BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
21


__ADS_3

bik mumun yang melihat, hanya tersenyum


"tuan muda sangat mencintai istrinya ya, nyah"


" ya gitu lah. lebih baik kita kebelakang menyiapkan bahan untuk makan siang. aku ingin masak makanan kesukaan putraku tersayang"


"iya, mari"


~


kediaman hardian tampak laki-laki itu duduk sambil memijit pelipisnya karena merasakan pening kepala. kemudian menghubungi orang kepercayaannya dikantor untuk menghandle sementara pekerjaannya hari ini karena akan meninjau bagian perkebunannya


saat kaluar ruang kerja, beliau hanya melihat istrinya duduk sendiri yang terlihat sedang melamun kemudian menghampiri dan ikut duduk disofa sampingnya.


"sedang memikirkan apa?"


"apa yang sebenarnya bapak pikirkan?"


"aku hanya ingin melindungi keluargaku"


"melindungi bagaimana? menantumu termasuk keluargamu!


"dia tak lebih dari penyusup! yang akan menghancurkan dari dalam" ucapannya agak meninggi tak terima dengan pernyataan istrinya


"terserah bapak, mereka akan tetap bersama dan hidup bahagia"


"apa maksudmu? desi akan tetap tinggal disini bersama kita"


"apa jenengan lupa kemarin telah menyerahkan putri kita padanya? dan itu artinya desi harus berbakti pada suaminya. dia sudah pergi mengikuti suaminya"


"apa!!!" tubuh pak hardian lemas dengan wajah panik dan terlihat pucat

__ADS_1


"memangnya ada apa to pak?" dengan suara melemah


mendekat kesuaminya dan menyentuh lengannya. sentuhan nya dibalas oleh tuan hardian dan mengelus punggung tangan istrinya


" sudahlah bu, bapak pergi dulu. ibuk baik-baik dirumah"


menyalami istrinya yang mengecup tangan suaminya, mengucap salam dan dijawab oleh nyonya rumi.


~


tuan handi yang baru sampai dikediaman almarhum kakek segera mencari keberadaan istrinya dibelakang. setelah bertemu, langsung mengajaknya kedalam kemar.


"ada apa sih, pa?" tanya istrinya karena dengan tiba-tiba sang suami menarik tangan untuk mengikutinya.


"ayo, ikut aja"


setelah sampai didalam kamar dan menutup pintunya


"ma, apa pernikahan anak kita baik-baik saja?"


" mereka lagi istirahat dikamar" beritahunya


"mereka disini?"


"iya. setelah papa pergi, putramu nelpon katanya untuk sementara akan tinggal disini sama istrinya. mereka belum lama datangnya, sekarang istirahat"


"syukurlah" menghela napas


"apa dia ada ngomong sesuatu?" lanjutnya


"boro-boro, dateng-dateng masuk kamar."

__ADS_1


"tapi wajahnya bonyok gitu, pa. sepertinya habis berkelahi" cerita nyonya shintia


"yang penting dia pulang dengan selamat, ma"


"maksud papa? baru kemarin dia nikah lo, pa. emangnya kenapa?"


"ini semua berawal dari eko sendiri. dia akan membatalkan seluruh kerjasama perusahaan bila ada niatan perjodohan dengan anak pemilik perusahaan rekanan. bahkan akan membuat bangkrut perusahaan yang melanggarnya"


"entah berita itu berasal dari mana, yang jelas sudah banyak yang mengetahuinya. dan itu berdampak pada perusahaan pak hardian termasuk perkebunan."


"kebanyakan orang diperkebunan jadi nggak suka sama eko. karena itulah, papa takut akan keselamatannya" penjelasan tuan handi panjang lebar membuat nyonya shintia yang setia mendengarkan hanya manggut-manggut saja tanpa menyela.


"dan sepertinya memang ada yang sedang bermain dibelakang layar"


"papa nggak tega meninggalkan negara ini sementara anak kita sedang dalam masalah besar"


"kasih uang tutup mulut aja kan beres, pa"


"trus kerjaan papa sendiri gimana kalau membantu putra kita disini?"


"kerjaan papa bisa dihandle dari sini untuk sementara. kalau uang tutup mulut tidak mungkin, ma. satu-satunya jalan kita harus membersihkan nama baik keluarga kita"


"kita harus segara punya penerus setelah eko. papa nggak mau karena masalah ini menjadikan eko lebih fokus pada masalah perusahaan dari pada istrinya"


"papa benar, mama akan mendukung keputusan papa"


"besok pagi kita berkunjung ke kediaman Hardian untuk membicarakan masalah ini"


.


.

__ADS_1


.


*maaf masih banyak tipo thor🙏


__ADS_2