BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
kebakaran


__ADS_3

'kebakaran'


'kebakaran'


'kebakaran'


suara teriakan orang-orang sekitar gudang milik keluarga hardian. gudang penyimpanan bahan baku sebelum dibawa ke pabrik untuk diproses lebih lanjut.


tanpa ada yang tahu penyebab kebakaran gudang tersebut, tiba-tiba saja si jaho merah telah melahap hampir sepertiga gudang penyimpanan bahan baku


penjaga gudang pun dengan cepat menghubungi bos nya.


deringan ponsel lama tak terangkat hingga suara operator yang menjawab. dia masih belum menyerah dan berusaha untuk menghubungi bos nya lagi, dan ternyata hanya dua kali deringan nada ponselnya sudah ada tanda yang menjawab tenpknnya.


"assalamualaikum, tuan"


"wa'alaikumsalam, ada apa pak karman malam malam begini telpon?" jawab tuan hardian yang menerima telpon dari orang kepercayaannya yang bernama sukarman


"ini tuan, gudang... gudang... kebakaran" ucapannya sanbil terengah engah karena dia habis menyuruh orang-orang terdrkat untuk membantu memadamkan api yang membakar gudang


"kok bisa? apa tidak ada penjaga digudang?" tanya tuan hardian lagi yang shok mendengar gudangnya terbakar


"ada, tuan. sebelumnya 2 orang, yang satu ijin pulang dulu karena tetangga sebelah umahnya pas hajatan" jawab pak karman


"seberapa banyak yang terbakar?"


"sepertiga gudang yang terbakar, itu pun dari belakang. jadi bahan baku yang terbakar tidak terlalu banyak. karena baru tadi siang bahan baku yang berada ditempat itu sudah dikirim ke pabrik. jadi tidak terlalu banyak yang terbakar, tuan. dan sekarang api sudah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang bergotong royong dan tim kita" penjelasan pak karman panjang lebar


" baiklah, terima kasih pak karman. besok saya akan kesana melihat keadaan disana. bapak istirahat saja dulu. jangan lupa meletakkan tim khusus untuk berjaga dan kasih buah tangan pada mereka yang membantu sebagai tanda terima kasih" perintahnya pada pak karman

__ADS_1


"baik, tuan. assalamualaikum" ucapnya diakhiri salam


"waalaikumsalam" jawab tuan hardian


tuan hardian yang baru saja menerima telepon kemudian berbalik dan dikejutkan dengan istrinya yang telah berdiri dibelakangnya


"astaghfirulloh... ibuk ini ngagetin saja" sambil mengelus dada akibat terkejut


"memangnya ibuk hantu apa!" sahut istrinya dengan jutek


"bukan gitu, buk. ibuk yang datang tak ada suara, tiba-tiba dibelakang bapak. siapa yang nggak kaget, buk"


"iya terserah bapak. tadi telponan sama siapa sih, sampai gak sadar ada ibuk segala"


"dari pak karman"


"tumben, ada apa malam selarut ini telpon?"


"astaghfirulloh...." sambil memegang mulut tangan kanannya sedangkan tangn kiri memegang dada


"trus gimana, pak?"


"duduk dulu, buk" merangkul pundak istrinya dan duduk di sofa bersama


setelah itu, tuan hardian menjelaskan dengan terperinci seperti penjelasan dari pak karman sebelumnya.


istrinya hanya diam dan sesekali mengangguk tanda paham


"lebih baik sekarang kita istirahat dulu, besok pagi-pagi sekali kita berangkat. sarapannya bareng mereka saja disana"

__ADS_1


"iya, pak. ibuk setuju"


akhirnya mereka berjalan bersama kekamar untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.


~


dilokasi depan gudang


"besok tuan hardian akan kemari untuk nge-cek kondisi gudang dan bahan baku" ucap pak karman


"tugas kalian, mencari penyebab terjadinya kebakaran. secepatnya" lanjutnya sambil memandang laki-laki didepannya


"nggh pak, niki lare-lare sampun kulo sanjangi"(iya pak, ini anak-anak sudah saya suruh) jawabnya


"usaha tuan hardian panguripane awak e dewe, masyarakat kene lan cedak e" (perusahaan tian hardian sumber kehidupan kita, masyarakat sini dan sekitarnya)


"enggeh pak. kulo paham bab meniko" (iya pak, saya paham masalah itu)


"yo wes, aku tak istirahat sedilut wae. kesel kabeh awakku, boyokku rasane gringgingen. tak tinggal disek"( ya sudah, aku istirahat sebentar saja. capek semua badanku, pinggangku rasanya kebas. saya tinggal dulu)


"enggeh pak, menawi niku faktor U"(iya pak, mungkin itu faktor U) sambil terkekeh


"hus, wong tuwo kok digawe guyonan"(hus, orang tua kok buat bercanda) sahut laki-laki muda disebelahnya


"wong lek rong tau ngalami tuwo yo ngono kui, isane mung maido" (orang kalau belum pernah mengalami tua seperti itu, bisanya hanya mencela" jawab pak karman yang hendak pergi


"tak tinggal sek, ati-ati. seng tenanan lek nyambut gawe" (saya tinggal dulu, hati-hati. sungguh-sungguh kalau bekerja) sambil menepuk pundak pria didepannya dan melangkah pergi


"assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab mereka berdua serempak


kedua pria muda itu pun melangkah menuju bangunan yang terbakar untuk memastikan keamanan barang yang lain dalam gudang.


__ADS_2