BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
Bisa diandalkan


__ADS_3

selesai sarapan bersama, eko dan desi segera pamit. eko segera ke kantor setelah mengantar desi pulang dan memastikan jika istrinya selamat sampai dalam rumah


eko merasa berat meninggalkan istrinya dirumah meskipun sudah ada beberapa art dan penjaga rumah. perasaan tak menentu, membuatnya gelisah


"anda baik-baik saja tuan?" tanya sopir sekaligus body guardnya


"yah, aku baik saja" hanya itu yang keluar dari mulut eko, setelahnya hening sampai diparkiran perusahaan


pintu mobil dabukakan oleh sopirnya, segera melangkah dan setelah dua langkah dari mobil, dia berhenti dan berbalik


"jangan lupa perintahkan anak buahmu untuk melaporkan segala aktivitas diperusahaan maupun perkebunan mertuaku" ucapnya


"siap tuan" eko segera menuju pintu masuk perusahaan setelah mendengar jawaban dari sopir sekaligus body guardnya.


saat masuk ruang kerjanya, jerry mengikuti berjalan dibelakangnya dengan membawa setumpuk berkas ditangannya. saat eko duduk, suara berkas juga terdengar dimeja kerjanya dengan keras


'BRUHK'


"gila kau ini, jer" eko nampak kesal terhadap asistennya itu


"ini memang membutuhkan dirimu, pelajari dan tanda tangani"


"tanpa kau suruhpun itu memang pekerjaanku"

__ADS_1


"nah, itu tahu"


"tapi nggak segini juga. ni juga baru tiba"


"salah sendiri kemarin-kemarin nyantai"


"kamu bantu cek ini, nanti tinggal aku tandatangani"


"sudah saya cek semua, bos. dan selaku pemilik perusahaan yang baik, harusnya di cek ulang sebelum tanda tangan"


"tinggal tandatangan doang ini semua?"


"cek dulu booss" merasa geram terhadap atasannya itu, karena langsung saja ditandatangani tanpa melihat dan membaca isi berkasnya


"aku percaya sama kamu. kamu gak akan ngelakuin itu" jawab eko enteng sambil menandatangani berkas satu persatu yang ada namanya


"ish.... tau ah... males ngomong sama si bos, kalau nanti ada masalah jangan sampai bawa-bawa namaku apalagi sampai memecatku"tekan jerry


"pecat? wah bagus tuh. perusahaan gak usah ngasih pesangon yang besar, bisa lebih irit" sahut eko


"irit apa pelit!!! bos ini bener-bener..." belum selesai bicara sudah dipotong eko


"baik hati dan tampan.....!!! aku sudah tahu itu"

__ADS_1


"cihh narsis!! susah ngomong sama orang yang narsis kayak si bos. aku keruanganku dulu, kalau butuh sesuatu kirim pesan saja" sambil pergi meninggalkan eko yang masih berkutat dengan bolpoin dan berkasnya


setelah pintu tertutup, eko menghentikan aktivitasnya, menatap pintu yang baru tertutup sempurna


"kau memang bisa diandalkan, jerry. aku tahu, kau tak akan mampu melakukan kecurangan diperusahaan orang yang telah menghidupimu dan keluargamu" gumam eko


~


sementara diperusahaan milik keluarga wibisono, yang sebelumnya tuan handi dibantu oleh desi mengurus perusahaan, tetapi setelah desi hamil tua dilarang bekerja oleh suaminya. eko yang dulunya sang cassanova sekarang hanya setia pada satu wanita dan siap siaga menjaganya serta melarang bekerja


akhirnya eko menempatkan orang-orang kepercayaannya dibeberapa devisi untuk memantau kinerja perusahaan, sehingga meminimkan gerak alex dan kawan kawannya untuk mengambil keuntungan yang masuk kantong pribadinya


"aku merasa, gerakanku diperusahaan ini selalu diawasi" ucap alex pada orang diseberang telephone


"kamu kan bisa memakai kekuasaan bapakmu itu" sela orang diseberang telephone yang tak lain adalah rudi


"kau senang jika aku dicoret dari KK" jawab alex jutek


"ha ha ha rupanya anak mami ini takut ngga bisa ngempèng" ejeknya


"sialan kau ini. untuk sementara jangan hubungin aku, biar aku saja yang hubungi kamu" kemudìan mematikan dambungan teleponnya


umpatan umpatan dilontarkan oleh rudi karena alex memutus panggilannya

__ADS_1


"gila si alex an***g, awas kau alex. akan kuhancurkan juga kau setelah keluarga hardian" ungkapan rudi yang merasa kesal diabaikan alex karena misinya belum usai


__ADS_2