
Tuan Hardian yang baru pulang dari perkebunannya, melihat nyonya Rumi dari kejauhan yang terduduk dilantai sambil menanangis merasa heran dan langsung berlari menghampirinya dan merengkuh tubuhnya sambil bertanya
"ada papa buk? kenapa menangis seperti ini?"
"Desi pak ...desi..."
"Kenapa dengan desi?"
" Dia tidak pulang"
"Bukankan sudah biasa seperti itu"
nyonya rumi menyodorkan selembar pesan pada suaminya "ini....bacalah pak!" dengan suara sesenggukan
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"ini pasti ada yang tidak beres" gumam Tuan Hardian yang masih bisa didengar oleh nyonya Rumi
" Aku h*ar***us membangunkan singa tidur untuk masalah ini" batin Tuan Hardian
#Kediaman Bu Narsih
waktu adzan subuh, bu narsih bersiap berangkat ke masjid sebelumnya membangunkan desi.
tok
tok
tok
" bangun nak desi, sudah subuh"
__ADS_1
krieeettt
suara pintu dibuka dari dalam
"iya bu, saya sudah bangun dari tadi. ini tadi habis sholat malam dzikir dulu sambil nunggu waktu shubuh tiba" ucap desi
"Alhamdulillah... ibu mau jamaah ke masjid, mau ikut apa sholat dirumah saja?"
"dirumah saja bu, lain kali saja ikut jamaah kemasjid"
"baiklah, ibu berangkat dulu. Assalamualaikum"
"iya. Waalaikumsalam"
setelah kepergian bu narsih, desi masuk kamar untuk menunaikan sholat subuh. tak lupa setelah sholat membaca Al Qur'an.
~
setelah kejadian merenggut kesucian seorang gadis, eko selalu terbayang segala yang ada pada diri desi.
"ada apa denganku?"
" biasanya habis pakai juga gak pernah sampai terpikir segininya....." gumam eko
mengacak rambutnya serasa frustasi karena bayangan kejadian itu terus terbayang setiap waktu. hingga tidurpun tak nyenyak, hanya dapat dialihkan ke pekerjaan saja. kebiasaan melanglang buana tiap malam dengan wanita pun sudah tidak dilakukan lagi.
saat dikantorpun sikapnya semakin dingin dan irit bicara, arogansi yang sangat nampak. dengan wanita pun seperti tak ada minat. bahkan tak jarang karyawan yang melakukan kesalahan didepan matanya mendapatkan penurunan jabatan ada juga yang sampai dipecat langsung.
***
2 tahun berlalu.........
__ADS_1
"sudah siap?" tanya bu narsih
"Sudah bu....aku kok deg degan ya bu..."
"karena ini pertama kalinya kamu pergi sendiri. berpikir yang positif saja, semoga semua baik baik saja"
"iya bu, desi pamit dulu Assalamualaikum"
"hati-hati, waalaikumsalam"
desi masuk mobil yang telah menjemputnya, duduk dikursi penumpang. 30 menit berlalu sampai juga dikediaman yang sangat megah, hampir sama dengan rumah keluarganya. saat mobil telah berhenti, pintu mobil dibukakan oleh sopir tadi.
"mari nona" ucap wawan, sopir yang menjemput desi
dibalas dengan senyum dan anggukan kepala sedikit saja.
bu narsih hanya mengutamakan pelayanan pada masyarakat yang kurang mampu saja, karena kebanyakan dari mereka tidak mampu membayar biaya rumah sakit apalagi dokter spesialis. desi menggantikan bu narsih yang akan mengobati salah satu pelayan yang sakit akibat jatuh dari pohon.
wawan dan desi melewati pintu samping rumah besar itu yang menuju sebuah rumah kecil khusus untuk pelayan.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" sahut suara seorang pria paruh baya.
"siapa ini wan?" tanyan pak pardi
"ini non desi lek, yang menggantikan bu narsih untuk mengobati lek pardi. karena bu narsih kena musibah kemarin. kata bu narsih sama saja, non desi mempunyai kemampuan yang sama dengan bu narsih " turtur wawan
"ya sudah kalau begitu, manut saja wes saya..." kata pak pardi
"silahkan non" ucap wawan
__ADS_1