
sedangkan dirumah, nyonya rumi setelah menghubungi suaminya beralih mencari nama 'princes' pada ponselnya.
menghubungi 3 kali hanya dijawab oleh operator, kemudian menghubungi menantunya
tak menunggu lama tampak panggilan terangkat
"assalamualaikum, buk"
"waalaikumsalam, maaf kalau ibuk mengganggu. nak eko sehat?"
"alhamdulillah kami sehat buk, ini masih dijalan. ada desi juga."
"ibuk bisa bicara sama desi?"
"bisa buk, sebentar" kemudian memberikan hand phone pada istrinya seraya berkata "ibuk mau bicara sama kamu"
"oh, iya mas"
"assalamualaikum ibuk"
"waalaikumsalam, gimana kabarmu ndok (nak)"
"alhamdulillah sae (baik) buk. ibuk apa kabar, maaf kalau desi belum sempat mengunjungi ibuk"
"ibuk juga baik, mendengar kabar kalian semua baik-baik saja ibuk sudah bahagia"
"tadi ibuk telpon kamu tapi gak diangkat terus"
" masih dicass, tadi kehabisan daya. jadi keluar tak bawa handphone"
"ya sudah kalau begitu, kalau ada waktu luang kunjungi ibuk"
" insya Allah buk, do'akan saja semoga segala urusan kami lancar dan cepat selesai"
"ibuk selalu mendo'akan kalian yang terbaik. hati-hati dan jaga kesehatan, syukur kalau segera ada kabar gembira"
"aamiin... kami hanya berusaha, buk. semua sudah diatur oleh Allah"
"iya, ibuk ngerti... Assalamualaikum"
"waalaikumsalam" desi mematikan handphone dan memberikannya pada eko.
" ini mas,"
__ADS_1
"sudah ngobrolnya?"
"sudah"
" maaf ya sayang"
" maaf unyuk apa mas?"
" karens belum bisa membahagiakan kamu, waktuku masih banyak dipekerjaan daripada bersamamu"
"nggak apa-apa mas, kamu kerja kan juga buat aku"
" terima kasih atas pengertiannya sayang" sambil melitik sekilas karena dia harus fokus menyetir
setelah perbincangan suasana jadi sunyi, semua diam. sedangkan dua orang yang duduk dibelakang hanya diam tak berani ikut menimpali pembicaraan majikannya.
tak lama mobil sampai didepan gerbang, satpam dengan segera membukakan pintu pagar setelah bunyi klakson terdengar.
mobil berhenti di depan rumah, mereka berempat turun. nampak disambut oleh penjaga rumah itu lebih tepatnya body guard yang disediakan eko untuk mengawal istrinya.
"pak asep istirahat saja dulu, jangan lupa minum obatnya"
"baik pak bos" jawab pak asep
menuju kamar mereka dengan langkah cepat. tepat saat desi membuka pintu dan masuk, eko sudah dibelakangnya kemudian hap...
memeluk desi dengan erat dan menutup pintu kembali menggunakan salàh satu kakinya.
desi yang mendapat pelukan mendadak dari suaminya nampak kaget dan menjerit
"aaaaaaww"
"kok teriak sih sayang?" tanya eko dengan nada menggoda serta membalikkan tubuh istrinya dan memegang kedua bahunya
"mas, sih main peluk gak ngomong dulu" cemberut sambil memukul lengan tangan kanan
"kalau ngomong dulu apa mau meluk juga?" tersenyum sambil menaik turunkan alisnya
"tau ah. nyebelin banget sih" rasa sebal yang pada istrinya, membuat dia terhibur
"uluh-uluh..... sini peluk, sayang" memeluk istrinya yang dibalas dengan pelukan erat pula.
agak lama mereka berpelukan, desi menghirup aroma tubuh siaminya. walaupun bercampur keringat masih wangi baginya, memejamkan mata karena merasakan tenang dan damai saat berada dipelukan suaminya.
__ADS_1
~
kediaman hardian
nyonya rumi yang sedang duduk diruang keluarga dikejutkan oleh suara salam suaminya
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" menciam punggung tangan suaminya
"sudah pulang, pak. kok tumben, masih jam segini?"
"setelah ibuk telpon, bapak segera pulang. sepertinya ibuk ada sesuatu yang ingin dibicarakan secara langsung"
"bapak memang peka, masih tetap kayak dulu. makin cinta deh" sambil terkekeh
disambut tawa suaminya yang tidak terlalu keras.
walaupun usia mereka tidak muda lagi, tapi keromantisan tetap terjaga.
"gak usah mancing ya, buk"
"ibuk nggak mancing, gak ada kail juga"
"makin pinter aja nih istri bapak" sambil menowl hidung istrinya
"memangnya ada hal apa to buk" tanya tuan hardian dengan nada mulai serius
""perasaan ibuk nggak enak, pak. setiap membawa barang jatuh seperti ada yang menghempaskan, mata ibuk bagian bawah selalu berdenyut, setiap jalan seperti mau tersandung. ciri-ciri yang sama kayak pas putri kita nggak pulang waktu itu". jelas nyonya rumi
"sudah ibuk buat sholat untuk nenangin pikiran dan meminta petunjuk dari Allah, juga keselamatan kalian. ibuk takut terjadi sesuatu" imbuhnya
"ibuk sudah hubungi desi?"
"sudah, pak. tadi ponselnya nggak ada yang angkat karena masih dicass dirumah. kuhubungi nomor eko, dia ada sama suaminya itu lagi diluar"
"apa kita coba mengunjungi desi sekarang?" usul tuan hardian
"bisakah? saya telpon desi dulu ya, pak" dengan wajah sumringah
"nggak usah, buk. kita buat kejutan buat mereka. ibuk bawakan makanan kesukaan desi saja" ucap pak hardian yang sebenarnya juga masih penasaran dengan rumah tangga anaknya
selama mereka menikah, belum pernah mengunjungi anaknya dirumah suaminya. baliau mengunjungi hanya saat dirumah almarhum kakek saja.
__ADS_1
ingin memastikan apakah putrinya bahagia? diperlakukan dengan baik? dqn pertanyaan lain tentang rumqh tangganya.