BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
kelahiran si-kecil


__ADS_3

"akan ku hancurkan kalian!!! bagaimana ini, alex sialan itu sudah sulit untuk dikendalikan. harus dengan cara lain yang lebih halus agar mereka tak mengetahuinya. yah, mendekati dan mencari kelemahan untuk menghancurkan. benar, sangat efektif jika aku berteman dengan mereka. aku akan mengambil simpati keluarga desi terlebih dahulu" gumamnya sambil tersenyum menyeringai


tak lama dia memikirkan rencananya, terdengar suara pintu diketuk membuat dia sadar dan menetralkan ekspresi diwajahnya seperti tak ada masalah berat yang dipikirkan


"masuk!!" perintahnya setelah beberapa kali pintu diketuk dari luar


"semua sudah siap, tuan" ucap lelaki paruh baya yang baru masuk


"hmmm, baiklah. sesuai rencana awal, tunggu perintah jika waktunya tiba" jawabnya


"baik tuan, saya permisi"


senyum mengembang setelah orang kepercayaannya meninggalkan ruangan dan menutup pintu kembali


kemudian bermonolog "aku akan membalasmu hardian, kau dan seluruh keluargamu harus merasakan sakit berkali lipat dari yang kurasakan. tunggulah saatnya tiba. tertawalah sekarang selagi kau masih bisa tertawa"


~


dilain tempat, tepatnya dikediaman eko, Desi merasa semakin tidak nyaman karena tiba-tiba celananya basah, padahal tidak merasakan buang air kecil


"kenapa aku pipis dicelana, tapi kok gak merasakan mau pis?" senantiasa bertanya pada diri sendiri


"aduh... semakin mules perutku, mungkin kebanyakan makan rujak semalam, jadi pingin ketoilet mulu" sambil berjalan perlahan


"bik.... bibik" panggilnya pada asisten rumah tangga, karena rasanya semakih susah untuk melangkah


setelah bibik datang, merasa terkejut karena ada rembesan air pada kaki majikannya. sebagai wanita yang telah perpengalaman, jelas tahu bahwa itu merupakan air ketuban yang telah keluar


dengan cepat, bibik berteriak memanggil sopir dan menuntun perlahan masuk mobil, karena bibik gak kuat mengangkat tubuh desi. lagi pula rembesannya belum terlalu banyak sehingga berjalan lebih baik untuk melancarkan proses kelahiran.


setelah desi duduk dimobil, bibik kembali masuk rumah untuk mengambil tas yang sudah dipersiapkan untuk melahirkan dan juga handphone desi untuk menghubungi eko

__ADS_1


setelah sampai dirumah sakit, tepatnya lobi UGD, bibik segera keluar dan perawat rumah sakit segera bergegas menuju mobil


"masih bisa berjalankah, bu?" tanya perawat


"masih, tapi rasanya sakit banget sus" jawab desi


"pakai kursi roda saja ya, bu?" tanyanya lagi


"iya, sus" desi menjawab dengan lemah dan menahan sakit yang datang bertubi-tubi


setelah suster membantu desi naik kursi roda dan mendorongnya ke UGD untun pemeriksaan, bibik mengikuti dengan membawa tas keperluan desi dan calon bayinya


"ibu bisa daftar dulu kebagian administrasi, apa suaminya tidak mendampingi melahirkan?" tanya suster pada bibi, sedangkan desi diperiksa oleh dokter dan asistennya


"suaminya masih diperjalanan, sebentar lagi sampai" jawab bibik


"ya sudah, bibik bisa ke bagian abministrasi dulu. agar pasien segera dipindahkan keruang bersalin"


~


ditempat lain, tepatnya eko berada di kantornya. dia menerima panggilan dari bibik yang mengatakan bahwa desi segera melahirkan karena air ketuban sudah merembes dan dibawa kerumah sakit. tanpa banyak kata, segera keluar kantor mengendarai mobilnya menuju rumah sakit yang alamatnya sudah diberitahukan oleh bibik terlebih dahulu


tak lama menempuh perjalanan kerumah sakit, eko segera menuju UGD setelah memarkirkan mobilnya


saat membuka pintu, terlihat bibik sedang berada dibagian administrasi. eko bergegas menghampirinya


"desi dimana, bik?" tanya eko dengan tergesa-gesa


"ada diruang UGD, tuan"


"aku kesana dulu ya, bik. sudah daftarkan?"

__ADS_1


"iya, sudah tuan"


eko mengangguk dan melangkah menuju UGD. membuka pintu dengan hati bergemuruh tak dapat diungkapkan


menghampiri istrinya yang menahan sakit, ia juga merasa sakit hingga tak terasa meneteskan air mata


"sayang...." sambil mengelus puncak kepala desi


"mas" saling pandang dengan suaminya saat rasa sakit sedikit berkurang, karena rasanya datang dan pergi dengan durasi yang semakin cepat


"apa operasi saja biar kamu nggak kesakitan begini" tanyanya pada desi


"nggak mas, aku pengen lahiran normal saja." "ahh... ishh...huhuhu" sara yang tiba-tiba datang


"suster, cepat tolong istri saya" teriak seketika saat desi menahan rasa sakit yang mendera dengan tina-tiba


bidan yang berjaga segera melihat kondisi desi dan ternyata pembukaan sudah lengkap


dengan cepat bidan mengkomando tim penanganan kelahiran sebanyak enam orang dengan tugas masing-masing, perlengkapan dan peralatan pendukung kelahiran juga telah disediakan dekat brankar.


dengan intruksi bidan rumahsakit, desi mengikuti proses melahirkan normal


dalam empat kali mengedjan, sudah keluar bayi mungil. dengan wajah perpaduan kedua orang tuanya


"dedeknya IMD dulu ya pak, bu" bidan menggeser posisi eko didekat brankar sehingga eko terpaksa melangkah kebelakang memberi ruang pada bidan


desi memegang bayi mungil yang ada diatasnya untuk belajar mencari sumber kehidupannya. dengan perasaan haru, eko mencium kening istrinya


"terimakasih sayang, kau telah berjuang" kemudian mencium bayinya


aku selalu berharap keluarga kecil kita akan selalu bahagia hingga maut memisahkan kita.

__ADS_1


__ADS_2