
dijalanan yang sepi, sebuah mobil yang dihadang oleh mobil box berhenti mendadak hingga penumpangnya ketakutan
"astaghfirullahaladzim" suara bibik
" innalillahiwainailaihirojiuun" suara pak asep
"ya Allah" suara desi
sast desi masih berbincang dengn suaminya, akhirnya memberikan informasi kapadanya lokasi saat ini berada.
kaca mobil digedor dari luar
"jangan dibuka pak, bantuan akan segera datang. mas eko juga menuju kesini"
"baik non"! menuruti perintah majikannya dengan rasa ketakutan yang mendominasi sebelum bantuan benar-benar datang.
karena pak asep merasa yang paling bertanggung jawab atas keselamatan yng ada dimobil terutama desi. apa lagi dai lelaki satu-sayunya dimobil itu.
gedoran yang tak kunjung dibukakan pintu mobil, membuat kawanan itu naik pitam. salah satu kembali kemobil box untuk mengambil benda tajam, membawa kapak yang ada ditangan kanannya melangkah pasti menuju pintu samping kanan mobil dan mengayunkannya.
dua kali ayunan sudah memecahkan kaca mobil, desi yang melihat sopirnya terkena pecahan kaca dan ketakutan segera membuka pintu dan keluar.
"hentikan!!! kalian sungguh tak beradab" ucap dasi
mereka berempat tertawa bersama
__ADS_1
" oh ini bunga desa yang terbuang karena sudah berbau busuk"
"apa mau kalian?" tanya desi
keempat orang mendekati desi
"boleh dong kita bermain-main dulu" ucap salah satu dari mereka
" percayalah, kita lebih hot dari suamimu itu" ucap yang lain
"kalau nurut, nggak akan sakit kok" ucap yang lainnya lagi
'astaga.... kenapa pikiran mereka sebatas itu-itu saja. siapa sebenarnya mereka?' batin desi tetapi selalu siaga. apa lagi tatapan mereka berempat penuh n***u.
saat ada yang mulai menyentuh pundaknya, dengan cepat dia memegang tangal pria itu kemudian memelintir dan ditendang pan***nya hingga tersungkur karena tak ada persiapan.
deru suara mobil datang beriringan datang dan berhenti didepan dan belakang kedua mobil yang talah ada. para penumpangnya segera turun dan meringkus 4 kawanan itu
"maafkan kami datang terlambat, nona" ucap satu dari mereka yang baru datang
"nggak apa-apa, saya maklum" jawab desi
"bawa mereka" titahnya pada kawannya
"mau dibawa kemana mereka?" tanya desi
__ADS_1
"kemarkas kami untuk menerima hukuman" jelasnya
tak lama sebuah mobil datang, berhenti tepat didepan desi berdiri. pintu terbuka, keluarlah eko dan jerry.
"sayang... bagaimana keadaan kamu?" tanya eko khawatir sambil melihat istrinya dari atas sampai bawah bahkan diputar untuk memastiksnnya.
desi yang merasa sikap suaminya lebay segera menghentikannya dengan menangkup kedua pipinya seraya berkata " ngga apa-apa sayang" dengan nada gemes
bersamaan bibik dan pak asep turun dan menghampiri majikannya
"maafkan saya, pak" ucap asep membersnikan diri
"sudahlah, kita pulang sekarang. naik mobil saya, semua biar diurus jerry" ucap eko
"biar saya yang nyetir, pak. pak asep dibelakang sama bibik, nanti kita ke rumah sakit dulu untuk mengobati luka pak asep"
pak asep tak menolak karena dirinya memang sakit tetapi juga tak enak hati kerana dia harusnya yang melayani majikannya.
"jer, urus semuanya" petintahnya pada sang asisten
"siap!!! kamu nggak usah khawatirkan masalah seperti ini"
" ok. aku pergi dulu. assalamualaikum" pamit eko
"hati-hati. waalaikumsalam" jawab asistennya
__ADS_1
eko membukakan pintu untuk desi, dan menutupnya setelah istrinya duduk manis di kursi sebelah pengemudi
sementara bibik dan pak asep juga duduk dikursi belakang.