BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
jenang sengkolo


__ADS_3

"enak banget omongan lo, masalah hati gak pandang seksi apa kagaknya. udah gue balik, pusing denger ocehan lo" sahut hendra


"sialan, emang gue burung apa. dikatain ngoceh segala. balik sono deh, berdo'a moga hati lo dapet pencerahan. kalau rebut bini orang itu hikumnya HARAM" dewa berucap dengan sewot dan menekankan kata haram


hendra yang hendak pergi pun menghadap ke temannya itu


"haram? emang lo tahu apa itu haram? tiap hari ngelakuin aja nggak paham itu haram, pak" ucap hendra dengan nada mengejek


ya, walaupun sering ada perdebatan antara mereka tetapi selalu mengutamakan kebersamaan. itulah yang dirasakan hendra karena tak mendapat perhatian dalam keluarga lebih tepatnya semua sibuk dengan segala urusan masing-masing.


"berisik banget kalian nih, mending kita pada balik aja. udah malam juga kan" ucap vino yang dari tadi hanya diam mendengar candaan dan gurauan teman-temannya bagi dirinya.


"ayo. lo bareng gue aja" ajak hendra pada vino


"oke. thanks" jawabnya dengan berdiri kemudian melangkah mengikuti hendra bersamaan dengan teman-temannya berdiri meninggalkan tempat mereka nongkrong


setelah sampai di samping mobil, segara buka pintu dan masuk. duduk dan mengenakan sabuk pengaman.


memecah keheningan malam dalam mobil, vino memberanikan untuk bertanya pada hendra


"hen, lo nggak beneran kan ingin mendapatkan desi"


"beneran lah. gue udah lama jatuh hati sama gadis desa itu. lo kan tahu sendiri, siapapun yang berusaha deket sama dia, akan gue suruh mundur teratur atau hancur" terang hendra

__ADS_1


" lo emang sudah gila, hen. kalau dulu sih wajar karena dia belum ada yang punya. sekarang sudah jadi bini orang, pastinya sudan dinikmati sama lakinya" vino berusaha menjelaskan


"gak dapat perawannya, dapat jandanya pun tak apa. yang penting rasanya sama dia hahaha"


"chk chk chk bener-bener edan tenan" gumamnya yang masih bisa didengar oleh teman sebelahnya


"emang... edan kerono wedoan ( gila karena wanita)"


"uwiihhh, kayak judul novel saja 'GILA KARENA WANITA' "sahut vino


"emang lo pernah baca novel?"


"bukan cuma pernah, nih aku sampai instal aplikasi untuk baca novel"


"idiih kutu buku juga, lo. yang penting gak sampai pake kaca mata tebel aja lo. dih ngeri, kalau lihat lo culun"


"hendra ya nama gue. sembarangan aja ganti nama orang" sambil fokus nyetir


"besok deh, gue buatin jenang sengkolo" ucap vino


"apa itu jenang sengkolo?" sambil menautkan kedua alis dan melirik vino


"ya jenang merah"

__ADS_1


"ngomong yang jelas gitu, aku paham"


" dari tadi juga jelas"


"itu tadi, sengkolo kolo apaan"


"mangkanya jadi orang tuh jangan terlalu fokus sama cewek. belajar budaya, biar ngerti"


"kayak lo ngerti aja"


"ya ngerti lah, mangkanya gue ngomong"


"trus itu tadi apa maksudnya"


"membuang sial atau menolak balak. mangkanya jenang itu sebagai tanda pemberian nama yang baik agar tidak ada kesialan dalam hidup dimasa depan"


"orang tua gue ngasih nama ke gue tuh sudah dishokehkan ke kyai, jadi do'a orang tua gue dan ulama mengiringi masa depan gue"


"nah, itu ngerti. berarti kelakuan lo tu nggak bener makanya sial terus ngaak pernah berhasil" ucap vino


"sial, lo. udah turun sono" kebetulan sudah sampai didepan rumah vino


"thanks bro. ingat👈" setelah turun dan s3belum menutup pintu mobil

__ADS_1


"nyesel gue barengin lo" teriak hendra dan hanya dapat senyuman dari vino


kemudian melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga vino.


__ADS_2