BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
13


__ADS_3

Dikafe


sepeninggalanya eko dan jerry, gadis itu tersenyum smick


'ternyata dia penerus perusahaan kakek'


perkenalan dikafe saat memulai pembicaraan kerjasama perusahaan, desi jadi tahu siapa laki-laki yang telah mengambil kehormatannya dengan paksa.


dia telah berusaha mengikhlaskan walaupun masih tarasa sesak didada saat teringat kejadian dua tahun yang lalu.


dia juga mendapat hikmah dari kejadian itu untuk memperdalam ilmu agama dan berbagai macam pengobatan non medis


~


dalam perjalanan pulang, mobil yang dikemudikan oleh jerry dihadang oleh mobil box. saat jerry turun diikuti oleh eko, saat itu juga ada sekitar delapan orang berbadan tegap berbaju serba hitam yang keluar dari mobil box.


mereka langsung menghampiri eko dan jerry. penyerangan yang mendadak membuat mereka kelabakan hingga beberapa saat, sampai akhirnya dapat mengimbangi lawan. dua banding delapan, pertarungan tiada henti walaupun hanya berdua tetapi ilmu bela diri eko dan jerry mampu mengimbangi lawannya.


pertarungan sengit dan dalam waktu yang lama sangat menguras tenaga hingga akhirnya delapan orang penyerang mundur teratur dalam keadaan babak belur, keadaan yang tak jauh beda dengan eko dan jerry yang mendapatkan banyak luka pada tubuhnya. membuat mereka berdua istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya.


Awalnya selesai pertemuan dengan klien mereka berencana kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan, karena adanya kejadian tak terduga akhirnya mengarahkan mobilnya kerumah sakit sambil menahan segara rasa nyeri akibat pukulan


sesampai mereka dirumah sakit, secara tertatih berjalan bersama menggunakan lif untuk menuju ruangan kepala rumah sakit yang terletak dilantai nomor dua dari atas


begitu didepan pintu ruangan, tanpa mengetuk dilu langsung membuka pintunya


Brak


"kalian mengagetkan saja. apa yang terjadi bonyok begitu?"


kedua orang itu hanya diam sambil masuk ruangan, duduk disofa yang tersedia


"kayak masih remaja labil saja" omelnya sambil mencari salep,kapas dan cairan pembehsih luka


"kita memang masih remaja om, buktinya nih masi jomblo" jawab jerry sambil meringis menahan rasa nyari akibat luka pukulan tepat disebelah mulutnya.


sementara eko diobati terlabih dahulu oleh dokter pramono

__ADS_1


" kita dikeroyok om, mereka menghadang mobil kami" jawab eko dengan pelan


"memangnya siapa yang berani bermain-main dengan kalian" tanya dokter pram


"kita nggak tahu om, kejadian ini seakan telah direncanakan" eko berucap


"apa mungkin gadis itu?" tanya jerry menerka-nerka


"gadis?" dokter pramono berucap seakan minta penjelasan, karena selana dinegara ini tak pernah mendengar anak sepupunya itu menjalin hubungan dengan seorang wanita


jerry juga akrab dengan dokter pramono karena ibu jerry adik dari istrinya sang dokter, jadi jerry memanggil dokter pram juga 'om'


sedangkan dokter pram keponakan dari kakeknya eko, sepupu dari ayahnya eko dan kakek memberi tanggung jawab rumah sakit padanya.


"iya om, anak tuan Hardian" jawab jerry cepat


"benarkah? kenapa sampai berurusan dengannya?"


"eko pernah menyakitinya" masih jerry yang menjawab


"trus, eko sudah meminta maaf padanya?" tanyanya sambil melihat eko sekilas


"jangankan minta maaf, ketemu cuma diam mematung kaya manekin aja"


"sepertinya kau harus istirahat" eko bersuara datar


"terima kasih, ternyata bos ku sangat pengertian sekali"


"hanya dapat pesangon tanpa bonus"


"lho lho.... nggak jadi deh bos"


"mulut ember ngalahin mak mak komplek"


"lah, om kan nanya. ya tak jawab lah"


"lagian kalau ada apa-apa kan minta bantuannya sama om pram"

__ADS_1


dokter pram hanya geleng kepala mendengarkan perdebatan kedua keponakannya. kemudian menjadi penengahnya untuk melerai adu mulut yang jika dilanjutkan tak akan berhenti


"sudah cukup. kayak anak kecil saja"


"eko, apa kamu tidak pernah mendengar rencana kakek tentang perjodohanmu?" tanya dokter itu sambil menatap eko


"pernah. tapi aku sudah menolaknya dan mereka juga menyetujuinya kalau tidak ada perjodohan dalam bisnis"


"sebaiknya kamu minta maaf secara pribadi pada keluarga Hardian"


"aku juga udah menyarankan tuk minta maaf, om" celetuk jerry


"chkk" eko berdecak


"setiap masalah pasti ada jalan keluarnya"


"apa aku bisa minta bantuan om?"eko berucap memelas


"dengan senang hati, selama aku masih mampu" jawab dokter sambil tersenyum memandang keponakannya


"melamar putri tuan hardian?" tanya jerry tiba-tiba


"bagaimana bisa kau tahu?" ujar eko


"dari gelagatmu sudah kelihatan. 'selalu terbayang, tak mampu mengungkapkan, gengsi minta maaf" dengan nada yang didramatisir dan mulut mencebik


"kau sudah bosan kerja" dengan suara yang ditinggikan dan menatapnya


"pish bos, khilaf" mengangkat tangan dengan jari membentuk huruf v sambil nyengir


eko memutar bola mata pertanda jengah


"kalian pulanglah, istirahat. kalau sudah lebih baik, kita bicara lagi masalah ini" perintah dokter pram terhadap keponakannya


setelah mereka berdua pamit dam keluar ruangan, sang dokter nampak berpikir


"aku harus mengatakan masalah ini pada handi dan shinta" gumamnya

__ADS_1


__ADS_2