
satu bulan telah berlalu setelah pertemuan makan malam bersama keluarga.
setiap akhir pekan eko selalu mengunjungi rumah tuan hardian untuk menemui desi dan berusaha mengambil hatinya.
walaupun akhirnya selalu tuan hardian yang menjadi teman mengobrolnya, tapi tidak menyurutkan niat eko untuk dekat dengan desi
pekerjaan kantor yang bekerjasama dengan kantor desipun, eko selalu turun tangan sendiri walaupun seharusnya bisa diurus oleh karyawannya karena dia dengan niatan ingin selalu bertemu dengan pujaan hatinya itu.
seperti saat ini, ia ke kantor desi hanya untuk mengantar berkas saja. dia juga membawa paper bag yang berisi makanan untuk makan siang desi.
desi yang berada didalam ruangan sedang berkulat dengan kertas dimejanya, menghentikan aktivitasnya karena suara ketukan pintu dan telah masuk seorang pria tampan.
setelah mengucap salam, masuk dan duduk disofa ruangan itu.
"kenapa harus repot-repot mengantarkan berkas ini?"
"aku tak merasa repot, malah dengan senang hati mengantarkan untukmu"
"ini aku bawakan makan siang untukmu. nanti makanlah" ucap eko
'perhatianmu meluluhkan hatiku' batin desi
"terima kasih. aku merasa tidak enak"
"dienakkan saja"
__ADS_1
"hah...." tak mengerti dengan maksud ucapan eko, spontan desi memandang eko. beberapa detik saling bersitatap yang akhirnya desi sadar langsung menundukkan pandangannya lagi
tak bisa dipungkiri dengan saling tatap walau hanya sebentar mampu menggetarkan degup jantung keduanya hingga sama-sama salah tingkah.
sampai akhirnya dengan tiba-tiba eko berkata " aku ingin segera meminangmu"
"hah"
"apa kamu tidak ada jawaban, dari tadi hah aja" tersenyum meledek gadis pujaannya itu
"maksudku kenapa secepat itu?"
"bukankah niat baik harus disegerakan?"
"aku ingin membangun mahligai rumah tangga dan beribadah bersamamu"
imbuhnya eko
"inyaAllah"
"apa itu artinya kamu setuju denganku?
"menurutmu?"
"baiklah, nanti malam aku akan berkunjung kerumahmu untuk membicarakan pernikahan kita dengan orang tuamu" jawab eko dengan senyum sumringah
__ADS_1
terlihat jelas wajahnya yang cerah dengan senyum yang merekah menandakan kebahagiaan yang tak dapat disembunyikan.
selama ini setelah makan malam perjodohan, desi juga ibunya selalu melakukan sholat istikhoroh untuk mendapatkan petujuk dari Allah.
yang hadir dari petunjuk dari keduanya adalah orang yang sama walau beda cara.
dari situlah desi mantap memberi kesempatan pada eko untuk membuktikan kesungguhannya.
setelah eko pulang, jam menunjukkan waktu istirahat kantor. desi memandang bungkusan yang dibawakan eko kemudian membukanya.
dengan tersenyum seraya berkata lirih "semoga semua sikapnya tidak akan pernah berubah"
" ah.... kenapa aku malah memikirkannya, duh gusti Allah nyuwon ngapuro" sambil mengetuk-ngetuk dahinya.
~
tak terasa waktu terus berjalan, siang pun menjelang malam. desi telah bersiap menyambut tamu istimewa.
siang tadi setelah makan siang, desi telah menghubungi Bapak dan ibunya bahwa eko akan berkunjung untuk membicarakan rencana pernikahan mereka sekalian makan malam dirumah.
tak lama menunggu sehabis magrib, tamu yang ditunggu pun telah tiba dan disambut oleh kedua orang ruanya. setelah tamu masuk dan dipersilakan duduk, desi datang untuk membawa minuman dan menyapa para tamu.
"mohon maaf tuan hardian, orang tua eko belum bisa pulang kenegara ini karena urusan disana belum bisa ditinggalkan. mereka menitipkan salam dan permohonan maaf pada tuan sekeluarga. tentang rencana pernikahan, mereka menyerahkan sepenuhnya pada anda" ucap dokter pram sebagai wakil dari orang tua eko
"baiklah, kami mengerti kesibukan beliau" jawab tuan hardian
__ADS_1
selain keluarga hardian, dokter pram beserta istrinya sebagai wakil dari orang tua eko dan ada pemuka agama untuk mencarikan hari baik untuk menjalaksanakan pernikahan eko dan desi.
20 hari setelah hari ini adalah waktu yang ditentukan untuk prosesi ijab qobul dan rencananya dilanjutkan resepsi pernikahan yang diadakan dikediaman tuan hardian.