
diperusahaan eko~
jerry yang mendapat kabar jika eko sudah ditemukan dan sedang dirawat dirumah sakit berencana menjenguk bos sekaligus temannya itu waktu istirahat siang.
saat ini dia masih berkecimpung dengan tugasnya yang menumpuk karena ketidak hadiran eko, meskipun tuan handi juga datang untuk membantu tetapi hanya sebagian kecil saja.
akhirnya tiba waktu istirahat siang. saat baru keluar lobi, hand phonenya berdering. dan segera mengangkatnya
"hallo, bos"
"hmm, ada berita apa?"
"kami sudah menelusuri alamat yang bos kasih. disini tidak ada petunjuk apapun, semua bersih" ucap anak buahnya
"sekitarnya sudah kamu cek?"
"sudah, tuan. tetap tidak ada petunjuk apapun disini" ucapnya meyakinkan
jerry menghembuskan napas kasar setelah menutup hand phone nya serta menyimpannya disaku jas. segera bergegas menuju mobilnya.
tak lama mengendarai mobil hingga sampai dipelataran rumah sakit.
setelah memarkirkan mobilnya, segera menuju ruang rawat atasannya dengan berjalan cepat.
saat menemukan ruang yang dituju, dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk
"gimana kabarnya, bos" ucap jerry setelah masuk ruangan
"seperti yang kamu lihat"
"apa kabar kakak ipar" melihat desi
"alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya?"
"tidak lebih baik dari kelihatannya"
"emangnya ada kabar buruk" tanya eko
"yap, tebakan yang benar anda mendapatkan poin 100"
"mulai deh. cepat katakan"
"sabar napa" dengan santai duduk disofa dengan nyaman
"kau kemari mau ngasih info apa mau nyantai sih"
"dua duanya lah... coba bos pikir, ngurus kerjaanku tambah kerjaan bos masih ngurus tambahan diluar pula"
"kamu ngeluh, nggak ikhlas kerja sama aku"
"ikhlas kok ,bos. biar gajinya barokah"
"udah, beritanya apa!"
__ADS_1
"orang orangku tidak mendapatkan petunjuk apapun ditempat bos disekap"
"kok bisa"
"nyatanya bisa. tak ada petunjuk apapun disana" jawab jerry
"apa mungkin orang-orang itu yang membersihkannya"
"orang? siapa bos?"
"aku sendiri nggak tahu. mereka datang menolongku, menghajar para penjaga dan mengantarkan aku kerumah sakit"
"mengantar kerumah sakit? pakai mobil?"
"iya"
"kita bisa cek cctv melihat plat nomornya" saran jerry
"sudah. kata papa nomor palsu yang dipakai pada mobil itu"
"sungguh canggih. profesionalisme yang tinggi, hingga tak meninggalkan bukti sedikitpun" ucap jerry sambil menerawang dan menggeleng gelengkan kepala
'atau kalian yang terlalu lemot' batin desi yang masih setia duduk didekat brankar eko sambil memegang tangan eko karena tak mau dilepaskan oleh istrinya itu.
"orang orangku benar-benar kehilangan jejak. lalu, apa lebih baik kita mengesampingkan masalah ini? tanya jerry
"terserah kau, sebaiknya segeralah kembali kekantor. bukankah jam istirahat sidah habis?"
"bilang saja bos mengusirku. aku juga tahu diri kok, disini serasa obat nyamuk aja" sambil berdiri melangkahkan kaki untuk keluar
"hey, siapa yang kau maksud bayi besar. dasar asisten somplak, pergi keneraka sana" ucap eko jengkel dengan asistennya
sedangkan jerry sudah keluar dan secepatnya menutup pintu hingga hanya mendengar teriakan bosnya.
"ah, puas ngelihat bos kayak gitu hahaha" tertawa sendiri diluar pintu ruangan. kamudian melangkah meninggalkan ruang itu
belum jauh melangkahkan kaki, jerry merasa ada yang mengintainya. berhenti sejenak, menoleh kebelakang namun tak melihat siapapun. mengangkat kedua bahu tanda acuh dan segera pergi dari tempat itu
sementara diruang rawat eko, sepeninggalnya sang asisten. dia masih jengkel atas sikap asistennya
"dasar asisten sialan tak punya akhlak"
"sadahlah, mas. jangan dipikirin, nanti gantengnya holang lho"
"aku ganteng?"
"iya sayang" sambil membelai pipi eko yang masih lebam
"peyuukk"
"idih, manja banget"
"manja sama istri sendiri gak papa, malah dapat pahala kan"
__ADS_1
"uluuhh udah mulai pinter ya"
"karena hanya istriku yang membuatku pinter"
"gombal"
"beneran, suer✌ deh. kerena kamu cinta pertamaku"
"pinter banget ngerayu" desi melengos
"sayang, aku nggak pandai merayu. aku tulus mengatakannya dari lubuk hatiku yang paling dalam"
ea ea ea meleleh baangg✌😁✌
"ciwi-ciwi tuh diapain sampai meleleh ma kamu"
"nggak diapa apain, nempel aja gitu"
"emang lem. situ juga nikmatin kan"
"aku nggak suka kamu ingetin masa lalu aku" eko memberengut dan mulai terisak
"aku nggak ngingetin cuma..." melihat suaminya terisak menangi akhirnya tidak melanjutkan ucapannya
"astaga, kenapa malah nangis sih. harusnya aku yang merasa tersakiti. hufh cengeng banget" gerutu desi namun eko tak mendengar dengan jelas
"kamu ngatain aku ya. ngatain suami itu dosa lo"
"siapa yang ngatain sayang, mungkin salah denger"
"masa iya sih, kupingku masih normal"
"udah nangisnya?"
"kalau disayang kamu nggak akan nangis"
"mulai deh" jengah menanggapi perkataan suaminya yang dianggap receh dan berjalan menuju sofa
"sayang, kok aku ditinggal sih"
"cuma pindah duduk aja"
"sini dong, deket aku" rengeknya
"istirahat aja, biar cepet sembuh"
"dielus kamu"
"kumat manjanya"
"hiks hiks aku gak ganteng ya, istri sendiri aja gak mau deket. gini banget ya, nasib aku hiks hiks"
"astaghfirulloh mas... ampun deh. iya aku elus, tapi cepetan bobok lo ya" segera melakukan yang diinginkan suaminya
__ADS_1
eko tersenyum bahagia 'kenapa nggak dari dulu aja aku nikah, bodoh. kalau dulu nerima tawaran kakek pastinya kakek akan bangga padaku dan akupun bahagia punya istri cantik, yang bisa ngertiin aku' batinnya