
eko yang mendengar erkataan desi langsung memandang wajah istrinya yang masih tertunduk dengan senyuman menawannya. diraihnya dagu desi dengan menggunakan jari teluk dan dicapit jempolnya hingga wajah desi berhadapan dengan wajah eko.
"aku sangat bahagia mendengarnya. terima kasih" kemudian merentangkan kedua tangannya lebar agar memeluknya.
saat desi berhambur ke eko, dengan cepat ia mengeratkan pelukannya. keduanya saling memeluk erat melepaskan rasa sayang yang tersimpan. eko pun tak henti-hentinya mencium puncak kepala istrinya itu dengan penuh haru hingga matanya berembun hingga meneteskan air bening.
"kamu menangis?" tanya desi saat dia melihat kewajah suaminya tanpa lepas dari berpelukan
"aku hanya terharu saja, ini adalah air mata bahagia. belum pernah aku merasakan sebahagia ini, kamulah sumber kebahagiaanku, cinta pertama dan terakhirku, cinta sejati yang akan kubawa sampai mati" desi yang mendengar juga terharu dan merasakan sama dengan apa yang diucapkan pria yang memeluknya
melihat istrinya juga meneteskan cairan bening dari netranya, eko dengan cepat mengusap cairan itu menggunakan kedua jempol tangannya. kemudian menciumi seluruh wajah istrinya.
"sudah malam, sebaiknya kita istirahat" ajak eko
"ehem" desi sambil mengangguk
keduanya naik ke ranjang dan merebahkan diri
"mendekatlah kemari, tidurlah dalam pelukanku! aku ingin selalu memelukmu dalam tudurku" eko berucap
"iya" desi menurut dan menggeser tubuhnya menengah dan masuk dalam dekapan suaminya dalam selimut yang sama.
harum rambut desi membuat eko tiada henti mencium puncak kepala istrinya itu, sedangkan desi menghirup aroma tubuh suaminya yang khas seakan menjadi candu baginya. keduanya sama-sama tersenyum tanpa sepengetahuan satu sama lain hingga tak terasa mata telah terpejam angannya melayang melewati dunia mimpi.
__ADS_1
pagi menjelang waktu subuh sebentar lagi, desi membuka netranya dan berusaha bangun dengan pelan melepaskan pelukan suaminya. gerakan yang ditimbulkan desi membuat eko terusik dan bangun
"ada apa? kenapa kamu tidak tidur?" tanya eko
"aku mau sholat malam dulu, sebentar lagi waktu subuh tiba" jawab desi
"baiklah, kita sholat bersama"
"iya"
setelah sholat malam, tak memunggu lama suara adzan subuh berkumandang dan mereka melaksanakan sholat berjamaah.
selasai berjamaah, desi mencium punggung tangan suaminya sedangkan eko mengecup kening istrinya kemudian memandangnya
"jika itu hak mu, maka aku akan memenuhi kewajibanku untuk melengkapi ibadahku" ungkapan desi yang disambut senyum suaminya
eko mengulurkan tangannya yang disambut oleh desi. setelah keduanya berdiri, eko dengan perlqhan membantu membuka mukena yang dikenakan oleh istrinya itu.
kemudian berjalan bersama sambil bergandeng tangan menuju ranjang.
setelah itu mereka duduk ditepi ranjang dengan tetap berpegangan tangan.
"walaupun ini bukan yang pertama bagi kita, bagiku inilah hal pertama yang menenangkan jiwa. memang benar, halal lebih indah dengan niatan ibadah"
__ADS_1
"maafkan aku, atas perbuatanku yang dulu" lanjut eko
"aku memang putus asa waktu itu. tapi aku bersyukur karena orang yang mengambil kesucianku menjadi suamiku, sehingga aku nggak menanggung beban penjelasan"
"aku sangat bersalah. aku akan menebusnya dan akan selalu membahagiakanmu"
"aku akan bahagia bila kamu selalu jujur padaku, tidak ada rahasia diantara kita dan menjalani rumah tangga bersama dalam suka maupun duka" ujar desi
" baiklah, aku akan berusaha dan belajar menjadi yang terbaik"
"bisakah kita mulai" eko sambil tersenyum dan memandang penuh harap
desi hanya mengangguk dengan senyum tipis
"kamu sudah siap?"
"InsyaAllah aku siap lahir batin"
"Alhamdulillah" kemudian dia berdoa diatas kening istrinya dan meniupkannya.
barulah pemanasan dimulai dari ciuman-ciuman singkat yang lama kelamaan menjadi berhasrat.
akhirnya penyatuan dua insan yang telah halal pun terjadi pada pagi hari. walaupun hanya melakukannya sekali, kejadian itu sangat berkesan hingga senyum selalu mengembang hingga waktu sarapan bersama keluarga tiba.
__ADS_1