
hari-hari berlalu tiada terasa, senja telah tiba dan mentari mulai menyibakkan tirainya. kala itu sepasang suami istri tengah menikmati suasana pergantian hari, duduk disebuah kursi taman sambil melihat pemandangan bunga-bunga yang bermekaran.
berbincang menata masa depan, menata asa untuk menggapai angan. rangkaian impian dipaparkan untuk diwujudkan. semua tak lepas dari kehendak Allah SWT
tentunya dengan banyak impian akan membuat semangat dalam hidup, dan takdir Allah lah yang terjadi pada diri kita patut disyukuri meski kenyataan tak sesuai angan.
lama berbincang hingga waktu magrib tiba
"sebaiknya kita segera masuk, sudah magrib. tak baik untuk kesehatan, terutama bagi ibu hamil" ajak eko sambil mengusap perut istrinya yang masih rata
"iya, mas. ayo"
berjalan sambil merangkul istrinya memasuki rumah, hingga sampai diruang tamu
"kita sholat berjamaah dulu, ya" ajak eko
"iya" 'tumben ngajakin, biasanya juga aku yang ngajak jamaah duluan' batin desi sambil memandang suaminya dan tak lupa senyum termanis menghiasi bibirnya
__ADS_1
cup
"curang ah. nyium gak bilang-bilang" gerutu desi sambil memanyunkan mulutnya
cup
"ish, mas sih suka banget nyerang dadakan. tak tahu tempat"
"habisnya menggoda sih"
"siapa yang menggoda? ish, sebel sama mas" segera berjalan mendahului suaminya
sesampainya dikamar, desi segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, sedangkan eko menunggu didepan pintu kamar mandi
setelah desi keluar, eko segera masuk untuk wudhu. sedangkan istrinya menyiapkan baju koko, sarung dan peci serta menggelar sajadah
kehidupan desi dan eko yang semakin harmonis apa lagi akan ada anak yang tengah ditunggu kehadirannya sebagai pengikat yang semakin erat
__ADS_1
beda halnya dengan hendra yang semakin tenggelam dalam dendam hanya karena cintanya yang selalu diabaikan oleh bunga desa impiannya
hingga sang pujaan lebih memilih pria lain, itulah yang membuat hatinya semakin keras dan rasa ingin menghancurkan yang lebih dalam
sebenarnya desi dan eko tinggal berbeda kota, tapi selalu memantau kegiatan maupun segala kesukaan gadis pujaan hati bahkan telah merangkai mimpi untuk hidup bersama
namun impian tinggallah impian, segalanya tak sesuai dengan kenyataan. kala pujaan hati telah duduk dipelaminan dengan pria lain.
saat ini hendra sedang di club bersama teman-temannya. setiap malam selalu minum minuman untuk meringankan beban pikiran pada gadis pujaan
"udah malam, bro. lo balik gih, istirahat sono. biar besok gak kesiangan bangunnya" ucap seno
"males ah. gue pulang pa nggak, gak ada yang nungguin dirumah" jawab hendra
"paling nggak, untuk diri lo sendiri. kalau lo pengen ngedapatin tuh cewek, lo harus banyak berpikir dan bekerja keras. hingga lo mampu tuk menggapainya. kalau kayak gini, yang ada lo makin jauh ma idaman hati lo itu" saran dari temannya yang bernama Dewa
"udah banyak cara kulakukan, semua gagal. bahkan begitu mudahnya anak buahku dilenyapkan. mengincar perusahaan? selalu gagal, padahal sudah banyak orang-orang kepercayaanku didalam sana. usaha mereka selalu saja tak membuahkan hasil yang sempurna"
__ADS_1
"kadang aku lelah dengan semua ini, tapi hatiku telah terpatri padanya" lanjut hendra
"tuh cewek dah jadi bini orang, bro. mending cari yang lain, banyak cewek yang lebih seksi, lebih cantik bahkan lebih uhuuyy kalau urusan ranjang" saran Gio, si playboy diantara teman-temannya.