BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
33


__ADS_3

belum terlalu jauh meninggalkan kediamannya, eko merasa mobilnya ada yang mengikuti. dan benar saja, saat dijalanan yang sepi tampak mobil yang mengikutinya tadi menyalip dan menghadang didepan mobil eko


empat orang keluar mobil menuju mobil yang ditumpangi eko kemudian menggedor pintu mobil.


dua orang berdiri disebalah pintu bagian kemudi dan dua orang lagi masih didepan mobilnya


gedoran pintu berkali-kali yang semakin keras, membuat eko terpaksa membuka pintu dan keluar


"ada apa? kenapa kalian menghadangku"


" jangan banyak bicara! ikut kami sekarang, kau akan aman" kata salah satu orang yang menghadangnya


"siapa kalian berani memerintahku"


"sebaiknya menurut saja" kata penghalang yang lain


"si***n! tak sudi aku diperintah olehmu" kata eko geram


penghadang yang menghadang memberikan isyarat kepada teman-nya untuk maju


membawa eko dengan paksa, itulah tujuannya yang diperintahkan oleh bosnya


akhirnya perkelahian tak terhindarkan lagi, satu lawan empat. dengan susah payah meladeni empat orang akhirnya dia dapat dilumpuhkan, dibawa masuk paksa ke mobil penghadang dan dibawa pergi


belum lima menit orang kepercayaannya datang kelokasi bersama orang-orang pilihan.


"sial, kita terlambat" kata jerry saat sampai lokasi yang ada hanya mobil eko


saat tahu mobilnya diikuti, eko langsung menghubungi asistennya untuk segera menyusul dan mengikutinya. tapi ternyata sudah terlambat saat mengetahui bos nya tak ada dalam mobilnya.


"sebar anak buahmu kesegala penjuru, sampai bos ketemu" perintah pada orang-orang kepercayaannya yang ada disana


"baik, bos" jawab serentak oleh mereka


"ingat, selalu kasih kabarjika ada hal yang mencurigakan"


"siap, laksanakan"


"jon, aku bawa mobil bos. ikuti sampai rumah bos eko" ucap jerry


"OK, Bos" jawab jono sambil mengacungkan kedua jempolnya.


mereka kembali kemobil dan melajukan kendaraan ketujuan masing-masing


jerry mengendarai mobil eko menuju kediaman bosnya.


hingga tak lama mengendarai sampai dirumah itu. keluar dari mobil dan segera menuju pintu utama.


"assalamualaikum" ucap salam jerry


"waalaikumsalam" sahut suara dari dalam rumah


"loh ada apa ya? " tanya desi keheranan


"begini, nona. tadi saat berangkat, mobil tuan muda dihadang oleh orang tak dikenal dan dibawa oleh mereka"


"apa!!! astaghfirullahaladzim" kaget mendengar suaminya diculik sontak kedua matanya berembun dan tanpa permisi air pun menetes melalui pipinya, padahal rencananya siang nanti papa dan mama akan ke luar negeri

__ADS_1


"nona jangan khawatir, anak buah kami telah menyebar untuk mencari keberadaan tuan muda" ucap jerry


"maaf, sopir tuan muda sudah tidak bekerja" tanya jerry yang merasa heran karena mobil kosong sedangkan biasanya selalu diantar sopir kepercayaannya.


yang jadi pikirannya sopir ikut diculik atau memang berangkat tanpa diantar sopirnya.


"sopir kepercayaannya cuti 2 hari karena ada saudara sepupunya yang menikah, besok baru kembali" ucap desi disela isakan tangisnya


jerry yang mendengar hanya manggut-manggut saja tanda mengerti.


"oh ini kunci mobilnya, saya permisi karena harus segera mencari tuan. nona sabar saja menunggu ditumsh, nanti saya kabari kalau sudah menemukan titik terang keberadaan tuan" sambil menyerahkan kunci mobil


"permisi, assalamualaikum" pamit jerry yang tak kuasa melihat istri bosnya menangis terisak


"waalaikumsalam" jawab desi


setelah kepergian jerry, desi segera menuju kamar menghubungi mama shintia untuk memberi kabar kalau suaminya diculik


mengamnil benda pipih diatas nakas, mencari nama yang dimaksud dan menekan tombol tanda penghubung panggilan


tak lama menunggu suara deringan terhubung dan terdengar suara mama mertuanya


"......"


"waalaikumsalam, ma‐ " ucap desi terputus kerena isak tangisnya


"ada apa nak? kamu menangis? apa suamimu menyakiti kamu, nak"


"buk-bukan ma-, mas -eko -diculik" ucapnya terbata-bata karena isakan tanhisnya


"mama papa akan kesana, kamu yang sabar ya sayang" ucap nyonya shintia menenangkan desi


"assalamualaikum" mengakhiri percakapan agar bisa segera kerumah anak menantunya


"waalaikumsalam" jawab desi


diam sejenak nampak berpikir setelah sambungan teleponnya terputus


'aku harus gunakan mereka"


menghubungi nomor yang tidak bernama pada ponselnya


"hai say... tumben banget hubungin aku. butuh bantuankah?" suara dari seberang


"kalau gak butuh males telpon kamu"


"ada apa?" tanyanya


"suamiku diculik"


"waattt!!! kamu udah kawin, say?"


"udah"


"kapan? kok aku gak diundang"


"gak penting, sekarang bantuin aku cari dalang penculikan suamiku dan apa motifnya"

__ADS_1


"siap mbak bro, penting vulusnya pantes aja hahaha"


"matre!!"


"hai nona, hari gini gak matre gak makan kali"


"aku nggak tuh. udah cepetan lakuin tugas kamu, aku tunggu paling lambat nanti sore"


"assalamualaikum" langsung memutus sambungan telponnya tanpa mendengar pendapat orang yang ada di seberang


mereka sangat paham dan saling mengerti, walaupun perkataannya terdengar konyol yang seakan memanfaatkan kesusahan temannya tetapi itu suatu cara mencairkan suasana


kemudian mencari nomor yang hanya berinisial R dan menghubunginya


"siapkan setengah anak buahmu, detailnya kukirim lewat chat"


"siap" jawaban singkat dari orang kedua yang telah dihubunginya


mengetik catatan yang akan dikirimkan ke R dengan cepat dan setelah terkirim, segera kebawah untuk menyambut mertuanya yang segera datang


dengan perasaan yang was-was karena belum ada kabar mengenai suaminya, ia berjalan dengan gontai menuruni tangga bertepatan dengan mertuanya masuk rumah


saling ucap salam dan berbalas salam pula, nyonya shintia memeluk menantunya juga sambil menangis


"semoga eko cepat ditemukan ya, ndok" ucap nyonya shintia


"Aamiin" jawaban serempak oleh suami dan mantunya


"papa juga sudah menyuruh orang untuk mencari suamimu" papa handi bicara


"dan dari hasil yang saya terima, semua kekerasan yang terjadi pada eko berasal dari perusahaan bapak kamu" ucap tuan handi


"itulah sebabnya, saya sangat berat meninggalkan eko disini sebelum kamu benar-benar mengandung keturunan kami"


"apa papa mencurigai bahwa bapak dalang dari semua ini?"


"saya belum bisa mengambil kesimpulan, karena hanya atas nama perusahaan bapakmu. dan sebaiknya jangan menghubungi keluargamu sebelum masalah ini jelas" tutur tuan handi tak bisa dibantah


desi nampak mengerutkan kening disela isakannya pertanda keberatan dengan titah papa mertuanya


"mana bisa begitu papa" protes mama mertuanya


"orang tua harus tahu masalah rumah tangga anaknya, apalagi masalah besar seperti ini. kalaupun tidak bisa membantu, paling tidak dengan bantuan do'a itu yang terbaik. apalagi tadi kata papa kalau sumbernya dari perusahaan besan, paling tidak bisa memberi petunjuk dari penculikan anak kita, pa"


"desi, orang tuamu sudah kamu kabari kalau eko diculik?" tanya mama mertuanya


"belum, ma. belum sepat" jawab desi


"hubungi orang tuamu, biar semua jelas. kalau bapakmu tidak tahu manahu, berarti ada penyusup yang sengaja mengadu domba keluarga kita" ucap nyonya shintia


"iya, ma. sebentar aku ambil hand phone ku"


"cepat ya, nak"


"iya mam"


berjalan menuju kamar dengan cepat dan mencari kontan bapaknya dan segera menghubungnya

__ADS_1


__ADS_2