
setiap hari menuju hari H pernikahan mereka, eko selalu menanyakan kabar waktu istirahat, jangan lupa makan, dan lainnya. seperti minum obat saja sehari 3 kali bahkan jika ada urusan kerja sama kantor selalu disempatkan untuk makan bersama.
segala persiapan pernikahan merek berdua yang merancangnya termasuk pengurusan pendaftaran dokumen pernikahan sehingga intensitas kebersamaan semakin tinggi.
hingga tiba hari yang dinantikan, eko beserta keluarga besar termasuk keluarga yang tinggal diluar negeri pun hadir untuk menyaksikan upacara sakral tersebut telah berada dikediaman keluarga hardian dan sedang menunggu calon mempelai perempuan untuk turun.
sementara dikamar, desi yang baru selesai dimake up oleh MUA terbaik dikota itu didampingi oleh bu narsih. ya, desi selalu bertukar kabar dan berbagi cerita dengan orang tua asuhnya termasuk persiapan pernikahannya karena sudah dianggap ibu kedua setelah nyonya rumi.
"kamu sudah siap, nak?" tanya bu narsih
"insyaAllah bu"
"kita tunggu disini dulu, setelah dia selesai mengucap ijab qobul ibumu akan menjemputmu kemari"
tidak lama terdengar suara
SAH
air mata desi menetes karena merasa haru,
"sudah menangisnya, nanti bedaknya luntur loh..."
sambil menyeka air mata desi dengan tisu
*Tok
tok
tok
__ADS_1
suara pintu terbuka, muncullah ibu desi*
"ayo kita keluar, suamimu sudah tak sabar menunggu kehadiranmu" ucap nyonya rumi sambil tersenyum
"ayo nak. kalau merasa gugup, tarik nafas dalan dan huhh..." bu narsih sambil membimbing tangan desi dan tangan sebelah kanan ibunya sendiri.
bereka berjalan beriringan menuruni tangga, saat sampai pertengahan, semua mata memandang kearah tangga termasuk eko.
saat sampai didekat suami barunya, diarahkan untuk cium tangan dan eko mencium kening istrinya.
"sudah, jangan lama-lama ciumnya. dilanjut nanti dikamar aja" celetuk johan sepupu eko dari pihak ibunya
sontak semua yang hadir tertawa, sedangkan eko hanya melengos menanggapi ocehan sepupunya yang memang dianggapnya resek.
"bilang aja kalau pengen" jawab jerry
johan dan jerry dulu pernah satu bangku saat SMP jadi dudah akrab, berbeda dengan eko yang sejak kecil telah pindah keluar negri sehingga hanya akrab dengan leluarga saja di negara ini.
setelah tanda tangan dokumen permikahan dan nasehat pernikahan, barulah eko bisa bernapas lega.
"Alhamdulillah... kita udah sah. jadi boleh dong pegangan tangan?"
"boleh, pegang aja kan?"
"emang boleh lebih dari pegang?" ucap eko sambil menggenggam jemari istrinya
"jangan macam-macam, malu masih banyak orang"
"kekamar aja yuk, gak ada orang"
__ADS_1
"jangan malu-maluin, nih yang punya acara kita. masak tamunya mau ditinggalin sih" desi cemberut merasa sebal dengan perkataan suaminya
"uluh-uluh makin gemes dehh lihat istriku cemberut. ngerti gini ijab aja biar tamunya pada langsung pulang"
"ishh kok gitu sih. acara seperti ini tuh yang ditunggu tunggu untuk ajang kumpul keluarga dan saling mengenal antara keluarga besar kita"
"iya dehhh. maaf 😁✌"
hari telah menjalang sore. tadi setelah acara ijab qobul dan sarana perkenalan kedua keluarga besar serta makan siang bersama, sebagian besar pamit untuk persiapan resepsi nanti malam.
termasuk suami istri baru juga didandani oleh perias handal.
kenapa resepsinya gak digedung aja sih? karena rumah tuan hardian termasuk kategori desa walaupun dekat sehingga mempermudah tetangga yang akan hadir dalam resepsi.
"huh pegel nih kaki, dari tadi nyalami tamu mulu sampai gak bisa duduk nyaman"
"jangan mengeluh sayang, dinikmatin aja.... sekali seumur hidup kan?" sahutnya dengan suara lembut
eko langsung menatap istrinya dan tersenyum lebar mendengar ucapan itu
"kamu bilang apa?"
"bilang apa!" desi balik tanya
"tadi"
"yang mana?"
"yang yang tadi loh" jawab eko mulai kesal
__ADS_1
sedangkan sedi malah tersenyum melihat suaminya mulai kesal lagi