a


"iya, buk. bapak juga mau do'a di sepertiga malam, sambil nunggu waktu subuh tiba" ucap tuan hardian


"aku juga, jeng. pengen berdo'a semoga cepet dapat momongan. katanya do'a disepertiga malam lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT" ucap nyonya shintia sambil beranjak dari sofa


"Aamiin" jawaban kompak mereka tanpa aba-aba


"sebaiknya kamu sholat disini saja sambil nunggu suamimu, ndok" ucap ibunya


"kami nanti kesini setelah sholat subuh sekalian cari sarapan, kamu mau nitip apa?" lanjutnya


"apa aja deh, seadanya aja" ucap desi


para tetua meninggalkan mereka berdua, berjalan secara beriringan keluar kamar menuju mushola rumah sakit.


setetelah kepergian para orang tua, desi segera melaksanakan sholat malam dan dilajutkan mengaji melalui aplikasi yang terpasang pada hand phone nya.


tak lama, menghampiri suaminya.


"apa mas butuh sesuatu?" karena eko dari tadi memandangi istrinya, seakan ingin bicara tetapi takut mengganggu


"aku butuh kamu, sayang" dengan tatapan melas

__ADS_1


__ADS_2