
desi terkekeh merasa terhibur dengan tingkah suaminya tetapi juga merasa kasihan melihat keadaannya. kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.
"aku disini sayang, butuh apa?" tanya desi
"ciuumm" tingkah eko benar-benar aneh
"ini dirumah sskit sayang, nunggu kamu sembuh ya"
"kenapa? apa karena wajahku bonyok jadi jelek gitu ya, hiks hiks" eko mulai terisak karena keinginannya tidak tercapai.
" sayang, kok nangis sih" ucap desi pela
"desi nggak mau cium aku, aku udah gak tampan lagi hi hiks hiks" ucap eko
"siapa bilang, mas eko tampan kok. sini aku cium"
cup
kecupan bibir sekilas mampu merubah mood eko
" nggak boleh ngambek, ingat kesehatan. kalau jiwa kita bahagia, tubuh kita akan terasa sehat " ucap desi
"dan kebahagiaanku ada bersamamu" ucap eko menatap istrinya.
saling menggenggam tangan seakan menuangkan rasa rindu yang dalam untuk saling mengobati.
"sebenarnya apa yang terjadi padamu?" tanya desi
__ADS_1
"aku nggak kenapa-napa, hanya ingin selalu bersamamu"
"siapa yang melakukan semua ini padamu?"
"mereka bekerja diperusahaan bapakmu, mengatas namakan perusahaan untuk mengelabuhi dan juga ingin menguasai perusahaan. kalau pastinya siapa, aku juga belum tahu" jawab eko
eko nampak berpikir dan termenung sejenak
"kenapa malah melamun?" tanya desi
"aku heran, siapa yang menolongku. padahal anak buah jerry belum menemukan keberadaanku sama sekali"
"berarti kamu termasuk orang baik sehingga ada orang baik yang bersedia menolongmu. kamu harus bersyukur dan mendo'akan orang yang telah menolongmu"
"iya. terima kasih"
"karena sudah menerima aku menjadi pendampingmu, menjadi imam mu walaupun aku bukan orang yang baik. bahkan masa laluku yang sangat suram, kamu tahu sendiri perlakuanku padamu waktu itu. aku sangat malu pada diriku sendiri"
"itu hanya masa lalu, jadikan sebagai pembelajaran. tataplah masa depan, kita akan bersama-sama menjalaninya. yakinlah jika kita mampu melewatinya, hingga menua bersama"
"inilah yang membuat aku semakin mencintaimu. aku akan selalu berusaha membahagiakanmu, hingga kita menua bersama. itu janjiku" ucap eko sambil mengecup kening istrinya
"jangan berjanji, itu berat" ucap desi
"karena aku sudah memantapkan hatiku dan hidupku padamu" eko meyakinkan
"janji itu berat. kalau kau sampai tak bisa menepatinya, setelah mati pun kau akan ditagihnya"
__ADS_1
"aku tidak peduli dengan apapun itu, yang aku yakini bahwa hanya dirimu yang aku inginkan selalu berada dalam hidupku, mendampingiku hingga ajal menjemputku"
"semua juga kudasari karena Allah, agar kehidupan kita kedepannya selalu bahagia dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah warohmah"
"Aamiin" sahut desi
eko memeluk istrinya kemudian
"auwww" eko tampak meringis
"kenapa? mana yang sakit" desi bingung melihat-lihat tubuh suaminya
eko terkekeh melihat istrinya yang terlihat khawatir melihat dirinya kesakitan
desi sebal melihat suaminya yang berhasil mengerjai dirinya
"kau menipuku. aku benci sama kamu" ucap desi yang akan berdiri tetapi tangannya segera dipegang oleh eko
"maaf, aku nggak ada maksud untuk itu" eko
desi yang cemberut membuat eko merasa bersalah
"maaf sayang.... aku benar-benar nggak ada maksud bohongi kamu"
"saayaang...." lanjutnya sambil memegang tangan istrinya dan menarik untuk masuk dalam pelukannya
walaupun desi berusaha melepaskan diri pelukan suaminya, dia masih kalah tenaga dari pria yang memeluknya dan akhirnya hanya diam dalqm pelukan suaminya tanpa kata.
__ADS_1
~